
Irene sedang menikmati waktunya berjemur di luar bersama Kevin, hari itu adalah weekend dengan setia Kevin duduk di samping wanita itu
Irene mengizinkan Kevin untuk mengelus perutnya karena sebelumnya Irene dapat melihat gelagat Kevin yang salah tingkah
Pria itu begitu senang ketika Irene memberikan perutnya untuk dia elus entah mengapa Irene sangat merasa nyaman bayi yang berada dalam kandungan Irene sampai ikut senang
Para pelayan di rumah itu sangat senang melihat pemandangan itu, mereka tampak seperti keluarga kecil yang bahagia, dan agi Kevin sangat jarang marah ketika Irene tinggal di sana
Mereka tidak tertekan batin lagi oleh sikap Kevin yang berubah-ubah
Biasanyaa dia akan tetap bekerja atu melkukan aktivitas lain tapi sejak Irene ada di sana dia memberi semua perhatiannya pada wanita cantik itu
Bahkan Ibu Kevin yang berada di negara Belanda, Zuneth sangat senang menerima berita gembira itu, akhirnya ada seorang wanita yang mengubah sifat putranya
Zunneth juga mendengar informasi Irene dari badan intel keluarga mereka, Zuneth tidak peduli keadaan wanita itu , dia sudah mengubah putranya
Wanita itu lebih dari cukup dari pada wanita murahan di luar sana yang hanya menincar harta, dan Zuneth juga sudah bosan mendengar gossip jika putranya adalah seorang Gay
Dirinya sangat tahu jika putranya tidak ingin dekat dengan wanita manapun selain Ine wanita yang di sebut-sebut oleh Kevin ketika dirirnya koma pasca kecelalkaan yang menimpanya
“Kevin kenapa kau tidak healing ke luar saja aku tidakapa jika di tinggal sendiri ada pelayan yang akan menemani ku di sini”
“Huh”. Kevin membuka kaca mata hitamnya menatap Irene yang terbaring di dekatnya “Aku malas kau ada di sini untuk apa aku keluar, melihat mu saja aku sudah terhibur”
“Aku serius Kevin!”
“Aku juga!”. Pria itu membalas singkat lalu memakai kaca mata hitam nya kembali “Apakah kau bosan di rumah saja, kau hanya membaca buku seharian”
“Ya apa boleh buat, aku akan seperti itu sampai Kenzo lahir”
“Kenzo?”
“Iya namanya adalah Kenzo”. Perkataan Irene membuat Kevin tersenyum malu, nama awalan bayinya sama dengannya
“Nama yang bagus”. kenzo tersenyum bahagia
Seorang pelayan datang menemui mereka “Tuan Maaf ada tamu yang menunggu anda”
__ADS_1
“Suruh mereka kesini saja”
“Baik Tuan”
Sesuai perkataan Kevin kemarin, Pria itu mengundang teman-teman Irene untuk mengunjunginya Irene begitu senang ketika empat wanita itu mengunjunginya
“Kalian datang”. Irene dengan senang menyambut mereka, wanita itu duduk untuk menyapa mereka Kevin dengan sigap membatu Irene untuk duduk
Mereka memaksa senyum mereka untuk membalas sapaan Irene, walau senyum mereka terlihat sangat kaku
Sementara empat wanita itu sedang gugup, Kevin ada di sana dengan wajah datarnya juga terlihat sedikit kesal karena ada dua orang pria yang tidak di undang juga ikut berkunjung
“Untuk apa kalian berdua di sini?”. Kevin menatap tajam dua pria itu, Justin dan Harry
“Memang kenapa, kami hanya menemani wanita-wanita cantik ini mengunjunngi seekor singa”. Harry berbicara datar sambutan Kevin sangat tidak ramah
Irene dapat melihat ke empat teman nya tidak nyaman, mereka tidak berani berbicara dengan bebas karena ada Kevin di sana
“Kevin aku sudah selesai berjemur, kami akan masuk ke dalam rumah”. Irene minta izin kepada pemilik Mansion itu
“Baiklah aku akan membantu mu berjalan”. Kevin berdiri hendak membantu wanita cantik itu
“Kau yakin? aku tidak yakin dengan mereka bagaimana kalau mereka lengah dan kau bisa saja terjatuh”.Pikiran Kevin sangat negatif dia selalu berpikri seperti itu, jika dia tidak memastikanya secara langsung
“Aku baik-baik saja Kevin percayalah pada ku”
Dengan berat hati Kevin membiarkan para wanita itu masuk ke dalam rumah,dia memandang kesal pada Justin mereka akan menjadi objek kemarahan kevin
“Huh Syukurlah kami hampir tidak bisa bernafas di sana Irene”. Laura menghirup oksigen sebanyak-banyaknya
Lea dan jennie juga tampak sesak, Irene tidak mengerti kenapa ke empat orang itu benar-benar menakuti seorang Kevin baginya Kevin itu tidak lah seram melainkan menyebalkan
“Oh Ya Irene aku membawa ini untuk mu”. Lea membawa sebuah cemilan manis untuk Irene, wanita itu menerimanya dengan mata berbinar
“terimakasih Lea aku sudah sangat merindukan makanan yang kau beri”. Irene nampak sangat menikmati cemilan itu
Sementara Jennie sangat rindu untuk mengelus perut buncit Irene, wanita itu dapat merasakan kaki bayi itu menendang
__ADS_1
“Ah biarkan aku mengelus perut mu Irene”. Jennie sudah berada di samping Irene dia mengelus perut Irene
“Kapan kau akan melakukan operasi?”
“Dokter mengatakan bahwa aku akan melakukan operasi se minggu lagi, lebih cepat dari waktu yang di tentukan”. Irene tersenyum dia tidak sabar lagi menunggu
Keempat wanita itu ikut senang dengan berita itu, mereka akan melihat bayi tampan Irene nanti
Mereka berlima saling berbagi cerita bagaimana keadaan kantor berubah menjadi lebih menyeramkan dari pada sebelumnya
Irene sangat terhibur dengan cerita mereka, baginya kevin itu tidak seseram yang mereka ceritakan pria itu sangat perhatian walau sedikit menyebalkan
Sementara tiga pria di luar sana saling menatap tajam, Kevin sangat kesal dia memang mengizinkan para wanita itu berkunjung
Tapi mereka mengambil Irene dari hadapanya, hanya weekend pria itu mengahabiskan 24jam harinya bersama wanita itu, mood nya sangat bagus ketika ada Irene di sampingnya
“Ayolah Kev, kau membuat para wanita takut dengan tatapan mu itu”
“Ya Harry benar, kau lebih menyeramkkan dari ghost”. Justin berbicara seperti teman jika di luar dari kantor mereka juga sudah kenal lama ketika berkuliah
“Aku akan memotong gaji kalian, nanti”. Kevin ketus
“Ya terserah dengan kau saja, yang kami harap adalah wajah mu itu bisa berubah sedikit hangat jika Irene sudah melahirkan, bayinya bisa menangis sepanjang hari jika melihat sorot mata mu”.
Harry membuat candaan, tapi Kevin menanggapinya dengan serius
Dia sedikit berpikir bagaimana jika Kenzo sudah lahir, sekarang dia sudah berpikir jauh dia akan meneman Irene melahirkan seperti seorang suami
Pria itu senyum-senyum sendiri hanya dengan membayangkannya saja dia sangat bahagia dengan imajinasinya sendiri
Membuat dua orag di depannya bergidik ngeri
“Kevin hentikan senyuman mu itu, kau nampak seperti psikopat”. Perkataan Justin langsung membuat wajahnya kembali masam perkataan Justin menusuk hatinya yang terdalam
Harry tertawa terbahak-bahak mendengar perkataan kejam Justin, pria itu tidak memikirkan perasaan Kevin yang sudah mengintropeksi dirinya sendiri
“Diam kalian sial*n”
__ADS_1
Kedua pria itu tidak menerima perintah di luar jam kerja Kevin adalah sahabat mereka sekarang