
Julia meregangkan tubuhnya setelah dia terlelap cukup lama di siang itu dia karena tidak bisa beristrahat dengan tenang di pesawat
Wanita itu keluar berharap menemukan pria yang di cintai nya di sana dan benar saja Kevin keluar dengan keadaan rapi seperti nya dia hendak keluar
Julia merasa kesal karena tidak lama setelah dirinya keluar Irene juga keluar mereka sama-sama rapi
"Kalian mau kemana?". Julia menghampiri kedua orang yang bergenggaman tangan dengan mesra iu
"Kami mau makan malam di luar". Irene memberi tatapan mata sinis pada wanita itu
Sedangkan Kevin hanya memalingkan wajah nya dia bahkan tidak berniat menyapa wanita itu
"Kalau begitu aku ikut". Dengan tidak tahu malunya wanita itu meminta ikut, dia hanya ingin bersama Kevin tanpa memikir kan harga dirinya
"Terserah tapi kami tidak akan menunggu". Kevin menarik tangan istrinya keluar "Ayo sayang"
Pria itu merangkul istrinya dia akan tetap memperlakukan Irene seperti ratunya
Sialan padahal aku baru saja menjalankan rencana ku. Julia menghentakan kakinya dengan sebal tapi dia tidak membiarkan dua orang itu
Wanita itu tetap nekat untuk mengejar mereka dia berdandan dengan tergesa-gesa dia tidak ingin kalah cantik dari Irene
"Kau tidak bisa lebih cepat huh!". Julia meneriaki Coonor dia ingin cwpat mwnyusul kedua orang tadi
"Nona jalan sedang macet kita akan kena sanksi jika kita menerobos"
"Jadi aku melawan ku, kau ingin ku lapor pada Papa huh!!!". Julia memberi ancaman yang tak main-main Connor jelas sangat takut pada kekejaman Benyqmin dan sifat itu ternyata turun pada putrinya Julia
Mau tidak mau akhirnya Connor dengan berani mencap gas dengan kecepatan tinggi dan mereka dengan cepat sampai di restoran yang mereka tuju
Di sana Kevin dan Irene tampak hampir menelesaikan makan mereka
"ups ... Julia tampaknya kau terlambat". Irene bergelayut manja di lengan suaminya pria itu memberi usapan lembut pada istrinya
Dan itu berhasil membuat Julia semakin semakin memanas
"Lihat saja nanti aku akan membuat mu menyesal!". Julia berguman dengan pelan tapi Kevin dapat mendengar umpatan itu
"Kau menyumpahi istri ku?". Kevin memberi tatapan tajam
"Kevin... maaf aku hanya sedang kesal". Julia menghampiri mereka "Kau mau menunggu ku kan aku sangat lapar"
"Tentu saja kami akan menunggu mu kau kan tamu tidak baik mmebiarkan tamu makan sendirian". Irene membalas perkataan wanita tidak tahu diri itu
Sebenarnya dia tidak tahu jika melawan pelakor harus seperti itu tapi dia menghubungi semua sahabatnya
__ADS_1
Termaksud Cheryl semua sahabat Irene memberi sumpah serapah dan umpatan pada Julia bagaimana bisa dia dengan tidak malu menyelip di antara hubungan Irene dan Kevin sungguh tidak tahu malu
Apalagi saat ini Irene tengah mengandung anak dari Kevin Julia juga tahu tentang itu tapi dia sangat kejam hingga berencana membunuh wanita itu
Darah mafia telah mengalir di tubuh nya, Benyamin sudah mengajarinya banyak hal sejak dia kecil dia akan mendapatkan segala hal yang dia mau
Julia beranjak duduk di samping Kevin pria itu tidak mengjindar karena tahu seberapa besar usaha wanita itu dia hanya akan membuang waktu yamh bisa dia lakukan sekarang adalah menggenggam tangan Irene dengan erat memberitahu semua rasa yang dia punya
Dasar tidak tahu malu, kau bahkan sama menjijikan nya dengan Amanda huhh .... Kenapa banyak wnaita yang menginginkan suami ku Tuhan. Irene tampak mengeluh walau dia tidak mengucapkan nya Kevin sangat sadar dengan perasaan wanita itu
Kevin hanya bisa memberi kecupan singkat dan mendekatkan dirinya lebih erat dengan wanita itu
"Argghh!". Sebuah tembakan yang meleset tepat si samping kursi Irene
Julia hanya menatap datar dengan tersenyum miring itu sudah pasti ulah anak buah Benyamin
Dia melapor pada Benyamin saat Irene dan Kevin meninggalkan nya tadi, tentu saja Benyamin tidak membiarkan putrinya bersedih barang sedikit pun
Brakkkk!
Kevin membalikan meja makan itu dan Julia masih menguyah makananan nya
"Katakan! Itu ulah Ayah mu yang sialan itu kan! Katakan pada ku ja**ng!". Kevin tidak bisa lagi menahan emosi nya Irene hampur saja terluka karena wanita itu
Pria itu sudah membuat keributan besar
"Kenapa kau marah seperti itu sih, aku hanya mengadu sedikit aku tidak tahu papa akan bereaksi sejauh itu"
"sialan aku akan membunuh mu"
"Tuan Hentikan!". Suho bergegas menghalangi pria itu karena Kevin sudah melayangkan pukulan nya "Tuan anda belum menyelesaikan mereka jika anda menyakiti dia Nonya Irene dan Tuan Kenzo bisa saja dalam bahaya".
Suho memberi pergertian pada pria itu Justin dan Harry aedang berkerja keras untuk nya terutama Harry dia melakukan apa saja agar Kevin bisa bahagia dari sebelum nya
Kevin menenang kan diri dia sampai lupa jika Irene di sana
"sayang... sayang maafkan aku". Pria itu kangsung merasa cemas melihat istrinya yang meringkuk ketakutan
Tembakan itu sudah cukup membuatnya terkejut dan dia di buat lebih takut dengan amarah Kevin
Pria itu terlihat menakutkan dia tidak pernah melihat langsung sisi Kevin yang seperti ini, dia jadi mengerti kenapa teman-temannya menakuti suaminya dia bahkan lebih menyeramkan dari pada Joe dulu
"Sayang kau tidak apa..". Kevin hendak menyetuh lengan istrinya tapi wanita itu menghindar ketakutan "sayang maafkan aku"
Kevin langsung menarik istrinya dalam pelukan nya wanita itu bergetar ketakutan
__ADS_1
"Kau tidak akan melihat kejadian ini lagi aku berjanji". Kevin menggendong Irene keluar dari sana dia tidak ingin melihat Julia yang hanya akan membuat emosinya memuncak
Suho langsung mengikuto Kevin ada hal pentung yang harus dia laporkan beberapa saat lalu dia menerima informasi penting dari orang luar
Dia juga tidak mempedulikan Julia yang tersenyum wanita itu sangat puas sudah dua kali dia membuat Irene ketakutan dan menangis, ditinggalkan di restoran sendiri bukanlah masalah besar sekarang dia cukup bahagia dengan kejadian tadi
"Sayang Maafkan aku... ".
Kevin memberi banyak ciuman di wajah istrinya yang sudah terlelap dia memeluk wanita itu hingga Irene bisa tidur walau dalam kegelisahan
Dia bisa merasakan betapa takutnya Irene tadi dan dia sudah melakukan kesalahan besar dengan menunjukan sisi kelamnya
"Tuan.. ". Suho membuka pelan pintu itu dia tidak ingin membuat keributan mengetuk
"Apa yang kau lakukan...". Kevin berjalan pelan menghampiri Suho
"sebaiknya kita bicara di luar agar nona Irene tidak terganggu"
Kevin menganggukinya mereka mengambil ruangan yang tidak jauh dari kamar Irene, Kevin ingin sigap jika saja Irene terbangun nanti
"Tuan saya menerima laporan dari tuan Joe dan Badan Intel kita"
Kevin membuka setiap lembaran kertas itu dan dia cukup terkejut dengan semuanya
Orang-orang nya sudah berkhianat pafanya dan kembali pada Benyamin, Kevin bahkan sudah menggaji mereka dengan harga yang tinggi
Pria itu mengeram marah dia tahu jika Bahaya sangat mengintai istrinya sekarang dia meremas dokumen iu
Membuat Suho tidak berani berbicara lebih lanjut
"Tuan... Kendalikan emosi mu sekarang itu baru permulaan dari hal yang akan ku jelaskan"
Kevin mencoba tenang pria itu menarik nafas dalam
"Jelaskan lagi"
"Saya akan menguhubungi sumbernya saja anda bisa berbicara langsung dengan nya"
Suho mengeluarkan handphone nya dia menghubungi seseorang yang sejak tadi juga menghubunginya
"kevin!"
Kevin mengenal suara ptia itu "Joe..."
"Kevin aku tidak ingin menjelaskan apa-apa kembalikan Irene pada ku"
__ADS_1