
"Assalamualaikum " ucap Arsya memasuki rumah
"waalaikumsalam mas " jawab warna seperti biasanya, namun karena warna sedikit memperhatikan penampilannya tentu membuat Arsya sedikit terkejut.
"mau kemana dek, atau tadi habis dari pesta dek" tanya Arsya penasaran "tapi kenapa jilbab nya di lepas dek, biasanya kalau keluar rumah ngak pernah lepas hijab " sambung Arsya
"ngak mau kemana mana kok mas, dan ngak juga pulang dari pesta, dan jilbab aku lepas karena aku kan di dalam rumah, emang kenapa ya mas " jawab warna sewot
"ngak ada dek, ngak biasanya kamu dandan , bikin pangling aja " ucap Arsya jujur
"emang kenapa kalau aku dandan mas, lagian kan udah biasa aja aku dandan sebelum Attar lahir, karena sesudah Attar lahir, belum sempat aku mempercantik diri , aku sudah mengandung zahira, kamu lupa mas?" ucap warna cetus
"dan karena aku ngak ada waktu untuk memperhatikan diri aku, sibuk ngurus anak anak, serta sibuk mengurus kehamilan ku, di tambah lagi ibu meninggal, bukankah di saat itu kemarin kamu main gila mas, atau bisa jadi sampai sekarang " sambung warna
"iya dek, ngak usah di bahas lagi la yang kemarin dek " jawab arsya
"kalau yang sekarang emang boleh di bahas mas" ucap warna
"Sekarang apa dek" ucap Arsya dengan jantung deg deg "apa warna sudah tahu ya, tapi ngak la, mana mungkin warna tahu, orang buktinya pasti ngak akan ketemu, heheheh" ucap Arsya dalam hati
"ya sekarang, mungkin kamu masih main serong, aku mana tahu mas "jawab warna
"ya ngak la dek, kan mas udah bilang, mau berubah, mas ngk kayak kemarin lagi" Arsya meyakinkan
"hmmmmm iyalah mas, kalau kamu mau mandi silakan mandi, dan makan malam itu udah di meja" jawab warna mengalihkan perdebatan, karena menurut warna percuma berdebat dan berbicara dengan Arsya.
Arsya dalam kamar bergumam pada dirinya sendiri "bagaimana aku tidak mencari wanita lain , dari ketahuan saya selingkuh dengan indah hingga hari ini , saya tidur sendiri an, jangan kan melakukan tugasnya sebagai istri di ranjang, memeluk saya aja di tidak pernah dari kejadian itu"
Tanpa disadari Arsya warna berdiri dekat pintu, dan kebetulan pintu belum tertutup rapat " mas mas, kalau kamu tidak mengulangi kesalahan mu, maka hari ini kamu tidak akan tidur sendiri mas" warna dalam hati
Matahari menyongsong, pagi pun menyambut , hari pun berganti. Arsya sudah berangkat kerja, Akbar dan Attar sudah bermain di dalam kamar dan Zahira belum bangun dari tidur nya. Warna mendapatkan pesan dari bunda Kinara, bahwa hari ini bertemu dengan pengacara kenalan bunda Kinara. Warna bersiap siap, memompa ASI karena memang Zahira di tinggal sebentar dengan bunda Shasha , karena kasihan jika di ajak, sedangkan Attar dan Akbar tadinya akan bawa warna, tapi bunda Shasha meminta Akbar tinggal aja, biar ada teman main Shasha, jadi bunda Shasha lebih fokus menjaga Zahira.
__ADS_1
"udah selesai mam" panggil bunda Kinara dari luar
"udah bund, ke rumah Shasha kita dulu bund", ucap warna , langsung di jawab dengan anggukan oleh bunda Kinara
"nak, nanti jaga adek ya nak, jangan bandel, ajak Shasha bermain ya tapi dalam rumah aja, atau di halaman rumah Shasha aja , ngak boleh jauh jauh ya nak , nurut sama bunda Shasha ya bar" ucap warna ke Akbar sambil berjalan
"oke mah, cepat pulang ya mah, semoga kerjaan mama lancar" ucap akbar, karena akbar tahu nya warna pergi mengambil paket baju bersama bunda Kinara.
"iya sayang", balas warna
"bunda aku titip anak anak sebentar ya bund, ini perlengkapan Zahira ,ada susu juga bund, maaf merepotkan ya bund" ucap warna ke bunda shasha
",oke Kak, nanti ASI nya simpan di kulkas aja, ngak nge repotin kok kak, ayok berangkat la lagi, sukses ya " jawab bunda Shasha
"ya udah kami berangkat dulu ya, Assalamualaikum" ucap warna
"waalaikumsalam" ucap bunda Shasha
Setibanya, di tempat yang di janjikan , ternyata pengacara kenalan bunda nya Kinara belum datang.
"oo oke sayang, bunda pesanin dulu ya, dek Attar juga mau yang ini " kata bunda Kinara, dan di jawab anggukan sama Attar . Sambil menunggu orang yang mau di temuin mereka pesan minuman dulu.
"Shindy" panggil seseorang dari kejauhan, bunda Shasha menengok ke arah sumber suara dan tersenyum , ternyata benar orang yang di tunggu tunggu telah sampai.
"hallo mas assalamualaikum mas gantengku, sepupu ku yang teramat baik" ucap shindy, ya Shindy itulah nama bunda Kinara, tapi semenjak Kinara lahir, orang orang seperti mengganti nama shindy dengan sebutan bunda Kinara di perumahan tersebut.
"waalaikumsalam , kamu memang tidak berubah ya adik mas yang cantik, apa kabar kamu , dan hallo keponakan oom yang cantik yang mengalahkan kecantikan bunda nya" balas Surya , iya sebenarnya Surya bukan orang lain , tapi sepupu dari pihak ibu nya shindy.
"hallo om ganteng" ucap Kinara polos, membuat orang yang disana tertawa
"ooh iya mas, ini warna yang kemarin aku ceritain ke mas, dan mam ini pengacara yang kemarin ku bilang, namanya Surya heheh" ucap bunda Kinara mengenal kan
__ADS_1
"warna mas" ucap warna
"Surya" jawab Surya "maaf ya mbak, dia memang tidak pernah memperkenalkan aku sebagai sepupu nya , dan sampai sekarang aku tidak pernah tau alasannya hehehe" sambung Surya
"ya sudah langsung saja mbak, coba ceritakan lagi dari awal hingga akhirnya mau berpisah" ucap Surya tanpa basa basi.
"kayak nya ngak usah panggil mbak deh mas, orang kak warna masih di bawah mas pun, panggil nama aja " ucap bunda Kinara tersenyum dan ngejek Surya dan warna cuma senyum
"oke deh, teserah kamu, silakan warna" sambung Surya .
"baik mas " jawab warna, warna mulai menceritakan semuanya, mulai dari perselingkuhan pertama sampai perselingkuhan sekarang, warna juga menceritakan surat perjanjian itu, tak ada yang luput dari ceritanya warna. Tentu warna dalam keadaan sendu sedih menceritakan semuanya itu. Surya dan Shindy yang mendengar juga ikut terbawa suasana.
"berarti foto foto bukti perselingkuhan sudah ada ya na, bisa kirimkan ke saya nanti" kata Surya
"bisa mas" jawab warna
"mah, pis" ucap Attar ke warna, dengan artian Attar minta ke toilet
"bund, mas saya ke toilet dulu ya" ucap warna
"oke mam" jawab bunda Kinara
"lihatin nya ngak usah gitu juga kali mas" ucap bunda kinara ngejek Surya, "orang belum resmi pisah pun hahaha " sambung bunda Kinara
"apaan sich dek, biasa aja kales " jawab Surya
"kalau luar biasa juga ngak apa mas, sudah saat nya mas, kamu membuka lembaran baru mu mas, lima tahun sudah mbak Amel ninggalin kita semua mas, Niko dan Cika butuh juga butuh kasih sayang seorang ibu mas" ucap bunda Kinara memang Surya seorang duda beranak dua, istri nya meninggal lima tahun lalu, setelah dua bulan melahirkan Cika anak kedua Surya .
Hallo semuanya..
maaf ya telat update .
__ADS_1
terimakasih sudah mampir ..
jangan lupa like dan vote nya ya..