Aku Dimadu Saat Hamil Anak Ke Tiga

Aku Dimadu Saat Hamil Anak Ke Tiga
Bab 75 melamar dalam mimpi


__ADS_3

" Aku sangat mencintaimu warna, mau kah kau menikah dengan ku? mari berjuang bersama untuk membesarkan mendidik anak anak kita ,ambil bunga dan cium bunga ini jika kau menerima ku untuk pendamping hidup mu namun jika kau menolak buang bunga ini" Surya senyum senyum


Plak plak " melamar siapa kamu ha', megang megang tangan mama dasar duda lapuk kesepian, sampai ke bawa mimpi lamar anak orang, masak berani nya di mimpi " ucap mama Surya yang tadi nya akan membangunkan Surya eh nyata Surya malam mimpi di pagi hari


"mama ngapain mama di kamar Surya , main tampar aja lagi" ucap Surya kesal


"ngapain kata kamu? bangunin kamu anterin tu si Niko ke sekolah , ini malah mimpi lamar anak gadis orang eh salah anak janda orang" ucap mama Surya


"mama hust ngak usah ledekin Surya ,itu ada Niko dan Chika di belakang mama, cucu mama berdua itu ember ma nanti bisa bisa Surya di bikin malu lagi di hadapan warna " ucap Surya menjelaskan


"oooo jadi ayah kalian mimpi melamar mama Surya hahahha padahal mama ngak terlalu dengar nama yang kamu sebut ketahuan deh" ucap mama Surya ketawa


" melamar itu apa oma" tanya Chika polos


"tanya aja ke ayah nya Chika atau nanti tanya ke mama warna aja " ucap oma tersenyum


"oke oma nanti Chika tanya kan ke mama warna " jawab Chika semangat


" Chika kalau Chika tanyakan itu ke mama, ayah ngak akan ajak Chika ke rumah mama warna " ancam surya


"berani kau ya ancam ancam cucu kesayangan ku ha' , ngak apa sayang kalau ayah mu yang duda ini ngak mau antar biar oma yang antarin kalian" ucap oma meyakinkan


"Oma memang terbaik, ayah sangat terbaik di dalam mimpi hehehe" ucap Niko ketawa


"hmmm Niko kamu benar benar ya aaaa ampun ma ampun " sebelum sempat Surya mengancam Niko, mama Surya udah menarik telinga Surya


"mau ancam lagi ha' " ucap mama


"ngak ma , Surya mau siap siap mandi antar Niko ke sekolah " jawab Surya ketakutan di jewer kembali oleh mama


tos , oma Niko dan Chika berganti an saling tos, Surya senyum senyum sendiri melihat kedekatan mereka.


"Sama opa ngak tos gitu " suara menggema dari depan pintu Surya


"papa, kok ngak kasih kabar kalau mau pulang" mama Surya sedikit terkejut dengan kedatangan papa dari luar negeri


"heheh surprise mah" sambil memeluk istri nya


"cucu cucu opa sini "sambung opa Gunawan nama papa Surya , mereka berpelukan bahagia


"hmmm aku di lupa in " ucap surya mencabik


"kamu siapa? siapa dia mah " iseng pak Gunawan

__ADS_1


"papan kasihan itu anak duda ganteng mama" ucap mama Surya


"oohh iya lupa anak duda lapuk ganteng nya papa, cieee yang mau nikah lagi sama siapa nama nya mah" ucap papa Surya


" pah jangan ngeledek dulu, peluk aja dia dulu kasihan tu cemberut " ucap mama Surya, sedang kan pak Gunawan menarik bahu surya dan mereka berpelukan


" cepat halalkan dia, ingat janda itu kembang banyak kumbang yang akan datang " bisik pak Gunawan terhadap Surya, Surya tak terkejut papa nya berkata seperti itu dan pasti nya pak Gunawan sudah mengetahui apa saja yang terjadi selama ia di luar negeri.


"papa akan merestui , mensuport apa pun itu yang terbaik untuk kamu yang membuat kamu bahagia ", ucap pak Gunawan terhadap Surya


"iya pa terimakasih pa" Surya terharu


Ditempat lain warna dan bunda Kinara sudah sibuk mempersiapkan segala sesuatu untuk membuka bisnis baru . Modal nya lumayan besar tentu warna tak akan punya modal sebesar itu, bahkan yang ia punya cuma 10% dari seluruh modal.


" bund modal nya sangat besar , sewa toko , ini itu dan lain lain sedangkan modal yang ku punya ? kamu kan tahu sendiri bund berapa tabungan ku, aku jadi bingung bund" tanya warna risau


"tenang saja mam, ada orang yang minjam kita modal mam, tanpa bunga , balikin nya pun bisa angsur jadi tabungan yang mam punya ngak usah di ambil dulu" ucap bunda Kinara , sedikit membuat warna terkejut


"siapa yang mau minjemin aku kita duit segini amat bund, aku aja belum pernah megang duit segini bund, jadi takut eh kok kota bund, kamu kan udah ada modal nya ,aku aja yang belum punya " tutur warna


"oo iya lupa, maksud aku untuk mam" jawab bunda Kinara sedikit gugup ntah apa lagi yang ia sembunyikan


"emang siapa yang menjamin aku bund, aku mau kenalan , gampang kali ia mau minjamin aku uang sebanyak itu" warna penasaran


"Aaamminn ya Allah", jawab warna


bunyi mobil berhenti di rumah bunda Kinara, siapa lagi kalau bukan mobil Surya


"Assalamualaikum " ucap Chika dan Niko bareng


"waalaikumsalam ", jawab orang yang ada di dalam rumah


" mama " panggil Chika


"sayang, mama kangen Chika lo" tutur warna sambil memeluk Chika, sambil melihat Niko yang lagi cemberut


"mama juga kangen bang Niko " ucap warna yang membuat bibir Niko cemberut menjadi tersenyum manis


"mas apa an itu mas, banyak amat tentengan nya" ucap shindy melihat Surya menenteng keranjang yang full di tangan kiri dan kanan.


"heheh ini untuk adik mas yang paling cantik, dan ini untuk putri kecil ayah Zahira, ini untuk keponakan oom yang cantik banget melebihi bunda nya Kinara , ini untuk anak ayah yang ganteng, ini untuk Attar anak ayah yang manis, dan keranjang warna merah ini untuk mama warna , dan tadi nya mau beli dua oleh oleh lagi untuk bunda nya Shasha dan shasha tapi karena kata adek mas yang imut ini mereka sudah pindah ngak jadi deh mas belikan " ucap Surya sambil memberi keranjang masing masing ke pemilik nya.


"makasih om ganteng" ucap Kinara

__ADS_1


"makasih mas ku yang duda eh yang ganteng" ucap shindy


"makasih ayah udah kasih Akbar oleh oleh" timpal Akbar


"maacih ayyah" ucap Attar imut


"makasih ya mas, tapi ngak usah repot repot lo mas" cicit warna


"semua terimakasih nya sudah ayah terima, dan ayah tidak merasa di reootkan hehe yang punya rumah mana ya haus ni" jawab Surya


"ehh lupa nawarin " jawab shindy tetawa


"kalian lagi sibuk untuk butik baju ya" tutur Surya


"ngak butik mas, cuma toko biasa aja ,toko aja modalnya banyak segunung apa lagi butik bisa bisa dua gunung dong mas" jawab warna


" ha' iya ya" Surya sambil melirik shindy


"iya mas" ucap shindy


"mama Chika rindu banget sama mama " ucap Chika


"kan mama udah bersama Chika sekarang" jawab warna


"iya tapi nanti pisah lagi" jawab Chika cemberut


"OOO iya mah, Chika mau tanya sama mama boleh ngak" tanya Chika


"boleh , tanya apa sayang" jawab mama, sedangkan Surya sibuk dengan handphone genggam di tangan nya


" mah melamar itu apa" tanya Chika , dan tak bisa di gambar kan ekpresi Surya saat ini , wajah pasti merah dong, mata membulat dan mulut terbuka 😁


"Chika lapar ngak" ucap Surya mengalihkan pembicaraan anak nya


"ngak pah, papa jangan ganggu deh Chika mau ngobrol sama mama dulu" jawab Chika membuat Surya ternganga


"hmm Chika kok nanya itu, emang kenapa" tanya warna


" tadi pagi papa mimpi melamar mama warna , ketahuan sama oma, makanya Chika nanya melamar itu apa? tutur Chika polos, membuat mata orang dewasa membulat dan setelah itu terdengar tawa dari shindy dan senyum senyum dari warna. Sedangkan Surya menutup mukanya dengan bantal kursi duduk.


Vote like vote like


terimakasih

__ADS_1


__ADS_2