
" maaf ibuk ibuk, sebaiknya kita kembali ke rumah kita masing masing, biara mbak warna menyelesaikan permasalahannya keluarga nya terlebih dahulu, ayo buk" ucap bunda Kinara yang juga ada disana, karena tak kalah kaget nya ia juga mendengar teriakan warna
"iya ibuk ibuk, kasihan kak warnanya kalau kita lihatin seperti ini, ayok kita pulang buk, kak warna pasti malu buk karena permasalahan rumah tangga nya di ketahui orang banyak, ayok buk kita pulang " tutur bunda Shasha yang ada disana
" Warna , kau tidak perlu merasa malu kepada kami, untuk apa kau malu, yang harus malu itu dia, lelaki yang sudah tega mengkhianati istri nya saat hamil lagi, jadi jangan malu warna kami ibu ibu perumahan ini ada bersama mu", ucap ibuk ibuk yang sudah berumur di perumahan
"iya kak yang harus malu itu dia , atau mungkin dia tak punya malu" ucap perempuan yang seumuran dengan warna
" untuk apa lagi kau disini Arsya, ayo cepat pergi dari sini, apa kau mau menunggu kami membawa sapu untuk memukuli mu" ucap ibuk Mur yang jauh lebih tua dari warna dan duo bunda
__ADS_1
"ayok ibuk ibuk ambil sapu masing masing" kata ibu muda yang berdiri dekat ibuk mur, namun sebelum ibuk ibuk itu beranjak dari tempat nya , Arsya terlebih dahulu lari pontang panting dari kerumunan ibuk ibuk tersebut
" Ya Allah , makasih banyak ibuk ibuk semuanya, maafkan saya yang udah mengganggu ketenangan waktu istirahat ibuk ibuk, tadi saya tidak sadar kalau suara saya sangat keras, maaf ya ibuk ibuk " ucap warna sambil melipat tangan di dada
"tidak apa apa nak warnah, kamu yang kuat ya nak, ada Allah bersama kamu, kamu tidak usah malu dengan keadaan kamu sekarang nak, tidak ada yang mau seperti kamu, sungguh tidak ada, tapi percayalah nak hikmah dari semua ini akan kamu tuai nak, jika sekarang takdir buruk yang sedang kamu hadapi, InshaAllah takdir baik akan menghampiri mu segera nak" ucap buk mur, warna tak sanggup berkata-kata , warna tak sanggup menahan tangisnya di pelukan buk mur.
Semua tetangga sudah pulang ke rumah masing masing, sekarang cuma shindy dan bunda Shasha yang masih di rumah warna
"mam, please jangan salah kan diri sendiri, bukan diri mam yang salah tapi dia, dia yang tak bisa menjaga marwah nya sebagai seorang suami" ucap bunda Kinara menghibur
__ADS_1
"iya kak, itu hanya alasan klase kak, bagaimana pun penampilan kakak, secantik apa pun kaka, sepandai apa pun kaka merawat diri, jika mas Arsya nya sendiri yang mempunyai sifat yang tak pernah puas dengan satu wanita , dia akan tetap memberi mu penghianatan kak" ucap bunda Shasha
"benar semuanya perkataan bunda Kinara dan Shasha mbak, ayok la mbak, bangkit dan maju ke depan lagi, demi anak anak mbak" ucap sari
"benar mam, sekarang segarkan lah badan mam terlebih dahulu, hari ini begitu sangat melelahkan bagi mu mam" ucap bunda Kinara, di jawab anggukan oleh warna.
" Mama , mama jangan nangis lagi, Akbar akan menjaga dan melindungi mama dari siapapun yang membuat mama nangis, termasuk papa ", ucap Akbar dari depan kamar , entah dari kapan ia berdiri disana, ia berlari ke arah warna dan memeluk warna sangat erat.
"jangan nangis lagi ma, Akbar akan bilang ke papa supaya ngak bikin mama nangis lagi" ucap Akbar sambil menghapus air mata warna ..
__ADS_1
Terimakasih yang telah mampir..
mintak like, vote nya ya kakak🙏❤️