
tok tok tok ketukan pada pintu kamar warna
"iya " warna serak
"Bu lek, kok malam malam ketuk kamar warna " ucap warna sedikit terkejut membuka pintu Karena di didepan pintu kamar warna adalah bulek katini
"malam apa nya si na, udah shubuh sekarang cepat mandi , tukang make up udah datang tu" ucap bulek melirik mbak mbak di belakang kamar
"ha' tukang make up??" warna terkejut karena ia tak pernah mengunjungi salon atau sebagai nya, jangankan ingat make up atau salon, malah warna mikirnya dandan sendiri aja dan secukupnya saja karena menurut nya kan hanya lamaran, lagian bukan lamaran pertama juga .
"iya nak Surya yang atur semua kata mbak mbak ini" jawab Bu lek
" hallo mbak warna saya Sinta dan ini rekan rekan saya , kami di hubungi mas Surya untuk membantu mbak Surya berdandan di acara lamaran nanti mbak" jawab salah satu mbak mbak make up tersebut
"sekarang mbak?" jawab warna bingung, karena memang masih shubuh, bahkan adzan barusan berkumandang
"iya mbak, mbak mandi dulu aja dan sholat, soalnya takut terburu buru kita nanti mbak, mandi nya ngak usah lama lama ya mbak, kedinginan juga nanti, soalnya yang meluk kan belom.ada hehehe becanda mbak pish" jawab sinta becanda
"hihihi suka becanda juga kamu, ya udah aku mandi dulu ya" jawab warna
"iya mbak, kami siapkan peralatan make up nya terlebih dahulu ya mbak, selagi mbak mandi " jawab Shinta
"oke mbak" jawab warna
Lebih kurang 20 menit, sekarang warna cuma bisa duduk di atas kursi pasrah dengan team make up yang di pesan kan oleh calon suami nya.
"mbak jangan tebal tebal ya, nanti ngak mirip saya Lo, nanti orang kaget, kecantikan padahal aslinya ngak " ucap warna karena dia merasa lapisan nya terlalu banyak
"ngak kok mbak, kita buat seperti natural aja, tapi elegan, tidak menghilangkan bentuk wajah, cuma mengeluarkan dan memperjelas kecantikan mbak warna aja, mbak aslinya kan emang udah cantik " jawab rekan Shinta yang lain
"heheh ternyata ngak hanya cowo yang bisa gombal, orang salon juga heheh" jawab warna asal
sudah menunjukkan pukul 6.30, warna tinggal sesi pinishing, sedangkan anak anak warna juga sudah di persiapkan oleh adik adik nya,
"udah dua jam Lo mbak, kok masih belum selesai " tanya warna heran
__ADS_1
"sedikit lagi mbak" jawab Shinta
"oke sekarang mbak pakai sepatu lagi ya, baru berdiri dan silakan berkaca apakah ada yang kurang atau gimana " cuit Shinta
tanpa menjawab warna memakai sepatu yang serasi dengan gaun yang ia pake, lalu berdiri menghadap kaca
"ha' " warna ternganga tak percaya dengan apa yang ia lihat
"ini aku? kok beda? perasaan dulu pertama lamaran atau nikah pertama aku ngak secantik ini, wahh tangan mbak Shinta berserta rekan rekan nya memang ajaib, keren saya suka mbak, makasih ya mbak" jawab warna memuji team make up tersebut
"tak perlu berterima kasih sama kami mbak, toh memang mbak yang cantik kok, kami cuma menonjolkan kecantikan mbak aja " jawab Shinta
"b.t.w keluarga aku anak anak ku, kok hening tanpa suara ya mbak, kemana mereka ya" tanya warna karena memang ngak ribut seperti biasa nya
"paling di kamar satu lagi mbak, lagi bersiap siap sama team saya yang lain" jawab Shinta sambil mengemasi peralatan make up nya
"team mbak yang lain maksud nya apa ya" waran kebingungan
"iya mbak, jadi saya kesini itu ada 8 orang tadi mbak, kami yang handle mbak, yang lain nya handle keluarga besar mbak" Jawab Shinta enteng
"8 orang?? wawww banyak juga oo ya mbak, boleh nanya ngak mbak" tanya warna
"bayaranya mahal ngak mbak"? hehehe maaf ya mbak aku lancang karena seumur umur aku ngak pernah di giniin mbak ciyus mbak, wajah aku berubah banget, biasa nya aku cuma make salon depan jalan besar itu mbak" jawab warna
"hihihi mbak mbak, nanti setelah mbak menikah dengan mas Surya mbak juga akan sering ketemu saya kok heheh apa lagi kalau udah mau acara keluarga atau acara kantor mas Surya, pasti saya akan datang ke rumah mbak besok" jawab Shinta
"jadi mbak, udah kenal lama sama mas Surya mbak" tanya warna penasaran
"udah mbak, saya langganan make up nya keluarga mas Surya dari almarhum istri nya terdahulu mbak, eh maaf ya mbak saya ngak sengaja" ucap Shinta
"heheh ngak apa kali shint, biasa aja, Napa minta maaf kamu ngak salah, nama nya aja masalalu dan takdir ngak ada yang tahu Shint" jawab warna
"hehehe iya mbak, mbak baik banget pantasan mas Surya terklepek lepek" jawab Shinta
"kamu bisa aja sih Shinta, Shint pasti mahal ya " tanya warna
__ADS_1
"mahal apa mbak" tanya Shinta pura pura ngak tahu
"inii honor nya heheh " jawab warna sambil menunjuk wajah nya
"bagi mas Surya mah secuil mbak, heheh" jawab Shinta
"emang yang kali ini berapa shint" tanya warna
"emang benar mau tahu" tanya Shinta balik
"iyaaa hooh kepo" jawab warna
"hmmm totalnya belum aku hitung mbak, soalnya total keluarga mbak aku belum tahu berapa an hehe " jawab Shinta
"emang aku aja berapa Shint" tanya warna penasaran
" hmm udah diskon loo ini hahahhaha" Shinta mengangkat jari nya 5
"ha' 500 mahal juga ya Shint, aku salon depan aja cuma 150 heheh tapi jemari jemari mu jauh beda Shint, seratus persen beda" jawab warna mmbuat rekan rekan Shinta tertawa
"kenapa kalian " tanya warna heran
"mbak mbak bukan 500 tapi 5 juta mbak" jawab salah satu rekan Shinta
"ha' 5 juta untuk aku doang , mas Surya kok mubazir banget, make up untuk lamaran 5 juta , gimana nikah nya besok ya" tanya warna shock dan Shinta berserta rekan nya tertawa terbahak bahak
"warna udah selesai?" bulek nongol dari pintu , warna ternganga
"wah cantik nya kamu na, kamu berhak bahagia nak, semoga ini awal kebahagiaan mu ya nak" kata bulek
"Aaamminn, Bu lek, ini bulek Katini kan? cantik banget bulek, make up nya mantul, bulek jauh lebih mudah deh, " warna memuji bulek nya , bulek katini memang tampak lebih muda di tambah dengan gamis yang berwana peach yang terkesan lembut membuat siapa saja yang memakai kelihatan cocok.
"ngak usah kaget gitu, bulek memang cantik kok, ya sudah kalau gitu kamu tunggu di kamar aja ya, sampai ada yang jemput dan panggil kamu, ngerti kan, sebentar lagi rombongan Surya sampai" jawab bulek katini
"iya bulek " jawab warna
__ADS_1
"cantik nya mama" Akbar di depan pintu
"nak " jawab warna sendu, ntah apa yang ada di pikiran warna, ntah sedih, bahagia, haru tentu campur aduk..