
"Kau hanya bercanda kan kau tidak serius kan?"
"Aku sangat serius dan aku tetap dalam pilihan pertama ku, Irene adalah yang terakhir bagi ku dan tidak akan ada lagi yang lain"
"Jadi hanya untuk itu kau memanggil ku ke sini hanya untuk membuat suasana hati ku hancur begitu!"
. "Ya!"
"Bajingan!!"
Jennie meninggalkan Joe yang mematung dengan perasaan sedih dalam hatinya
Joe tidak bergerak untuk beberapa saat, hati nya merasa sangat pedih dengan umparan dan kepergian Jennie saat itu
"Cih kenapa harus seperti ini, aku tidak punya kesempatan lagi?". Joe duduk diantara kursi di sana dia memegang kepala nya yang terasa berdenyut kencang dengan keadaan nya sekarang
"Tuan!"
"Suga... Apa yabg kau lakukan di sini?"
"Ini sudah yang ke dua kalinya bukan?". Suga menekan pundak Joe hingga pria itu tidak dapat bergerak
"Apa maksud mu"
"Kak Joe aku akan bicara sebagai adik mu sekarang, kau adalah pria paling bodoh dan paling payah yang pernah ku temui!"
"Sialan! Apa...". Joe ingin memaki, tapi tatapan tajam dan berani Suga membuat pria itu merasakan tekanan batin yang sangat
"Kak Joe kau tidak kah kau ingin berjuang sedikit pun untuk wanita itu!"
"jangan sok tahu Suga kau terlalu...."
"Ya aku terlalu muda di bandingkan kalian, tapi aku cukup dewasa di bandingkan cara berpikir mu itu"
Joe begitu kesal hingga dia menendang kaki kursi Suga yang kini sudah duduk di depan nya, Suga masih dalam posisi nya bahkan sekarang terlihat tegas dan menyeramkan
"Sudah lah aku malas berdebat dengan mu, dan apapun itu aku tidak akan menerima Jennie, ku pikir dia tidak cukup tulus untuk menerima ku"
"Aku tahu jika kau tidak sungguh- sungguh mengatakan nya"
"...."
__ADS_1
"Kak Joe jika kau benar-benar menyukai Jennie kau harus berjuang dan merubah hidup mu sepenuh nya untuk dia bukan memberikan nya pada pria lain"
Joe teridiam dia menunfuk sekarang dia ibarat manusia yang berada di dua pinggir jurang, pikiran nya melayang ke segala arah dengan kecemasan dan penyesalan
"Aku sudah melihat nga tadi, termaksud Jennie yang menguping pembicaraan kalian, wanita itu gemetaran melihat kekejaman mu tapi dia berusaha kuat untuk tetap berdiri juga untuk menemui"
"Dia hanya ingin menghargai ku"
"Dia mencintai mu Kak, lebih dari apa yang kau bayangkan"
"Tahu apa kau tentang dia!". Joe sangat kesal, dia merasa sabgat dekat dengan Jennie hingga dia tidak suka dengan pria lain yang mengetahu Jennie lebih dari dirinya "Katakan apa kau juga memata-matai nya, kau tidak berhak Suga!"
Sudah menolak dua kali malah bertingkah dan cemburu, bisa-bisa nya aku setia pada orang bodoh seperti mu. "Kau tahu kenapa kau bisa hidup sampai sekarang?"
"?"
"Darah Jennie mengalir dalam tubuh kak"
Jantung Joe berdetak begitu cepat dia ingat betapa lemah nya dia beberapa bulan lalu dan tembakan yang menyebapkan nya kekurangan darah
Dia sembuh karena berpikir jika darah nya cukup karena Kevin dan juga Suga mencari darah langka itu untuk nya
"Jangan bilang...". Joe gugup
"...."
"Nona Jennia bahkan tidak ingin seorang pun tahu jika dia menyumbangkan darah nya hanya aku yang tahu dan dia menyuruhku untuk tutup mulut"
"...."
"Nona Jennie bisa berjuang sejauh itu untuk mu tapi kau malah bertindak bodoh dan konyol, aku tidak tahu apa yang ada di benak mu tapi aku yakin jika pandangan nona Jennie bahkan sebelum dia menyatakan perasaan nya untuk mu kau juga sudah nyaman dengan nya"
"..."
"Jangan bohongi diri mu Kak, katakan jika kau ingin bersama nya kau tidak bisa mengubah masa lalu mu tapi masa depan mu ada di tangan mu"
Perkataan Suga bahkan sudah menjadi obah sekarang, Joe tidak percaya dengan dirinya sendiri
Dia menyakiti Jennie berulang kali hanya karena pikiran bodoh nya, Joe berdiri sesaat hingga pikiran nya tertuju penuh pada wanita yang dia inginkan dan sekarang dia hanya ingin menemui nya
"Kak mau kemana kau!". Suga terkejut melihat Joe yang yiba-tiba berdiri dan keluar dari sana seperti orang gila
__ADS_1
"Jennie!!! Buka pintu nya!!". Joe berteriak di depan kamar Jennie tampa peduli situasi yang sudah malam dan sepi "Jennie!!"
Tak Kunjung mendapat sautan Joe membuka pintu yang tidak terkunci itu dia memutuskan masuk dan tidak menemui wanita itu di sana"Jennie di mana dia !"
Joe tidak menemukan seorang pun di sana membuat hati kecil nya khawatir dia keluar dan menoleh kesana kemari memastikan keberadaan wanita nya
"Sial! Di mana dia!". Joe sedikit frustasi dia haru menwmui wanita itu sekarang dan saat ini juga
Di tengah kebingungan pria itu pikiran nya tertuju pada satu tempat, tempat pertama kali mereka vertemu dan juga sering menghabiskan waktu
Melihat pemandangan indah dari tempat yang tinggi itu
"Atap!". Jennie kau pasti ada di sana maaf kan aku, aku memang sangat bodoh
Joe berlari ke atas gedung itu tidak peduli dengan peberangan yang kurang hanya ada Jennie dalam benak nya
Ketakutan pada hal yang mistis tidak menghalangi nya lagi, hingga dia berada di atas sana dia tidak langsung menemui siapa pun kecuali suara tangisan
"Jennie". Joe berjalam pelan dan menghampiri asal suara itu
"Hiks... Suho kenapa semua pria menjauhi ku, apa aku begitu jelek dan juga jahat tidak ada orang menyukai ku!"
"Shutt... tenang lah Jennie, kenapa kau harus memikirkan perkataan orang lain kau cantik dan pintar semua orang mengagumi mu"
"Tapi Joe menolak ku"
"dia bukan menolak mu, dia tidak pantas untuk mu"
"Tapi..."
"Tidak ada tapi-tapi fokus pada diri mu dan juga masa depan mu okey"
Suho memeluk dan medekap wanita yang sedang rapuh itu dalam pelukan nya membelai berulang rambut halus Jennie yang teruai
Pemandangan yang begitu dekat dan mesra membuat hati Joe teriris perasaan nya lebih teriris ketika penyebap kepedihan Jennie tidak lebih karena dirinya sendiri
"Jennie...". Joe semakin ragu untuk mendekat dia takut jika Jennie akan menolak nya
Pandangan Joe bertemu pada pandangan Suho yang langsung menatap nya tidak suka
Cih untuk apa dia di sini menyebalkan sekali! . Suho semakin mengeratkan pelukan nya agar Jennie tidak mentadari keberadaan Joe di sana "Shut!!!"
__ADS_1
Suho memberikan intruksi agar Joe tidak mendekat
Kau pikir aku tidak tahu siasat mu huh, aku harus bertemu Jennie saat ini, aku tidak akan membiarkan nya memusuhi ku barah sedetik pun!