
"mama cantik, mama ngak boleh nangis diam diam lagi ya mah kayak dulu, mama seeing nangis malam malam di kamar Akbar " ucap Akbar menyentuh pipi warna
"mmm nak " jawab warna sambil mengangguk dan memeluk Akbar .
tanpa sepengetahuan warna, Akbar mengetahui semua setiap malam warna nangis di kamar nya, sehabis berdebat dengan Arsya , bahkan saat perang mulut pun Akbar mengetahui dan mengintip dari kamar nya tentu ia berpura pura tidur.
"Akbar bahagia kan nak? apa Akbar sedih mama mau nikah sama ayah Surya " tanya warna
"Akbar sangat sangat bahagia mama, sungguh " jawab Akbar
"aduhhh jangan sedih sedih dong hari ini please, ini awal dari kebahagiaan kalian kita, syukur make up nya mahal kalau ngak udah luntur tu bedak " ucap Desi dengan memakai gaun warna senada dengan warna dan keluarga besar yang lain.
" terpesona aku terpesona melihat wajah Kaka ku, sangat cantik " ucap Desi sambil melagu
"dek dek, heboh banget sih semuanya ,cuma lamaran pun" ucap warna karena ia berfikir semua ini berlebihan
" sudah sudah jangan ganggu warna lagi, ayok keluar , siap siap tunggu rombongan pihak laki laki, mereka sudah menuju kesini , ayok Des, warna tunggu di kamar dulu ya, tungguin orang jemput ,jangan keluar keluar" ucap bulek cerewet
"iya bulek " jawab mereka kompak
Yang di tunggu tunggu pun datang, rombongan keluarga besar Surya pun datang dari penginapan. Mereka membawa seserahan begitu banyak. tentu membuat bulek senyam senyum tak menentu karena ia yang paling bahagia seperti nya , tentu ia begitu bangga.
rasain kalian yang kemarin cemooh aku kan, kalian bilang warna janda kayak aku, tuhh cik edah lihat seserahan nya, jangan kan seserahan lamaran anak kamu kemarin , seserahan nikahanya aja lewat karena seserahan dari Surya hihihi ucap bulek dalam hati hihi
hihihi kaget tuh kayak nya orang kampung lihat mobil bagus semua berjejer depan rumah malaah ngak muat parkir , tuh kenak mental tu , ha' itu kan cik edah mampir kesana ah " sambung Bu lek
"cik edah hati hati nanti matanya keluar , ngeliat apa cik, ngeliat seserahan atau mobil mewah mewah itu" ucap bulek dengan bibir balas dendam
__ADS_1
" ini sekalian seserahan pas nikah besok kali ya cik " jawab cik edah
"ha" ya bukan lah cik, ini tuh cuma untuk lamaran, sebenarnya ini bukan apa apa, banyak kami tolak kemarin ini, jadinya segini aja deh yang di bawak, selamat menikmati kue nya ya cik, kami repot mau sambut calon besan dulu " jawab bulek lenggang lenggok meninggal kan cik edah yang lagi kesal
keluarga Surya telah duduk di kursi yang telah di siapkan , kata penyambutan dari pihak warna dan beberapa rangkaian acara pun sudah di lewati. Sekarang acara puncak yang di tunggu tunggu akan berlangsung.
Warna dengan di apik oleh Chika dan Akbar serta di iringi oleh Niko dan Attar di belakang , berjalan dengan anggun , begitu cantik dan mempesona . Tak hanya tamu undangan beserta keluarga Surya yang kagum dengan kecantikan warna, Surya pun terdiam dan sedikit ternganga melihat warna dengan balutan gaun berwarna Salem dengan make up yang tidak terlalu menor tapi memancarkan inner beauty warna.
"waaw beautifully" ucap Surya tanpa sadar
"Mas sabar , malu malu in aja sih " tegur bunda Kinara dan mencubit Surya yang berada di belakang Surya
para tamu undangan tentu senyum senyum sendiri dan tertawa mendengar hal tersebut.
Selesai sudah semua rangkaian acara hari ini, cincin berlian telah terpasang di jari warna .
"kak cuma tiga minggu lagi hari pernikahan Kaka, dan itu pun di kota di gedung, Kaka bisa bisa nya santai santai, santai sambil milih gaun , baju pernikahan atau apa keg kak, ini kok kayak ngak ada beban sih " ucap sari
"dia pengantin, kenapa harus dia yang kamu suruh mengurus semuanya itu sar, kita kan ada " ucap bulek membela warna
"mana tau kita gaun impian nya kak warna Bu lek" jawab sari sambil merapikan rumah
"Itu di kota ntar nak Surya yang ajak warna mencari baju itu " jawab bulek
"lagian kenapa sih Bu kek, kok nikah nya ngak di kampung kita aja, di rumah kita aja" tanya warna kesal
"ngak bisa gitu nduk, jangan mau menang sendiri, nak Surya tentu juga banyak rekan kerja dan sanak tauladanya yang penting penting di kota, kasihan kalau acara nya di rumah kita kejauhan, lagi pula sehabis acara di kota, kita juga akan mengadakan acara syukuran nduk, " jawab ayah warna
__ADS_1
" benar kata ayah mu na, keluarga mereka orang orang penting tapi jauh dari kata sombong, tentu mereka punya rekan rekan bisnis dan lainya untuk di undang, ngak cocok acara nya di kampung kita nak, nurut aja deh yah" jawab Bu lek
" kapan lagi coba kak, kita pergi nikahan nya ke gedong besar, hihihi pasti menyenangkan" ucap Desi
taring tring, bunyi pesan masuk ke handphone warna
✉️ pelangi, besok siang kami pulang ke kota, ikutan sekalian aja ngak? atau gimana ?" pesan dari Surya
✉️ oo iya ya, masih ragu aku mas, nanti tanya anak anak dulu ya mas, atau apa aku pulang bareng mas aja ya? jawab warna
✉️ ya udah tanya ayah dulu deh, lagi pula esok pagi aku jugak ke rumah kok " jawab Surya
dari kapan mas Surya panggil ayah ku dengan sebutan ayah ya "warna dalam hati sambil senyum senyum sendiri
✉️ oke mas " jawab warna
"yah, mas Surya bilang ,besok siang mereka pulang ke kota yah, apa aku sekalian aja atau gimana ya yah " tanya warna bingung
" teserah mana baik nya aja nduk, di kampung dulu berapa hari ngak apa, ayah bahagia" jawab ayah warna
" pulang saja bareng meraka besok, banyak yang akan mereka siapkan, belum lagi pekerjaan nya menuggu, bukankah Akbar juga sudah sekolah" jawab bulek
" kayak nya bulek benar kali ini kak, karena tiga Minggu lagi Kaka akan menikah, belum lagi pekerjaan Kaka di butik, kasihan tu teman Kaka ngurusin sendiri" jawab sari
" kali ini aja buk de benar? kemarin kemarin salah? " semprot bulek 😁
"ehh ngak bulek, bulek benar terus kok, ciyus deh " ucap sari senyum manis
__ADS_1
" iya ya nanti deh warna pikirkan lagi " jawab warna masih bingung , karena di sisi lain ia masih mau tinggal berapa hari lagi di kampung halaman nya, mau menikmati kebersamaan dengan keluarga nya, tapi di sisi lain yang di ucapkan Bu kek dan sari semuanya benar.