
"Jennie!"
Jennie menguraikan pelukan erat Suho, saat mendengar namanya di panggil orang yang dia kenal
"Joe!"
"Ayo kita bicara sebentar". Joe yang tadi nya berjarak agak jauh dari kedua orang itu kini mendekat dan menarik tangan wanita yang dia inginkan "Ayo Jen, kita harus bicara sekarang"
"Jangan! Kau pasti akan menyakiti nya lagi!". Suho juga menarik salah satu tangan Jennie membuat wanita itu berada di sisi tengah kedua orang yang saling menatap tajam itu
"Ini bukan urusan mu lepaskan dia!".
"Kalian lepaskan aku, tangan ku sakit!". Tangan ku sakit sekali, ada apa dengan mereka
"Jennie ikut dengan ku ada yang harus aku bicara kan kumohon ayolah". Joe mencengkram tangan Jennie begitu erat tapi perkataan pria itu begitu sangat lembut
"Tidak jika kau hanya akan mengatakan hal yang tidak perlu".
Penolakan Jennie terasa begitu menyakitkan di telinga, dan menjadi sebuah senyum di bibir lawan nya
"Dengar Jennie sudah menolak mu, jangan paksa dia jadilah seorang pria!".
"Cih kau pikir aku akan mengalah begitu!".
Joe tidak ada pilihan lain kecuali menggunakan caran andalan nya
Bukkk!!!. Joe memberikan bogem mentah pada Suho, hingga membuat pria itu jauh teraungkur, sedangkan Jennie menutup mulut nya Joe begitu menakutkan hingga membuat nya takut
Tapi Joe memberikan tatapan lembut yang berbeda dari perilaku nya
"Kau mau ikut dengan cara yang atau di gendong huh".
"Jennie jangan ikut dengan nya...". Suho merintih kesakitan di bawah sana
Tidak ada yang bisa menolong nya karena Jenne sendiri sudah di cekal oleh Joe
"Jangan membuat ku memasksa mu Jen, kau tahu itu akan menyakiti ku juga!". Joe sudah memasuk kan wanita itu dalam dekapan nya hingga Jnenie merasa sesak
"Aku tidak mau!!! Kau pemaksa aku ....!!". Jennie mencoba memberontak tapi Joe yang memiliki tubuh yang jauh lebih besar sudah mengangkat tubuh mungil itu dengan mudah
Suho tidak mampu berbuat apapun karena kepalanya serasa pusing karena pukulan Joe
__ADS_1
Sial tidak salah jika bajingan itu adalah seorang gangster berdarah dingin kepala ju serasa pecah!!!. Suho mencoba menetralkan pengelihatan nya hingga kembali ke normal namun dua orang yang dia cari sudah tidak ada di sana
Sementara Joe sudha berhasil membawa wanita nya ke ruangan pribadi nya untung nya Kenzo sedang bersama dengan Irene
Setidak nya bocah kecil itu tidak akan melihat drama antara diri nya dan Jennie
Jika Kenzo melihat ini pasti dia akan marah pada ku, tangan nya bahkan sudah memerah aku pasti sudah keterlaluan. Joe menatap tangan Jennie yang memerah karena cengkraman nya pria itu sangat menyesal
"Joe apa yang kau lakukan Huh!". Jennie berteriak marah ketika Joe menurunkan nya di ranjang pria itu
"apa yang ku lakukan? Aku hanya ingin meminta mu mendengarkan tapi kau harus di beri pemaksaan".
Jennie begitu kesal mendapat perlakukan pria di depan nya dia juga bingung Joe memarahi dan mengusirnya tapi beberapa pria itu sudah menarik nya lagi sesuka hati
"Apa yang kau ingin kan Joe!"
"Apa yang ku ingin kan kau bertanya berulang kali". Kenapa aku semakin gugup huh aku jadi tidak tahu harus bilang apa
Jennie semakin kesal saja dengan jawaban pria itu hingga dia mencoba keluar dari ruangan itu dari pada membuat nya semakin sesak
Joe menjadi bingung tapi tubuh nya bergerak sesuai naluri dia kembali menahan Jennie untuk duduk di sana
Pria itu mendekatkan wajah nya hingga kening mereka bersatu, Joe hanya memejamkan matanya hingga dirinya dan wanita itu tenang
"Maksud mu?". Jennie menatap lekat pria yang berjarak dekat dengan nya itu jantung nya berdetak begitu cepat dengan perlakuan pria itu
"Kau sudah tahu masa lalu kan, betapa kelam nya masa lalu ku, kau masih mau bersama ku"
"....". Jennie diam dia sudah di tolak tapi Joe seakan menarik ulur keinginan nya
Joe kini berjongkok dan menatap Jennie dari pangkuan wanita itu, pria itu memberi tatapan yang teramat lembut dan sedih
"Aku merasa tidak pantas hingga membuat ku salah mengambil keputusan, kau tahu aku sangat gugup setiap berada di dekat mu"
"Jangan berbelit belit Joe, kau membuat ku bingung!"
"Jennie aku ingin bersama mu"
"Huh?". Jennie bingung tapi wajah nya merona mendengar kalimat itu
"Aku ingin kau bersama ku, ayo kita buka lembaran baru bersama Jen"
__ADS_1
"Bukan kah kau menolak ku, kau bilang aku hanya menginginkan harta ku begitu kan!"
"Aku tidak serius mengatakan nya aku takut!"
"Takut?"
"Ya aku takut jika kau harus menjalani hidup dengan pria seburuk aku kau sudah mendengar percakapan ku dengan Suga itu membuat ku ragu Jen aku sendiri taku melihat kemabli masa lalu ku itu!"
Joe meluapkan segala isi hati nya bagaimana hati nya ragu akan dirinya sendiri dan hal lainya yang selalu hinggap di pikiran nya
"Jennie aku menginginkan mj bahkan sebelun kau menyatakan perasan mu dulu tapi apa aku pantas untuk wanita sebaik diri mu?"
Tangan Joe terulur untuk menyentuk pipi lembut wanita itu, mwngutarakan perasaan nya yang sudah tersimpan cukup lama
"Kau siap menerima masa lalu ku?". Joe bergetar karena kalimat dia ucapkan sendiri "Jennie aku memang pria yang payah terhadap perasaan ku sendiri, tapi jika kau memberikan ku kesempatan aku akan merubah nya"
"Kau..."
"Jatuh cinta dengan mu adalah sebuah keraguan bagi ku Jen, sebelum nya aku berpikir untuk melepaskan mu dan bersama dengan pria lain walau diri ku sendiri harus merasakan kepahitan tapi sekarang aku akan memilih satu hal lain aku akan bwrjuang untuk mu sama seperti kau berjuang untuk hidup ku"
"Berjuang untuk hidup mu?"
"Jangan pura-pura bodoh Jen, aku tahu jika sekarang darah mu sudah mengalir dalam tubuh ku"
"Kau tahu dari mana...?"
"Kau tidak perlu tahu, sekarang yang perlu kau pikirkan hanya hidup bersama ku atau tidak?"
Jennie mengigit bibir bawah nya dia senag tapi ini terlalu dramatis penolakan dan penarikan terjadi dalam satu malam itu dia bahkan tidak sempat berpikir
"Jennie!"
Jenie mengangguk berkali-kali bibir nya tidak sanggup mengatakan sepatah katapun hati nya gembira luar biasa
"Kau mau hidup dengan ku, kau menerima masa laluku huh?"
"Joe aku tidak membenci masa lalu mu dan aku menerima mu tapi aku tidak menerima satu hal dari mu"
"Apa itu"
"Ketidak percayaan diri mu"
__ADS_1
"Maksud mu?"
"Joe jika kita hidup bersama aku ingin kau percaya sepenuh dalam ikatan kita, masa lalu mu tidak menjadi alasan untuk membuat mu mengakhiri ikatan yabg kita buat"