
Setelah Arsya pergi, warna dengan yang lainnya , duduk dan lagi berbincang di depan rumah.
"makasih ya mas Surya , sudah bantu saya, tapi bukan kah tadi waktu di telfon mas Surya .." ucap warna
"iya, tadinya saya dan anak anak memang lagi di dalam mobil, kami memang mau pergi ke rumah nya Shindy, anak anak rindu sepupu mereka Kinara" Surya memotong pembicaraan nya warna
"tumben sich anak anak mintak main kesini, biasanya kami yang kesana, hmmm atau mas Surya kali yang mau kesini Hem Hem " bunda Kinara ngeledek Surya
"batuk minum dek" balas Surya untuk mealihkan ejekan adik sepupunya
"hmm terus saya masih penasaran, kok tiba tiba mas Surya datang begitu aja tadi ya" tanya warna penasaran
"jadi gini kak, tadi bunda Kinara sama mas Surya mau kerumah kakak, mau bicarain perceraian kakak " timpal bunda Shasha
"iya na, selagi saya disini jadi lebih baik kita atur schedule sekarang saja dan persiapan semua persyaratan untuk ke pengadilan biar kamu ngak terlalu repot , kasihan anak anak kalau kamu harus keluar " ucap surya agak gerogi
"kenapa saya jadi begini ya, kan warna sama seperti klien lainnya , kok grogi gini ya" Surya dalam hati
"aman mas? hehehe" iseng shindy
__ADS_1
"apaan sich dek" jawab surya
"Seperti yang saya bilang tadi via telfon ya na, kamu siapkan semua berkas yang saya sebutkan tadi , besok akan saya ajukan ke pengadilan " Surya mengalihkan pembicaraan
"baik mas, semua yang mas sebutkan tadi akan saya siapkan secepatnya, siang besok akan saya antar langsung ya mas termasuk dengan Vidio terbaru tadi pagi " jawab warna
"baik na, besok saya kabari lagi dimana kita berjumpa nya " ucap Surya
"hmmm mas tega liat warna keluar anterin berkas tersebut, anak anak tinggal dong, mas sendiri aja yang jemput kenapa sekalian gitu mas " ucap shindy
"sekalian apa dek" tanya Surya
"PDKT , pendekatan sama siapa dek", tanya Surya
"eh maksud aku, pendekatan Niko dan Chika ke adik mereka Kinara , maksud ku mas heheh" bunda Kinara nge less
"eh ngak usah mas, tenang aja saya bisa kok , jangan dengerin omongan bunda Kinara mas, besok saya aja yang antar ke mas" ucap warna ngak enak
"ya udah na, besok saya kabari aja lagi, kalau gitu saya pamit dulu, kalau Arsya datang lagi ngak usah bukain pintu ya na " ucap Surya kaget ,
__ADS_1
"kenapa harus aku yang larang larang warna ya, kalau ia membatalkan perceraian nya, itukan hak nya dia, bukan urusan ku, tapi kan ah sudah lah", Surya berbicara dalam hati
"iya mas, makasih mas " ucap warna
"sama sama , saya pamit dulu, assalamualaikum" ucap Surya sambil berdiri, yang di ikuti oleh bunda Kinara
Malam sudah tiba , warna dan anak anak lagi asyik bermain di depan televisi, hingga terdengar seseorang mengetuk pintu.
Brak..
"kamu, mau apa lagi sich mas" tanya warna kesal
" hai anak papah sayang, Akbar sama Attar, kangen ngak sama papa, papa kangen, bukak in papa pintu dong nak, mamah lagi marah ini sama papa , mamah ngelarang papa masuk, bukak in pintu untuk papa dong nak" ucap Arsya lembut merayu Akbar dan attar, tapi sayang mereka tak menganggapi perkataaan Arsya.
"setelah Akbar bukak kan pintu , nanti kita main robot dan mobil mobilan, sekarang bukak kan pintu buat papa dulu ya nak, ayok nak" rayu Arsya
"Akbar mau nya main mobil mobilan dan robot robotan itu kemarin, sewaktu papa menolak ajakan Akbar, akbar mau seperti kawan kawan Akbar lainya, yang selalu main bersama ayah mereka bukan seperti Akbar" ucap akbar sendu
Maaf ya semuanya up nya tengah malam , harap maklum ....
__ADS_1
jangan lupa like Vote ya..