
"orang nya disampingnya mam" ujar bunda Kinara menghadap Surya dan pandangan mata warna beralih ke Surya
"mas Surya ??? tutur warna
seharusnya dari kemarin kemarin aku mikir, siapa lagi saudara nya bunda Kinara yang aku kenal kalau bukan mas Surya, ngak mungkin la saudara yang lain yang ngak kenal sama aku mau minjamin aku duit sebanyak ini, mas Surya mas Surya, sekarang apa yang akan ku lakukan ya, aku tentu ngak mau berhutang Budi bathin warna
"iya mam, mas sepupu ku yang ganteng dan baik hati" ucap bunda Kinara
" tapi bund sejujur nya aku tak mau berhutang budi sama siapa pun termasuk kepada mas Surya " ucap warna
"hutang budi apa nya sih mam, kan kita di kasih pinjam bukan di kasih aja lo mam" tutur bunda Kinara
"sampai kapan coba lunas nya bund dan nominal nya aja aku ngak tahu mam" cicit warna
...kalau aku jujur masalah nominal pasti warna kaget aduhaiiii bathin shindy...
"dikit kok mam, bagian mam cuma 500 juta doang " jawab bunda Kinara santai
"ha' 500 juta doang mam??? aku aja ngak pernah lihat duit sebanyak itu" jawab warna
"aku jadi karyawan kalian aja ya" sambung warna
"adik mas yang cantik boleh mas bicara berdua dengan warna sebentar" ucap Surya di jawab anggukan oleh shindy
" Warna terlepas dari semua yang terjadi antara kita , saya tulus membantu bisnis kalian benar benar tidak ada maksud apa pun" jelas Surya serius
"Tapi mas, entah sampai kapan aku bisa melunasi semuanya mas" ucap warna
"jangan pesimis, sudah banyak yang kamu lalui kenapa sekarang jadi pesimis dan tidak percaya diri?" tutur Surya
"tapi mas ...." warna
"tidak ada tapi tapi an lagi, jalani saja, ya sudah begini saja ,jangan anggap kamu yang punya butik ini, tapi kamu saya tunjuk orang yang mengolah tempat ini bersama shindy karena shindy juga ikut berinvestasi "jelas Surya
__ADS_1
"baik lah mas terimakasih" ucap warna
"sama sama " ucap Surya
apa aku tanya tentang emoticon kemarin ya bathin Surya
apa aku jelasin emoticon yang salah kirim kemarin ya bathin warna
"na jadi semalam .." Surya
"ha' ya itu mas, maaf ya itu saya salah pencet karena buru buru Zahira nangis, saya mau pencet emot tawa kok yang tepencet emot itu" potong warna dengan berbicara cepat dengan mata tertutup
Campur aduk yang di rasakan Surya , lucu melihat ekspresi warna serta sedikit kecewa karena ekspetasi dengan realita tak sejalan 🙄 tapi Surya berusaha menutupi itu semuanya.
"hahaha haha warna warna lucu ngakak" ucap Surya
" mas ngak marah kan" tanya warna
"tapi sebenarnya ada yang ingin aku bicarakan dengan kamu na, selagi anak anak bersama shindy" sambung Surya serius
"kenapa mas serius amat hehehe" warna berusaha menghilangkan gerogi nya
aduh ini hati kenapa deg deg kan ya, kayak mau di tembak orang mas Arsya aja ehh mati dong kenak tembak , kok seperti ABG lagi kasmaran ya eh salah bukan kasmaran aaaa bathin warna
"warna saya tahu ini tak akan mudah untuk mu , begitu pun dengan saya, sulit memulai hal yang baru, apa lagi kita pernah di tinggal kan atau di sakiti dengan orang yang sangat kita cintai , tapi semenjak anak anak bertemu dengan kamu saya mulai menyadari saya tak bisa hidup sendiri seperti ini untuk selama lama nya , anak anak butuh sosok ibu dalam hidup nya , mungkin kamu udah sadar kemana arah bicara saya, menurut mu bagaimana na" ucap Surya kepada warna
walah mas Surya kok malah nanya pendapat saya, mau saya jawab apa ya? bathin warna
"apa nya yang menurut ku ya mas, heheh kurang nyambung aku mas" jawab warna ngaco
Surya tepok jidat aku juga bingung mau ngomong apa lagi ya ke warna masak iya warna tak mengerti dengan arah bicara saya, apa saya to the point aja ke warna kalau saya mau melamar dia jadi istri saya ya bathin Surya
"saya ngak mau seperti ABG jatuh cinta ,pacaran lalu putus " ucap Surya
__ADS_1
"iya, mas memang bukan ABG lagi sih" warna nyengir
"jadi kamu ngatain saya tua " Surya kesal
"bukan bukan mas, bukan tua tapi sudah berumur lebih tepatnya dewasa, yah dewasa" ucap warna panik
mampus aku, kan emang benar mas Surya bukan remaja atau ABG lagi, yaah kita sama lah impas, sama sama orang dewasa bathin warna
"jadi gimana nih, kamu mau ngak jadi istri saya ibu untuk anak anak saya, dan saya jadi ayah dari anak anak mu, mari kita mulai dengan baik untuk membentuk keluarga yang sakinah mawadah warohmah yang di rahmati oleh Allah dengan penuh kasih sayang " ucap Surya dengan lancar entah kekuatan dari mana
ha' saya benar benar ngak percaya bisa mengatakan semua itu, apa benar ini saya ya, mungkin seperti ini orang dewasa bersikap ya saya orang dewasa bathin Surya memuji dirinya sendiri
Ya Allah mas Surya melamar saya jadi istri nya? ngak romantis banget sih mas, masak kamar nya di butik eh tapi ini butik kan milliaran ya, ya sudah deh ngak apa tapi apa saya sudah siap untuk memulai lagi, hati ku belum sepenuhnya membaik bathin warna
"Mas Surya tahu bagaimana hidup saya di masa lalu, saya di khianati saya di selingkuh bahkan saat saya hamil anak ke tiga, banyak kepahitan yang saya rasakan , sejujurnya mas luka saya belum kering" ucap warna menghadap Surya
"saya tahu na, luka itu tidak akan kering jika tidak kamu obati sendiri, kalau kamu rasa tak sanggup mengobati sendiri, ayo kita obati secara bersama sama , mari melangkah ke depan dan jadikan masa lalu sebagai pembelajaran hidup kedepannya" ucap Surya
"beri saya waktu mas, beri saya jedah untuk menjawab dan memutuskan jawaban yang akan saya berikan kepada mas Surya, beri saya ruang untuk lebih mengenal mas Surya, keluarga besar mas Surya, begitupun sebaliknya dengan mas Surya, mas juga punya waktu untuk mengenali keluarga saya dan saya sendiri supaya tidak ada penyesalan di kemudian hari yang menghancurkan kita " jawab warna
"mas tentu tahu perbedaan yang sangat jelas antara kita, kami berasal dari keluarga yang sederhana sedangkan mas, mas di beri oleh Allah rezeki yang melimpah ,apa hal tersebut tidak bermasalah oleh keluarga mas Surya ? jadi mari kita saling mengenal terlebih dahulu mas" jelas warna
" masalah harta tahtah keluarga kami tidak pernah mempersalahkan itu, keluarga kamu , tentu saya sudah mengenal walaupun cuman satu hari, tapi tak masalah jika itu mau kamu na, kalau boleh saya tahu sampai berapa lama saya harus menunggu jawaban dari kamu na* tanya Surya
.
.
. terimakasih yang telah mampir..
mintak like dan vote nya ya kak
😍
__ADS_1