
✉️" assalamualaikum mam, mam sore nanti kita refreshing yok, sekalian ajak anak anak mam," isi pesan bunda Kinara
✉️" waalaikumsalam bund, aduh nanti rempong nya bund, kapan kapan aja bund, heheeh makasih bunda udah nawarin" balas warna
✉️" rempong apa nya sih mam, bunda Shasha juga ikut kok, anak anak butuh hiburan sesekali mam, ayok la mam, please" pesan bunda Kinara
✉️" hmm oke lah bund" warna pasrah untuk ikut
✉️" nah gitu dong, nanti jam 4 setalah ashar ya mam, kita main nya dekat dekat sini aja kok, biasa taman bermain 😂😂" balas bunda Kinara
✉️" oke deh bund 😄" balasan warna
Sekarang disinilah mereka taman bermain yang tak jauh dari komplek perumahan tempat mereka tinggal. Akbar, Attar, Kinara dan Shasha lagi asyik mencoba semua permainan pastinya di awasi oleh duo bunda, sedangkan warna lagi naik ayunan bersama Zahira yang sedang di pangkuan nya.
" Assalamualaikum semuanya" ucap suara dari belakang , disaat semuanya berkumpul lagi mencicipi cemilan yang di bawa dari rumah.
"waalaikumsalam " jawab mereka serentak
" hmmm telat banget sih mas" ucap bunda Kinara kesel
" iya ni bund, ayah mandinya lama banget" ucap Niko ke bunda nya Kinara , emang hampir semua anak anak di dalam keluarga besar mereka memanggil bunda kepada shindy.
"hmmm" Surya melihat Niko sinis
"ngak usah sinis sinis gitu kali mas , ke ponakan aku yang ganteng ini, mas lagian ngapain mandi lama lama, kayak mau kencan aja " ucap bunda Kinara polos.
" iya iya maaf, kan cuma terlambat sedikit" ucap Surya mengalah, di jawab senyum oleh semua yang disitu
__ADS_1
" tante cantik, Chika juga mau disuapin juga sama tante boleh ngak?" tanya Chika ke warna yang lagi menyuapkan Attar bakso kuah
"boleh dong sayang , aaaa" ucap warna sambil menyuapkan Chika
"enak ngak" tanya warna
"enak tante, apa lagi tante yang suapin" jawab Chika polos
"nanti repotin tante warna nya lo nak, tante kan lagi suapin dek Attar juga " ucap Surya
" ngak apa mas, ngak ngerepotin kok, kan gantian sama dek Attar , iya kan sayang?" ucap warna
"iya mama" ucap Chika polos, yang membuat semua orang yang mendengar
"tante marah Chika manggil tante mama?" tanya Chika sedih karena takut warna marah
" Ya Allah, begitu berat cobaan anak sekecil ini, saya yang sudah menikah dan punya anak, ketika mendengar ibu meninggal, dunia ini terasa runtuh, apa lagi anak sekecil ini ia bahkan tak tahu rasanya di peluk ibu yang melahirkan nya " bisikan warna dalam hati
"mmm melow gue" ucap bunda Shasha mengalihkan ke adaan yang membeku
"hmmm seperti anak dan ibu kandung" ucap bunda Kinara melihat Surya , seketika itu Surya menghadap ke bawah dengan fikiran nya sendiri
" Niko, Akbar kita kesana yok" ajak Surya ,mungkin untuk menghindar dari keadaan yang sedikit beku saat ini
"ayo om" ucap Akbar
"bukan oom Akbar, tapi ayah , karena adek Chika udah manggil mama kamu mama, berarti aku juga akan ikut memanggil mama, dan kamu juga boleh kok manggil ayah aku ayah , tapi kamu ngizinin kami ngak manggil mama kamu dengan mama" ucap Niko menghadap Akbar
__ADS_1
"boleh kok bang, boleh banget malahan heheh " ucap Akbar senyum
"makasih Akbar, kamu juga boleh manggil ayah aku dengan sebutan ayah , kalau kamu mau hehe soalnya kamu kan masih punya papa" ucap Niko
"aku mau kok bang, manggil ayah bang Niko dengan ayah,malahan aku senang banget bang, lagian papa kandung Akbar juga ngak ada lagi lihat lihat Akbar, mama sama papa kan ngak tinggal bersama lagi, mungkin karena itu bang" ucap Akbar seperti di ajarkan berbicara
"ya udah ngak apa kok, kan ada abang sama ayah ,ya udah ayok yah kita mau kemana tadi " ajak Niko menyadari Surya dan yang lainya sendu mendengar kan argumen argumen yang keluar dari mulut mulut kecil barusan.
Terharu tentu , berbeda cerita tapi tetap saja merasa kehilangan bukan? Niko dan Chika kehilangan ibunya karena di panggil sang pencipta , Akbar attar memang papa mereka masih hidup, tapi setelah perceraian tentu kondisi kehangatan kedekatan antara anak dan ayah tidak sedekat dulu lagi, apa lagi sang ayah kurang bertanggung jawab dan tidak memperdulikan anak anak nya. Itulah yang membuat para orang dewasa yang mendengar ocehan ocehan barusan terdiam sejenak.
" anak anak sekarang , kenapa cepat banget sih pintar nya, ngak kayak kita dulu" ucap bunda Kinara membuka suara
"maklum bund, kebanyakan micin " jawab asal bunda Shasha
"emang micin bikin pintar bund", tanya warna
"ngak tau kak, kan asal ngomong aku tadi hehehe" jawab bunda Shasha
"hahaha mam mam, lagian ngapain sih tanggepin bunda Shasha ,hahah" ucap bunda Kinara, dan semuanya tertawa.
Hallo semuanya..
maaf ya masih banyak yang typo..
terimakasih yang sudah mampir..
minta like vote nya ya Kaka 🙏😍❤️
__ADS_1