Aku Dimadu Saat Hamil Anak Ke Tiga

Aku Dimadu Saat Hamil Anak Ke Tiga
Bab 68 kedatangan Arsya


__ADS_3

"ayok nak Surya sarapan bareng kami, Chika Niko ayok sayang , mama warna udah masak nasi goreng ini " ajak ayah nya warna


"wahh wangi nya, tapi Chika udah kenyang kek soalnya udah sarapan tadi" ucap Chika merasa kenyang


"Niko juga udah kenyang padahal mau banget coba nasi goreng mama" ucap Niko


"iya pak, kami sudah sarapan mungkin karena kami yang kepagian sarapan tadi hehehe" ucap Surya


"bukan sarapan nya mas tapi datang nya hhehehe" ucap bagus ngeledek Surya


"yang itu juga gue eh " ucap Surya sambil menutup mulutnya


"kecoplosan kan hahahahah" tawa bagus


"bagus kamu ini bisa aja jahilin mas Surya tengok tu mukanya mas Surya hahahah" tutur sari


"sudah sudah kasihan nak Surya , mereka tamu bapak , bapak yang menyuruh Surya kesini pagi pagi melalui mimpi tadi " ucap pak Samsu becanda


" hahahahha" semua orang yang disana tertawa bersama


Setelah sarapan..


"jadi mama warna kasih izin ngak ,ayah Surya yang ganteng dan baik hati ini untuk mengajak Akbar dan Attar jalan jalan ke wisata alam yang dekat dengan desa ini" tanya Surya dengan logat yang di buat buat seperti anak kecil


"Orang ganteng tak pernah memuji dirinya sendiri, apa lagi orang baik tak pernah bilang dirinya baik lo papa Surya yang kepedean " canda balik warna ke pada Surya


"emang udah ada penelitian nya ya na" tanya Surya serius


"Ya Allah apa mas Surya se polos itu? apa pintar nya saat di pengadilan aja mas" tanya warna tak percaya


"ha' jadi kau hanya mengerjai ku saja pelangi" ucap Surya kesal


"pelangi? ternyata mas Surya kadang juga lupa ingatan ya, ngak ada yang bernama pelangi disini mas Surya " ucap warna


"aku bukan lupa ingatan , nama mu kan warna, dan pelangi la yang berwarna lengkap heheheh" ucap Surya menggoda


"tapi sayang hidup ku tak seindah warna maupun pelangi mas" ucap warna mengingat hidupnya


"heiii kau bersedih ya pelangi, tenang pelangi selalu datang setelah hujan badai, mungkin badai nya bisa saja mulai reda sekarang, kita mana tahu takdir dan jalan hidup " ucap Surya menghibur


"jadi jam berapa kita berangkat nya yahh, kalau ayah masih mau ngobrol sama mama warna, ajak aja mama sekalian " ucap Niko kesal


"tapi mama warna belum boleh pergi kemana mana sayang, apa lagi kalau orang dewasa hanya ayah dan mama aja , nanti bisa timbul fithnah anak ganteng" ucap Sari dari dapur


"fitnah apa tante" tanya Niko penasaran


" fitnah sang matahari melahap pelangi " ucap sari sambil tertawa dan meledek warna berserta Surya

__ADS_1


"ya sudah ayok kita berangkat anak anak , lama lama disini bikin ayah takut dikeroyok" ucap Surya


"let's go" ucap Niko


"Akbar Attar harus nurut ya nak sama ayah nya bang Niko dan Chika, ngak boleh nakal" ucap warna karena memang belum terbiasa memanggil Surya dengan sebutan ayah Surya


"oke mah siap, Akbar janji" ucap Akbar


Setelah Surya dan anak anak berangkat sekarang warna dan Sari beserta Desi duduk di depan televisi. Zahira sedang bermain dengan anak anak nya Desi dan Sari di teras rumah.


"Seperti nya mas Surya suka mbak deh" ucap Desi


"ngak di ragukan lagi" sambut sari


"hmmm kalian ini ada ada aja, tapi mbak agak kwatir bisa ngak ya mas Surya jaga ke empat anak anak?" risau warna


"bisa itu kan si Niko dah besar juga, lagian mereka main nya ngak jauh pun mbak" ucap Sari menenangkan


"ayah sama bagus betah ke kebun ya mbak" tanya Desi


"iya dek, kata ayah mau lihat sawit yang mau di panen" jawab warna


"o iya paket kemarin apa kabar nya mbak" sari mengingat kan


"ya Allah syukur kamu ingatkan dek, mau di jual dimana ya dek, baju nya ada 20 pcs lagi bunda Kinara ada ada aja" ujar warna


"sekarang mbak ambil paket mbak, dan mari kita cekrek cekrek setalah itu aku akan kirim foto foto mbak ini ke grup desa kita, dan secepat nya baju baju ini akan ludes kita lihat saja nanti" ucap Desi


"ide menarik", ujar Sari


Sekarang Meraka telah sibuk memfoto beberapa baju untuk di promosikan ke grup desa tempat mereka tinggal.


"send terkirim, kita tengok 30 menit kemudian pasti rumah kita akan rame dengan pembeli dan baju baju ini akan ludes dalam jangka waktu 2 jam saja " ucap Desi percaya diri


"Aaammiin" ucap sari dan warna bersamaan


Disaat mereka sibuk menata dan melipat kembali baju yang di buka, para tetangga berdatangan untuk melihat baju baju warna, ada yang membeli, ada yang cuma mau lihat, ada juga yang mau bayar nyicil heheheh


"ini bagus untuk seumuran aku deh kayak nya war"ucap seorang wanita yang seumuran dengan warna


"iya itu bagus Santi pas dengan badan mu yang montok tok tok " ucap warna becanda


"kamu ini war ngak berubah ya" ucap santi temam sebaya warna


"oo iya war, aku turut prihatin ya atas yang terjadi di rumah tangga mu, InshaAllah akan datang hikmah yang begitu membuat mu bahagia" ucap Santi tulus


"aamiinn makasih ya sant" ucap warna

__ADS_1


"Arsya itu akan menyesali semua yang ia lakukan na, tunggu saja karma akan menimpa nya" ucap ibu ibu yang lain


"biarkan saja buk, hanya Allah yang ber hak menghukum hamba nya" ucap warna


"iya na, kamu benar ya sudah ini saya yang ambil aja " ujar ibu ibu tersebut


" Assalamualaikum wah lagi ada tamu" ucap ayah warna kembali dari kebun


"bukan tamu pak Samsu tapi pembeli hehehe" ucap Santi


"sama saja san, bagus bagus tu baju ada yang untuk ayah ngak na" ucap ayah warna becanda


"hmmm ayah ini akan baju ibuk ibuk, untuk ayah kan udah di belikan mbak warna kemarin" Jawab sari


" heheh ayah becanda kok " ucap ayah masuk ke dalam


Setelah semua pembeli tersebut pulang ke rumah masing masing , warna dan yang lainya di kejutkan dengan sebuah mobil.


"mobil siapa tu Dek, kayak nya bukan mobil mas Surya deh "ucap warna kepada Desi


"hmmm bunyi mobil nya bahkan mbak sudah hafal ,ya ampun hahahhah" jawab Desi


"apaan sih dek, ayok kita lihat" ujar warna melangkah keluar di ikuti oleh Desi dan Sari


Pintu mobil terbuka, dan taraaaaaa keluar lah si empunya mobil


"Papa" ucap warna terkejut melihat yang turun papa mertuanya eh salah mantan papa mertua yang author maksud hehehe.


" mas Arsya " lanjuta warna , ketika Arsya keluar dari mobil nya


"mau apa lagi ke sini mas Arsya " ucap bagus ketus dari dalam rumah


"bagus yang sopan nak, mereka tamu , di suruh masuk dulu " kata pak Samsu menasihati


plak pla plak tepuk tangan dari belakang mobil


"wah hebat ya kamu Arsya masih berani mu menginjakkan kaki ke rumah kami setalah apa yang kau buat kepada warna, untuk apa lagi , untuk apa lagi ha' " ucap bulek katini dengan wajah sangarnya


"bulek ayok masuk dulu , malu di dengar tentangga bulek"ucap warna meredahkan emosi bulek


"untuk apa masuk? untuk membicarakan apa? ayo suruh mereka pulang tidak ada yang harus di bicarakan lagi, pergi dari rumah kami" ucap bulek emosi


terimakasih telah mampir..


jangan lupa like vote dan comment nya


terimakasih

__ADS_1


__ADS_2