
"wajah itu kembali lagi dek" ungkap Surya kepada adik sepupunya shindy
Yah Surya menceritakan semua kejadian barusan kepada Shindy, memang dari dulu Surya sangat dekat dengan shindy bukan kenapa karena Surya tak mempunyai saudara kandung alias anak tunggal.
Sekarang mereka di kafe sebelah butik, Surya sengaja memanggil dan menemui Shindy tentu hanya mereka berdua , sedangkan warna lagi sibuk nya di butik.
"hmmm mas wajah memang sama, tapi kamu sendiri tau kan? itu anella saudara kembar nya mbak Amel, mungkin wajah mereka sama mas tapi mbak Amell jauh lebih baik dari Anella, apa mas lupa dulu anella sempat mau menggagalkan pernikahan kalian? jangan sampai dia berhasil menggagalkan pernikahan mu yang ke dua ini mas dengan mbak warna, karena kalau itu terjadi aku tak bisa membayangi keterpurukan mbak warna" ucap Shindy memandang Surya
"iya kamu benar dek, dia bukan Amel ku aku tahu tapi" ucap Surya terputus
"Aku tahu mas, memang ngak gampang melupakan ibu dari anak anak mas, dan ngak satu orang pun juga yang menyuruh mas untuk melupakan mbak Amel, mbak Amel tetap ada di suatu lubuk hati mas dan itu ngak akan tergantikan, tapi untuk cinta yang baru mas mbak warna bukan kah dia juga berada di tempat yang baru yang indah di hati mas? mbak Amel masa lalu mu mas, dan mbak warna masa kini dan masa depan mu bersama anak anak kalian nanti " ucap Shindy meyakinkan Surya
"dek, masalah sayang dan cinta serta kenyamanan mas sama warna, kamu ngak perlu mempertanyakan lagi, tanpa bertanya pun mas rasa kamu sudah tahu kan? berapa banyak perempuan cantik singel yang mama papa kenalkan ke mas untuk di jadikan istri, tidak ada satu pun yang menggetarkan hati mas seperti warna" ucap warna
"lalu apa yang mas risaukan sekarang? masalah Anella kembali? kalau bukan karena mas gagal move on karena wajah mbak Amel persis sama dengan Anella? bukankah yang mas cintai dulu mbak Amel? bukan Anella? meskipun wajah mereka sama , aku rasa mas bisa menguasai hati mas mengenai ini" ucap Shindy
"setelah berbicara dengan mu adik kecil ku, mas bisa memahami semuanya dan mas juga bisa menguasai hati mas, satu yang mas kuatir kan sekarang dik" ucap Surya serius
"hmm apa lagi sih mas" kepo Shindy
"Anella tidak akan tinggal diam kalau dia tau mas akan menikah dengan warna ,dia pasti akan mencari cara untuk menggagalkan nya dek, sama saudara kembar nya saja dia berani nyekap Amel di kamar dan .mengganti kan Amel sebagai penggantin, syukur Amel datang tepat waktu kalau tidak hmmm" Surya mengingat hari pernikahan nya bersama Amel tahun tahun yang telah berlalu
"iya mas, apa lagi sama orang asing dan itu mbak warna yang baik hati dan polos dan tentu Anella punya banyak cara untuk itu mas, kalau Anella mengetahui mbak warna, dengan yakin hal pertama yang ia lakukan adalah menghina dan merendahkan mbak warna , itu lah tabiat anella yang aku kenal mas, dia merasa paling oke sendiri, pokoknya dunia ini hanya dia, begitu lah saudara kembar mbak Amel, yang berbanding terbalik dengan mbak Amel yang baik, sopan, rendah hati serta dermawan " ucap shindy mengingat Amel
"Anella tidak boleh tahu kalau aku akan menikah dek, Anella bisa melakukan apa saja " ucap Surya ke shindy
__ADS_1
"ya tentu, dan mas harus mengkonfirmasi semua ini ke mama dan papa , karena kita ngak tahu kapan anella datang ke rumah mas untuk bertemu anak anak " ucap shindy
"mama papa mudah nanti mas telfon, tapi bagaimana caranya ngomongg ke anak anak terutama Chika anak gadis pintar ku" keluh Surya
"itu gampang buat adik cantik mu ini yang akan ngomong, sekarang silakan jemput mereka ke sekolah " ucap shindy
Warna lagi sibuk di butik karena kedatangan barang baru.
"pelangi, mas jemput anak anak bentar ya sekalian nanti Akbar mas jemput " Surya mengagetkan warna
"ngagetin aja, oke mas makasih ya" ucap warna senyum , sebenarnya warna curiga karena tak biasa nya Shindy dan Surya ngobrol berdua seperti tadi
kenapa ya , apa terjadi sesuatu kenapa mas Surya dan bundanya Kinara harus ngobrol di kafe sebelah, biasa nya di butik aja ,ada apa ya? hmmm ngak boleh pikir macam macam warna nanti deh tanya dulu sama bunda Kinara kenapa nya bathin warna
"hmmm OOO itu mas Surya konsultasi ke aku , masalah WO dan gedung yang mana mau di pakai untuk acara mam dan mas besok, biasalah selera aku kan tinggi beda jauh sama mas Surya hahahhahaa " warna tertawa
sorry ya mam, aku berbohong aku ngak mau kamu kepikiran mam, semoga semuanya berjalan lancar ya mam , bathin Shindy
"OOO kirainn, jauh amat ngobrol itu doang" ucap warna belum sepenuhnya percaya
"ya elah mam, kamu kayak ngak tau mas Surya aja, gengsi tinggi, harga diri tunggi di langit ke tujuh, nanti tampan nya hilang kalau ketahuan sama mam kalau dia konsultasi nikah sama aku wkwkwk" ucap warna ngarang
bohong lagi deh gw, ampun ampun boro boro aku tau WO yang bagus, gedung yang cocok, pas nikah aku aja semua rekomendid dari mas Surya hehehe maaf lagi ya mam bathin Shindy sambil melepas nafas panjang
"hahhahaha iya juga sih, ada ada aja" ucap warna percaya
__ADS_1
Tak lama kemudian Surya datang dengan prajurit lengkap.
"wahh udah pada datang ini anak anak mama , ayok sayang kita makan dulu" ucap warna sambil merangkul Akbar dan Chika sedangkan Niko ngekor di belakang begitu pun Surya
"mas mau kemana? tanya warna
"mau ikut makan lah? tadi kan kamu bilangnya ayok sayang, ya udah aku ikut" jawab Surya santai
"iiiiii ke anak anak Lo mas itu, bukan ke kamuuu massssss " sambil Jewel telinga Surya, tentu Jewel sayang
"jadi ke aku ngak sayang?" tanya Surya
"apa sih mas, udah deh ngak malu apa sama anak anak, lagian mas kan udah makan bukan? " ucap warna
"makan dari mana" tanya Surya
"lah tadi kan mas Surya sama Shindy udah dari kafe sebelah emang ngak makan?" tanya warna
"mana ada makan mam, mas Surya pelit tadi aja aku cuma di traktir lemon tea tu" ucap Shindy jahili Surya
"hmmm durhaka banget sih dek" Surya kesal di jawab tawa warna
"ya udah ayok anak anak, ngak usah di dengarin ayah kalian" jawab warna sambil senyum senyum
"ya udah makan aja dulu ya, ayah mau nelfon Oma dulu oke" ucap Surya sambil melihat Shindy dan shindy mengangguk isyarat mengerti
__ADS_1