
Sekarang rombongan keluarga besar Surya sudah sampai di kampung warna tentu dengan warna sekalian. Mereka berangkat dengan berapa mobil, keluarga Surya langsung ke penginapan yang telah di boking terlebih dahulu, sedangkan warna di antarkan supir ke rumah nya, karena ngak etis bukan kalau Surya yang antar mereka pulang, tentu lain di pandang orang terlebih ini di kampung.
Warna keluar dari mobil yang mengantarkan nya dengan anak anak , warna sedikit terkejut karena keluarga besar nya juga berkumpul semuanya, dan ada yang sedikit berubah dengan rumah nya. Warna cat rumah yang berbeda dan halaman yang rapi dari biasa nya.
"Assalamualaikum " ucap warna di iringi Akbar
"waalaikumsalam " ucap mereka kompak dengan senyum bahagia yang langsung mengambil Zahira dari gendongan warna yang tertidur.
"yah" ucap warna sambil bersalaman dengan mata yang berkaca kaca entah apa sebabnya , dan seperti nya pak Samsu ayah nya warna mengetahui apa isi hati nya
"kalian kelihatan nya lelah sekali, Bawak anak anak masuk istirahat dan bersih bersih la terlebih dahulu" ucap ayah warna
" benar kata ayah mu warna dan sekalian nanti cobain baju yang di atas kasur mu itu, untuk mu pakai besok, kalau kebesaran atau apa bisa malam ini di perbaiki oleh buk Ina tukang jahit di kampung warna " ucap.bulek warna
"baik bulek, makasih bulek " ucap warna tak mau banyak tanya , karena sepertinya keluarga besar nya sangat sibuk sekali, bahkan lebih sibuk dari pada lamaran pertama nya dengan Arsya
"dek kok gini amat persiapan nya sih ? ngak usah terlalu heboh, sederhana aja, kayak kawinin perawan aja " bisik warna ke adik nya Sari sambil masuk ke dalam rumah
" gimana ngak heboh sih kak, kemarin aja mas Surya hampir aja kirim orang WO ke rumah kita, tapi ayah menolak , ayah bilang tak usah hihihu keren calon loe kak,ooppss " sari menutup mulut nya karena takut kebablasan
" jadi mas Surya sering telfon ayah dek?" tanya warna kepo
"ngak cuma kemarin, dia bilang mau datang besok dalam rangka melamar Kaka" sari berbohong
Warna membuka pintu kamar nya dan terkejut melihat baju yang di atas kasur nya
" waww ini baju akad siapa dek" , tanya warna polos
"baju lamaran Kaka besok masak di bilang baju akad orang " kata sari kesal
__ADS_1
" ya Allah dek, ini. baju mahal Lo, ngak harus gini juga kali dek, kakak ngak mau ngeberatin ayah dan kalian adik adik Kaka, ini baju terlalu waw dan mahal mana berat lagi baju nya" ucap warna sambil mengangkat gaun tersebut
" ya Allah kak, walaupun Kaka nangis nangis mintak gaun ini ke kami, kami juga ngak akan belikan baju ini kak, udah mahal banget cuma untuk sekali pake, bagus kami belikan Sofa yang cantik kayak artis artis itu, bikin rumah bagus " ucap sari sambil melihat warna
" terus baju ini sewa gitu dek" tanya warna
" walaupun sewa, kami jugak akan mau menyewa ini kak, wong harga sewa nya setara cicilan mobil baru sebulan" sari tetawa
" terus dari mana datang baju ini dek?" tanya warna penasaran
"Dari calon Kaka ipar aku kak, calon suami nya Kaka, calon papa baru nya anak anak siapa lagi kalau bukan mas Surya " ucap sari memperjelas
"ha' mas Surya ? kok bisa ? gimana cerita nya dek?" tanya warna penasaran
"aduhh ntar kalau udah nikah, aku jelasin ya kak, sekarang banyak yang mau di urus, aku mau bantu bulek dulu, Kaka bersih bersih lalu mandi dan jangan lupa tuh gaun di cobain ya kak, bye bye Kaka" jawab sari dan pergi dari kamar warna
dari pada kecoplosan lebih baik menghindar deh , biar ntar ini urusannya mas Surya wkwkwk ucap Sari ngak mau ikut campur
"semuanya udah selesaikan Des," tanya bulek seperti nya ia yang paling sibuk dan ingin semua nya sempurna
"udah bulek, semua nya aman" jawab Desi
"apa yang kau pikirkan samsyu, sampai jauh seperti itu melamun" tanya bulek
"iya ayah seperti melepaskan kak warna untuk yang pertama kali aja" jawab sari
"malah lebih kepikiran yang sekarang nak, kalian sudah tau bagaimana Kaka kalian , ada tiga anak yang dia bawa, sekarang ayah merasa mimpi ada orang kaya mau menikahi Kaka kalian dengan kondisi yang seperti ini dan kadang ayah kwatir " jawab Syamsu
"Samsu Samsu, kita tidak pernah tau bagaimana takdir membawa hidup kita, begitupun warna, baru kemarin mata nya tak berhenti mengeluarkan air mata karena pedih nya yang ia rasakan, tapi Allah jawab dengan takdir yang InshaAllah indah , berdoa saja lah samsu , semoga ini awal yang bahagia untuk mereka " jawab bulek warna, yang di Jawab anggukan oleh ayah nya warna
__ADS_1
"gimana kak udah di coba gaun nya" tanya Desi
"udah dek" jawab warna
"gimana ada yang perlu di perbaiki" tanya bulek antusias
"ngak bulek udah pas sama warna" jawab warna
"syukur lah kalau begitu " ucap bulek
"tapi bulek, apa perlu dekor dekor seperti ini, warna kan baru mau lamaran dan ini pun juga lamaran ke dua buat warna " jawab warna menunduk
"memang kenapa kalau lamaran ke dua? ada yang ngejek emaang, mereka keluarga nak Surya malahan persiapan nya lebih sempurna dari kita nak, mereka pun sama , sama sama melamar untuk yang kedua kalinya, kalau mereka begitu mempersiapkan lamaran ini dengan sebaik-baiknya tentu kita pihak perempuan juga harus menghargai dan menghormati juga dengan cara melayani dan menerima mereka dengan baik juga walaupun mungkin tak sebanding dengan persiapan mereka nak dan tentu mereka bahkan tak pernah menuntut seperti apa kita menyambut mereka" jawab Bu kek katini
"iya bulek, makasih bulek" jawab warna
" ma, Akbar ganteng kan pakai ini, Attar juga keren " suara Akbar dari dalam rumah
"Akbar Attar dari mana kalian dapat baju ini, dan senada lagi sama baju mama di kamar" warna linglung
"dari Tante Sari ma" jawab Akbar cuek
"iya kak, semuanya dari mas Surya , orang semuanya satu paket di kirim kemarin , sekeluarga sama " jawab sari sebelum warna bertanya
"sekeluarga? dari mana mas Surya tau tentang size semua keluarga kita" tanya warna bingung
"tuuhh (sambil melihat Bagus lagi main handphone)" Jawab sari
oo iya saya lupa bagus dan mas Surya mereka kan punya nomor ponsel masing masing, apa mereka sering komunikasi ya bathin warna
__ADS_1
"kok gitu amat nengok aku kak, aku cuma ngejawab apa yang di tanya mas Surya kok, ngak lebih " sewot bagus karena di lirik kejam sama warna
ada yang aneh bathin warna