Aku Dimadu Saat Hamil Anak Ke Tiga

Aku Dimadu Saat Hamil Anak Ke Tiga
Bab 48 Serba serbi


__ADS_3

"Hallo assalamualaikum ayah" ucap warna menelfon ayah nya


"waalaikumsalam nak, kenapa nak, nelfon pagi pagi, kamu sehat nak?" jawab ayah warna sebelah sana


" Alhamdulillah sehat ayah, warna hanya rindu ayah sekalian warna mau bilang warna mengajukan perceraian hari ini yah, maafkan warna yah" ucap warna sedih karena gagal mempertahankan rumah tangganya.


"Apa memang benar Arsya mengingkari janji nya lagi dan mengulangi kesalahan yang sama? apa kamu sudah mempunyai bukti na? tanya ayah warna


"iya ayah, bahkan bukti yang warna punya sudah lebih dari cukup yah, bahkan kemarin warna grebek mas Arsya yah hiks hiks" ucap warna tersedu


"sudahlah nak, jangan terbuang sia sia air mata mu nak hanya untuk menangisi lelaki yang tak pantas kau tangisi, ingat janji Allah nak, percaya la nak kebahagiaan sudah menunggu mu, yang terpenting kamu harus kuat , ikhlas dan menerima semua ini dengan lapang dada " ucap ayah warna


"iya ayah makasih ayah, ayah dan adik adik selalu ada untuk warna, warna menyayangi ayah" jawab warna


"Tentu nak, ayah akan selalu ada untuk anak anak nya, apa perlu adik mu sari ayah suruh ke kesana untuk menemani mu untuk sementara waktu nak " tutur ayah warna


"ngak usah yah, InshaAllah warna kuat kok yah dengan doa dari ayah, ya udah yah na tutup dulu ya yah, Ayah jaga kesehatan Assalamualaikum" warna mengakhiri


"waalaikumsalam nak" jawab ayah Du seberang sana

__ADS_1


POV Arsya


"Sial apes banget nasib loe arsya, sungguh aku tak menyangka akan begini jadinya, Karena surat perjanjian sialan itu, saya harus tinggal di tempat seperti ini, ya karena kos kecil ini yang bisa saya bayar untuk saat ini, mau tinggal sama Wati, tapi si Wati menolak karena takut di grebek warga, huuu dasar si wati, tega banget lihat aku tinggal di kos sempit kayak ini" Arsya bergumam pada dirinya sendiri


"Seperti nya ini akhir dari pernikahan saya, apa pun yang saya lakukan tidak akan mengubah keputusan warna, dan aku tak menyangka warna sudah tahu lama perselingkuhan ku, dia tak sepolos yang ku kira, di tambah dengan dukungan orang sekeliling nya. Sial nya warna menunjuk pengacara, dari mana ia kenal pengacara itu, bayar pakai apa dia, atau mungkin duit yang di hasilkan dari jualan online nya, hmmm ternyata warna licik juga duit ku habis terkuras , rumah hilang, motor pun melayang, Arsya Arsya sial bener hidup loe" Arsya menggeleng kepala


" Apa lagi tadi malam, aku kira di perbolehkan masuk ke dalam rumah, eh nyatanya aku dan Akbar main di luar, aku kira ada cemilan, air putih aja warna ngak kasih, tega amat sich loe na sama suami loe sendiri" ucap Arsya datar


"Yang saya pertanyakan dari kemarin adalah kenapa warna sampai tahu kalau saya nginap di hotel tersebut ya?" Arsya mempertanyakan dirinya sendiri


" yang mengetahui saya disana hanya Rudy , apa jangan jangan hmm awas kau Rudy tak akan saya ampuni kamu, semua ini gara gara kau Rudy, tunggu aku bangsat" ucap Arsya marah


Pov Arsya off


"baiklah semua sudah lengkap, sekarang ninggal menghubungi mas Surya " warna bergumam sambil menghubungi Surya.


"Hallo assalamualaikum " suara Surya di seberang sana


"waalaikumsalam mas, maaf mengganggu pagi pagi, aku cuma mau ngabarin mas, semua persyaratan untuk ke pengadilan sudah lengkap mas, nanti jam berapa kira kira saya antar ke mas Surya" tanya warna

__ADS_1


"OOO iya, ngak usah na, biar saya yang kesana , anak anak masih mau main di rumah Kinara, nanti sekalian aja" jawab Surya di sana


"o baiklah mas, nanti saya aja yang antarin ke rumah bunda Kinara mas, makasih ya mas untuk bantuan , semoga kebaikan mas di balas Allah S.W.T dengan selalu mencurahkan rezeki serta kesehatan ke pada mas dan keluarga" ucap warna


" iya na, sama sama, makasih atas doa nya, doa yang baik akan kembali ke pada orang yang mendoakan " Surya


",heheh iya mas, aaamminn kalau gitu saya tutup dulu ya mas, assalamualaikum" warna


"waalaikumsalam wrwb", Surya


"Alhamdulillah, mas Surya mau kerumah Kinara, jadi anak anak ngak perlu aku tinggalkan , ya Allah perlancarlah semua nya Ya Allah, Aaamminn Allah humma aamminn", ucap warna pada diri sendiri


Ting pesan masuk di handphone warna


✉️"Kalau kamu benar benar mau pisah dari saya dengan lancar dan tak ada hambatan apa pun, kembali kan motor tersebut, atau kembali kan uang yang kau curi dari buku tabungan saya," pesan dari Arsya


"huh mas Arsya mas Arsya, lebih baik tak ku balas aja, percuma ladenin orang steres" ucap warna tak menghiraukan pesan dari Arsya


Alhamdulillah terimakasih semuanya yang telah mampir di novel aku di madu saat hamil anak ke tiga. Mintak like vote dan hadiah nya ya semuanya...

__ADS_1


InshaAllah malam nanti akan up lagi ya.


🙏🙏❤️


__ADS_2