Aku Dimadu Saat Hamil Anak Ke Tiga

Aku Dimadu Saat Hamil Anak Ke Tiga
Bab 93 Sayang


__ADS_3

sial, Surya menggagalkannya, hampir saja Chika terperangkap tapi gagal ,oke tidak Maslaah masih banyak waktu, bersabar lah hati bathin Anella


.


.


.


"Assalamualaikum semuanya " ucap seseorang yang mengejutkan keluarga pak Gunawan yang lagi sarapan


Keluarga Surya di kejutkan dengan kedatangan seorang yang sudah lama menghilang alias terlalu lama di negri orang awal nya menuntut ilmu dan akhir nya bekerja dan mengembangkan bisnis keluarga disana.


"waalaikumsalam anak kedua mama" ucap nyonya Gunawan


" anak mama , lupa apa anak mama cuma sebijik ,lupa kali ya pah" ucap Surya pura pura cemburu


"hmm hmmm anak tunggal Ika mama masih cemburu aja ya" ucap mama Surya


" i love u mama ", ucap pria tersebut langsung memeluk wanita yang menganggap nya sebagai anak tersebut, melihat pandangan tersebut Surya dan papa nya hanya tersenyum senyum


"i love u too sayang, mama kira kamu udah lupain mama, udah ngak ingat mama" ucap mama Surya


"gimana mungkin aku lupa dengan seorang wanita yang membesar kan ku dengan kasih sayang mah, menyuapkan aku makan, bahkan menceritakan dongeng sebelum tidur dan itu semua tidak pernah ku dapat kan dari ibu kandung ku sendiri mah" ucap pria tersebut


" Andri sudah lah sayang jangan di ingat ingat lagi masa yang membuat kamu sedih, bagaimana pun juga dia ibu kandung kamu dan adik mama mu ini " ucap wanita berumur tersebut namun tetap segar dan awet muda di usianya


"iya mah adik mama , tapi kenapa kepribadian nya sangat jauh mah" tanya Andri


"Andri anak ku, sampai berapa lama kau ngobrol dengan mama mu itu, apa tak mau memeluk papa mu ini? apa karena aku tak pernah membaca kan dongeng jadi kau melupakan aku". ucap Gunawan merajuk


"papah " Andri memeluk pak Gunawan


"pah bagaimana bisa papa sempat membaca kan dongeng untuk aku atau pun kak Surya di masa kecil kami pah, sedangkan papa sangat sibuk mengurus dan mengatasi masalah perusahaan yang hampir bangkrut dan hancur oleh ayah kandung ku sendiri " ucap Andri seperti tak pernah lupa akan masa lalu nya


"sudah la nak, jangan di ingat lagi toh sekarang semua sudah jauh membaik bahkan maju dengan pesat " ucap Gunawan menghentikan apa yang di ucap kab Andri


" papa pernah bilang waktu yang akan mengobati luka, iya benar pah tapi bagaimana dengan ingatan pah, ingatan yang tak pernah hilang" ucap Andri


"heii bro ngak usah puitis disini tuh tengok anak gue bingung dengar nya " tutur Surya


"ponakan ponakan om Andri udah besar aja" ucap Andri melirik Chika dan Niko

__ADS_1


"udah dong om, kami kan makan nasi ngak makan perasaan heheheh" ucap Niko


"hahahhaha hahah" yang ada di sana tertawa tak terkecuali Andri. Andri memeluk keponakan keponakan nya.


"loe ngak salam sama gue Abang loe, benar benar ya loe, ngak ada sopan santun nya, ngak hormati gue ya" ucap Surya kesal


"o.m.g hampir lupa aaahgg abang gue yang tertampan , yang paling keren, yang ngak pernah bisa gue kalahin ketampanan kecerdasan nya, gue sayang loe " Andri memeluk mencium Surya dengan sengaja


"ehh lepasin, sakit loe ya, peluk cium gue, lepasin ngak lepasin" Surya teriak


"ahh gaya loe kak, mentang mentang mau kawin eh mau nikah , sok sok an ngak mau gue peluk, gimana sih rupanya calon Kaka ipar gue , penasaran deh " jawab Andri


" dia istimewa tak seperti wanita lain,tapi masa lalu nya sangat pahit tak secerah namanya warna" jawab Surya menghayal


" wanita yang tidak over ber dan dan, tapi inner beauty nya membuat mata susah beralih," sambung Surya


"kak itu air liur hampir jatuh " ucap andri


"kurang asin loe" jawab Surya


.


.


.


" waalaikumsalam, Andri ya Allah sepupu gue tambah keren aja ini" ucap Shindy menarik kuping Andri


"haha bisa aja loe, hemm siapa dia shind anggun tu, senyum nya memikat mata dan hati gue , dak dik Duk ni" ucap Andri melihat warna berdiri tak jauh dari mereka


"pelangi kamu ngak usah ngasih senyum ke orang yang pikirannya selalu mesum, lihat tu Iler nya meleleh " ucap Surya tak suka mendengar ucapan Andri


"Pelangi? loe selingkuh ya bro, tadi pagi loe bilang nama calon bini loe warna, sekarang loe kayak cemburu ke gue karena gue sedikit menggoda wanita yang loe Panggil pelangi, loe main hati ya Kaka ku sayang?" ucap Andri dengan gerakan telunjuk nya ke Surya


"loe ngomong pikir dulu, aduh rempong loe, pelangi itu nama sayang gue ke dia, orang dia warna dasar Loe, awas aja loe ganggu calon bini gue, babak belur loe nanti " ucap Surya merasa menang


"ooo ngemeng Ding dong dari tadi eh maksud gue ngomong hehhehe eehh iya kenalin Kaka aku Andri adik kesayangannya kak Surya ,kalau kak Surya macam macam bilang ke aku langsung ya kak " ucap Andri sambil mengulurkan tangannya


"nama dia warna ngak usah salaman" Surya menjabat tangan Andri dan menarik tangan warna ke lantai atas


"wahhh wahh cemburu amat sih bro, ke adik sendiri aja gitu ya hahha " teriak Andri

__ADS_1


"maaf ya sekarang zaman ngeri, pebinor dimana mana dan bisa dari mana aja, loe cari calon istri sana" jawab Surya


"pebinor apaan tu yang gue tau pelakor" Andri dengan suara pelan tapi masih terdengar oleh Shindy


" pebinor itu lawan pelakor, kalau masih bingung browsing aja ya ndri hahahha " jawab shindy


"udah ayok makan ke kafe sebelah ,kangen gue sama loe" ucap shindy menarik tangan Andri


di lantai Dua..


" Dia Andri anak dari adik mama, dari kecil Andri tinggal sama kami dan memang sudah seperti adik kandung ku sendiri " ucap Surya


"OOO" jawab warna


"kok cuma OOO" Surya kesal dengan jawaban warna


"terus jawab apa lagi mas hehe" warna bingung


"dia tampan loe keren kamu ngak suka" jawab Surya


"hahha hahah haha apa apa an sih mas ada ada aja" jawab warna sambil tertawa


"kok malah tertawa" jawab Surya


"iya kamu aneh mas, lucu juga sih, terus kalau dia ganteng tampan kenapa emang? meskipun dia artis ini itu ngak ada ngaruh juga sama aku mas, aku tidak wanita seperti itu , biasa nya orang yang kwatir berlebihan itu ...bisa jadi Lo dia yang terlalu gampang jatuh cinta ayokkk mas" warna isengin Surya


" enak aja kamu, aku lelaki setia sampai maut memisahkan, aku bukan type lelaki yang gampang menyakiti hati wanita sayang" ucap Surya sambil meledek warna dengan gerakan matanya


"apa an sih mas hahhaha" jawab warna


"ayok" ajak surya


"ayok kemana mas" warna agak pucat pasi


"WO sayang kamu pikir kemana? hotel? hahahhaha " Surya tertawa


"apa an sih mas" warna malu dengan wajah kemerahan..


mohon like vote dan comment nya ya all


terimakasih

__ADS_1


__ADS_2