Aku Dimadu Saat Hamil Anak Ke Tiga

Aku Dimadu Saat Hamil Anak Ke Tiga
Bab 29. Curiga


__ADS_3

POV bunda Kinara dan bunda Shasha


Setelah bunda Kinara dan bunda Shasha sampai di rumah, sore hari anak anak berlarian , bermain bersama begitupun dengan ibu ibu mereka , sesekali antara ibu satu dengan yang lain mengobrol apa pun itu, begitu pun dengan bunda Kinara dan bunda Shasha


"bund, kamu ngak kepikiran sesuatu mengenai suami Kaka warna tadi " ucap bunda Shasha dengan suara pelan karena takut ibu ibu lain kedengaran


"hmmm kepikiran yang mana bund? hmmm tapi ada sich satu jadi pertanyaan ku, kok suami mam Akbar cepat sampai ya? atau mungkin emang sudah di jalan kali ya bund, shubuh shubuh , lagian biar la bund, bukan urusan kita" jawab bunda Kinara


"iya bund, tapi kasihan kak warna kalau ketipu lagi sama suami nya bund, kata kak warna mah tadi jam 8.00 pagi an tadi suami nya baru otw, makanya bingung, kok cepat sampai ya" ucap bunda Shasha sambil mikir.


"atau sudah dikota ini kali ya bund, tapi nginap dulu, jajan dulu seperti yang sudah sudah " sambung bunda Shasha


"hush udah ah bund, jangan aneh aneh , kasihan Lo nanti mam Akbar, kalau dengar, semoga ngak , kan mereka baru di karunia seorang putri yang cantik, doakan yang baik baik aja bund " jelas bunda Kinara


"iya bund, Aaamminn " balas bunda shasha


POV bunda's end 😊


Ditempat lain, Arsya sedang mengurus administrasi warna, beruntung karena ada nya B*** jadi Arsya tidak perlu memikirkan biaya persalinan.


"mas, kamu benaran dari kota M tadi pagi mas " tanya warna dengan nada Curiga

__ADS_1


"iya dek, kalau ngak dari sana terus dari mana lagi dek" jawab Arsya


"masak iya sampai dalam kurun waktu cuma dua jam mas " jawab warna dengan tawa meremehkan


"kan sudah ku bilang, aku ngebut karena kwatir dengan keadaan mu dek, tolong la percaya dek " jawab Arsya


"ya sudah lah mas, semoga kali ini kamu tidak berbohong mas, berbohong sekali lagi kamu tahu kan konsekuensi nya mas " jawab warna menyudahi perdebatan .


" iya dek, aku tahu tenang aja, aku ngak akan kecewakan kamu lagi" ucap Arsya santai


"sudah lah, dari pada aku nanti stres bagus ku biarkan saja dulu, lebih baik ku menikmati kebahagiaan ini , Alhamdulillah sudah mempunyai satu orang putri ", ucap warna dalam hati sambil melihat Arsya yang sedang terdiam entah apa yang ia pikirkan.


"Alhamdulillah , bertambah satu lagi cucu kakek, dan Alhamdulillah nya lagi perempuan " kata ayah warna bahagia sambil momong cucunya mereka yang bernama Zahira , ya itu nama yang di kasih warna dan Arsya .


"iya yah, Alhamdulillah, " jawab adik warna


" nak, Arsya gimana? masih belum berubah dia? " tanya ayah warna


"sudah yah, kita lihat aja dulu beberapa bulan ini, tapi kalau sekarang sudah berubah yah" jawab warna sambil menunduk ke bawah.


" kak, kenapa kak, kok seperti ada yang dipikirkan " tanya Desi adik perempuan warna pelan karena ia tak mau ayah mereka mendengar kan.

__ADS_1


"hmmm...." warna menjelaskan semuanya ke Desi, tentang rasa curiga karena Arsya sampai terlalu cepat sewaktu dia melahirkan, Di tambah lagi pada saat tanggal merah.


"seperti nya dia belum berubah kak, memang tabiat dia sudah begitu dari sana nya tu" ucap Desi


"entahlah dek, Kaka lihat aja dulu, nanti kaka baru bertindak kalau benar benar terbukti tapi kali ini, kalau memang terbukti mas Arsya tidak berubah , Kaka pisah saja dek, tidak ada gunanya mempertahankan rumah tangga yang seperti itu"


"iya kak, aku paham, Kaka tenang saja, kami selalu ada untuk Kaka sampai kapan pun, kita beradik Kaka kak, dan kita masih ada ayah " jawab Desi sambil memeluk warna Kaka nya


"kak ini kue, aku bawa beras, dan sambal juga kak, aku simpan langsung aja ya kak" sahut dari dari dapur


"iya dek, makasih ya dek " ucap warna


"ayah dan lainya ngak nginap aja untuk malam ini, sesekali yah " ucap warna memandangi wajah ayah nya


"sebenarnya sudah untuk ayah menginap disini nak, bukan tidak mau menginap di rumah mu tapi semenjak ibu mu tiada , rumah di kampung belum pernah tinggal, tapi karena kamu yang meminta ya sudah kita nginap Disini semalam "jawab ayah warna dengan senyum.


Tentu saja warna sangat bahagia, karena selain dia suka ramai, warna juga bisa melepas rindu dengan ayah nya, serta saudara saudara nya. Begitu pun dengan anak anak warna mereka bisa canda tawa dengan oom dan Tante Tante mereka.


Terimakasih semuanya..


mintak like dan vote nya ya ..

__ADS_1


__ADS_2