Aku Dimadu Saat Hamil Anak Ke Tiga

Aku Dimadu Saat Hamil Anak Ke Tiga
Bab 58 Ulang tahun akbar


__ADS_3

"Selamat ulang tahun Akbar, anak pertama mama semoga Akbar panjang umur, sehat selalu, jadi anak Sholeh serta selalu di lindungi oleh Allah SWT Aaamminn ya Allah" ucap warna disaat Akbar baru membuka mata, ia sengaja memberi sedikit surprise kecil ke pada Akbar, walau tak dengan kue tart yang besar.


"Aamiin, makasih mama Akbar senang banget, mama rayain ulang tahun Akbar" ucap Akbar , warna menjawab dengan tawa


"ini bukan perayaan sayang, ini cuma pengingat aja kalau Akbar lahir hari ini, kue nya aja cuma kue kecil sayang, dua kali hap hap langsung habis" ucap warna , sambil menirukan suara hal hap dari mulut nya


"sekarang tiup lilinya, sebelum itu berdoa terlebih dahulu" tutur warna, dan Akbar langsung berdoa serta meniup lilinnya .


"ye udah, sini mama suap akbar ya aaa" warna suap Akbar


"enak mah heheh" ucap Akbar


"iii belum mandi udah makan kue, ya udah ayok mandi dulu setelah itu baru sarapan ya" ucap warna, di jawab anggukan oleh Akbar


"mbak, hari ini aku pulang ke kampung dulu ya mbak, soalnya papanya Ervan malam ini pulang mbak" ucap sari ke warna


"iya dek, makasih ya udah temenin mbak disini" jawab warna


"iya mbak, sama sama oo iya mbak ini mbak" sari menyodorkan amplop ke warna


"ini apa dek" tanya warna


"itu biaya bantu bantu mbak, pasti mbak banyak pengeluaran untuk mengurus perceraian mbak, dan apa lagi mbak belum kerja tetap mbak" ucap sari


"itu sebagian hasil panen sawit ya mbak , kemarin ayah nitip , dan sebagian lagi dari kami adik adik mbak yang ganteng ganteng dan yang cantik cantik ini heheh" ucap sari sedikit menggoda kaka nya


"ini banyak kali dek" warna membuka amplop yang isinya 5 juta.


"pergunakan la dengan sebaik baiknya kak, masih berliku jalan yang kaka hadapi kedepannya setelah perceraian ini usai, ayah dan kami semua memang inginkan kaka untuk pindah ke kampung dan mengolah apa yang ada tapi kalau keinginan kaka ingin masih disini kami mengerti kak, cuma pekerjaan kantoran seperti dulu lagi itu tak mungkin lagi bagi kak , kasihan anak anak kaka kalau di titipkan, kalau kaka mau tetap bertahan disini bukalah usaha kak , usaha yang tetap bisa mengasuh anak anak kita sendiri" ucap sari sedikit mengeluarkan pendapatnya


"makasih ya dek atas suport nya, tolong bilang sama ayah dan adik adik kakak lainnya terimakasih banyak atas suport dan doa nya selama ini" ucap warna


"iya mbak, oo iya ini kan semua paketan orang kampung yang pesan sama mbak" tanya sari


"iya dek, nanti sampe kampung mbak mintak tolong kamu kasih ke masing masing orang yang pesan ya dek, udah ada namanya di masing masing paketan itu ya dek" ucap warna


"oke mbak ku" jawab sari

__ADS_1


Warna lagi bersantai di teras rumah bersama anak anak nya. Akbar dan Attar lagi asyik main mobil mobilan, warna lagi bermain bersama Zahira yang sudah berumur 3 bulan. lagi asyik nya bermain warna dan anak anak di kejutkan dengan kedatangan sebuah mobil yang tak asing bagi mereka.


"Akbar" panggil Niko turun dari mobil


"bang Niko" teriak Akbar sambil berlari menyambut Niko dan Chika


Warna berdiri dari duduk nya, ia sedikit terkejut ketika ada seorang wanita turun dari mobil Surya. Umurnya memang tidak muda lagi, bahkan mungkin kalau ibu warna masih hidup, mereka seumuran.


"assalamualaikum ma" ucap Niko sedangkan Chika langsung memeluk warna seperti sudah tak lama tak bertemu padahal baru satu minggu mereka tak jumpa


"Assalamualaikum na" ucap Surya


"waalaikumsalam mas Surya" ucap warna , sambil tersenyum ke pada ibuk ibuk yang baru turun dari mobil Surya


"OOO iya na, ini mama saya Oma nya Niko dan Chika" ucap Surya mengenal kan mama nya ke warna , dan warna langusng menyalami mama nya Surya


"warna buk" ucap warna


"maaf ya nak, saya ikut kemari karena saya penasaran sekali dengan kamu dan anak anak mu, setiap saat Niko dan Chika selalu cerita tentang mama warna, Akbar dan adek Zahira dari pada saya pusing pusing bagus saya ikut , ngak apa kan nak?" ucap mama nya Surya ke warna


"ngak apa buk, malah saya bahagia dan senang ibuk mau berkunjung ke rumah saya ini buk, ayok masuk dulu buk, mas" ucap warna sambil mempersilahkan Surya dan yang lainya masuk.


"makasih nak, ngak usah repot repot lo" ucap mama nya Surya, sedangkan surya sibuk dengan telpon genggam nya seperti membalas chating an orang


" OOO iya oma belum kenalanan lo, jadi mana yang Akbar dan mana yang Attar ini, kalau Zahira oma udah tahu, pasti yang cantik dan lucu ini " sambil memegang Zahira di atas stroller.


"aku Akbar nek, dan ini Attar adik aku " ucap Akbar memperkenalkan diri


"pintar nya Akbar, panggil oma ya sayang seperti Niko dan Chika , katanya saudara nya Niko Chika jadi harus panggil oma " ucap mama Surya


"baik oma heheh" jawab Akbar


" oo iya bukan kah Akbar ulang tahun hari ini" tanya oma kepada Akbar


"iya oma" jawab Akbar bahagia


selamat ulang tahun

__ADS_1


selamat ulang tahun


lagu dari luar yang ternyata bunda Kinara yang sedang membawa kue dan bunda Shasha beserta duo krucil.


"ayok dong nyanyi bareng untuk Akbar" ucap bunda Kinara


"1 2 3 " oma memberi kode , semuanya disana menyanyikan lagu selamat ulang tahun untuk Akbar .


tiup lilin nya


tiup lilin nya


yeeeee


potong kue nya


potong kue nya sekarang juga


sekarang juga


" aduh terimakasih ya bund, udah repot repot pula beli kue nya" ucap mama Akbar ke duo bunda


"ha' kami ngak ada beli kue bund" jawab bunda Kinara karena memang bukan mereka yang mempersiapkan kue tersebut


"lalu kue ini" tanya warna bingung dan penasaran


"tadi aku sama bunda Shasha cuma ambil kue ini dari mobil mas Surya, soalnya mas Surya kirim pesan ke aku untuk bantu ambilin kue nya, kata mas Surya surprise untuk Akbar" jawab shindy tak menghiraukan mata Surya yang dari tadi memandang kejam terhadap nya


" oo mas Surya makasih ya mas, udah repot repot" ucap warna


"oo ee itu sebenarnya tadi anak anak yang pintak jadi aku beli in " ucap Surya gugup


"tadi aja Niko sama Chika ngak tau papa mau beli kue untuk Akbar karena awalnya kami lupa hari ulang tahun Akbar " ucap Niko jujur dan yang ada disana hanya senyum senyum mendengar ocehannya Niko , sedangkan Surya sudah seperti udang rebus karena menahan malu.


maaf ya banyak yang typo..


OOO iya supaya ngak bosan menunggu episode selanjutnya silahkan mampir di novel ke dua author yang berjudul "takdir seorang gadis desa"

__ADS_1


jangan lupa like vote ya semuanya..


terimakasih 🙏❤️


__ADS_2