Aku Dimadu Saat Hamil Anak Ke Tiga

Aku Dimadu Saat Hamil Anak Ke Tiga
Bab 37. Permintaan Akbar


__ADS_3

" Aku udah dapat semua foto foto perselingkuhan mas Arsya bund" ucap warna ke bunda Kinara dan bunda Shasha


"Ampuh dong obat dari bunda Shasha" ucap bunda Kinara


"Joss banget malahan hahaha" jawab warna


"Terus rencana Kaka gimna kak? langsung tendang atau gimana " tanya bunda Shasha


" Tunggu dulu la bund, aku ingin bermain-main sebentar dengan mas Arsya " ucap warna menyeringai


"Kaka mau ajar perempuan itu dulu"tanya bunda Shasha


" hmmm percuma bund, walaupun 100 orang perempuan yang ku hajar , percuma toh sumber Masalahnya mas Arsya bund, bukan orang lain" tutur warna


"benar mam, percuma kita maki maki perempuan tersebut, kalau lelaki nya tak berubah, malah ia akan cari perempuan lain sebagai pengganti nya" cicit bunda Shasha


"Tapi ngak salah juga sich kak, Kalau Kaka mendabrak mereka , ibarat kata buktikan Dengan mata sendiri" kata bunda Shasha


"untuk apa bund? buang buang waktu aja, lagian apa pun itu , aku tetap mau pisah bund" jawab warna


"boleh juga saran bunda Shasha deh mam, bikin malu aja sekalian mam, biar kapok mam, biar tau rasa mam" tutur bunda Kinara


"nanti lah ku pikirkan lagi deh saran dari kalian" ucap warna


"yang sekarang ku butuhkan adalah pengacara bund, dan yang jadi masalah bayar pengacara nya itu Lo bund, dapat dari mana aku" ucap warna sedih

__ADS_1


"Tenang mam, teman aku ada pengacara, dia baik , malahan selalu membela rakyat kecil tanpa imbalan, nanti aku ceritakan ke dia semua cerita mam ya " ucap bunda Kinara


"serius bund" ucap warna girang "mudah mudahan teman bunda bisa bantu aku ya bund" sambung nya lagi


"iya mam, semoga" jawab bunda Kinara


"mam, sekarang Zahira udah masuk dua bulan, dan mam ngak nifas lagi, dan mam jugak ngak lagi hamil hehehhe mam , mam ngak mau memperbaiki penampilan mam heheh maksud ku merapikan sedikit biar kayak dulu lagi, maaf ya mam " ucap bunda Kinara agak canggung


"jangan marah ya mam, serius maafin aku, sebenarnya mam sangat cantik mam, coba lihat diri mam, mam putih diantara kita ber tiga mam, tinggi mam ideal, tubuh mam pun berisi, poles dikit aja, kecantikan mam akan terpancar". tutur bunda Kinara tak enak, tapi dia cuma ingin warna sadar atas penampilan nya.


Warna memang cantik, tapi sayang mungkin karena pekerjaan rumah serta dengan ada nya anak anak warna lupa membagi waktu untuk dirinya sendiri. Apa lagi semenjak hamil anak ke tiga, warna semakin lupa merawat diri, ya karena saking sibuk nya, mengurus dua anak sedang hamil apa lagi sekarang mengurus tiga anak sekaligus.


"iya ya bund, aku ngak marah kok bund, malahan aku senang, bunda kasih tahu aku, aku lupa bund, aku lupa membagi sedikit waktu untuk diriku karena kesibukan hari hari bund" ucap warna


"iya bund , makasih ya bunda bunda , sudah sejauh ini membantu saya " ucap warna "saya bahagia punya tetangga rasa saudara seperti bunda bunda " ucap warna terharu


"Gimana dengan Rudy kak, udah kak hubungi" ucap bunda Shasha mengalihkan pembicaraan


"belum bund, belum ada waktu, nanti ku coba bund " ucap warna


Didalam rumah, warna sibuk mengurus Attar dan Zahira , Alhamdulillah Akbar sudah bisa membantu, alhasil Attar tertidur dan Zahira pun juga sudah tertidur.


"Akbar ngak tidur nak" ucap warna


"Mama , kalau mama udah ngak mau tinggal sama papa lagi kayak Kia teman Akbar itu ngak apa kok ma, yang penting mama bahagia seperti dulu lagi " Ucap Akbar, warna haru dan langsung memeluk anak nya.

__ADS_1


" soalnya kia cerita sama Akbar papa mama nya ngak tinggal serumah lagi karena mama nya sering nangis kalau tinggal nya bareng papa nya kia, tapi sekarang mama nya bahagia ngak pernah nangis semenjak papa nya ngak tinggal sama mereka, itu kata Kia mah" sambung Akbar , warna makin mengencangkan pelukan nya, warna menangis .


"Sayang, anak mama, Akbar pintar nya mama, kamu ngak usah pikirin macam macam ya nak, yang pasti Akbar, mama , Attar ,dan adek Zahira kita akan selalu bersama ada atau tidak ada nya papa " ucap warna


"Apa pun yang terjadi mama dan papa tentunya tetap sayang Akbar" sambung warna


"Iya mah" ucap Akbar , lalu tertidur di dalam pelukan warna .


"Untuk kesekian kali nya Akbar menanggung ulah mu mas, cukup Akbar yang melihat, merasakan, dan melihat tidak sehatnya rumah tangga ini, Attar dan Zahira jangan, Awas kau mas" gumam warna


Klik, warna menelfon kontak yang bernama Rudy ..


"Hallo , assalamualaikum " ucap warna


"iya hallo waalaikumsalam , ini siapa ya" ucap suara sebelah sana


"Maaf mengganggu waktu nya mas Rudy, saya warna istri dari mas Arsya " ucap warna, tapi hening tak ada sahutan sebelahh sana


"oo iya mbak, maaf nanti saya hubungi lagi ya mbak, lagi rapat soalnya mbak " ucap Rudy gugup..


"oo iii" belum sempat warna menyudahi bicara nya, Rudy langsung mematikan telfon warna.


Halllo semuanya, terimakasih telah mampir dan telah memberi like nya..


jangan bosan ya semuanya...

__ADS_1


__ADS_2