
"Sayang kau pasti akan suka dengan tempat itu, aku menyuruh Joe mendesain nya sesuai dengan warna kesukaan mu". Kevin menggemgam tangan istrinya
"Benarkah?"
"Tentu aku sudah menyediakan tempat khusus untuk keluarga kita"
Irene tidak banyak bicara dia memebri kecupan singkat di pipi suaminya, dia juga tidak ingin membuat keributan yang membuat kedua putra mereka terbangun
Kevin memeluk Kenzo yang tertidur dalam dekapan nya begitu juga dengan Kendrix yang begitu nyaman di dekapan Irebe
Dua anak kecil itu mendapat kenyaman dari kedua orang tua mereka menjadi kan mereka anak yang pintar dan bijak
Irene dan Kevin memandang keluar jendela pemandangan begitu indah seturut saat mereka turun kepermukaan pulau itu
Kevin bahkan sengaja membangun bandara kecil agar dia bisa mendaratkan jet pribadi nya dan juga orang lain di sana
Sehingga pulau itu tidak terlalu kekuarangan sarana transportasi, jalur darat akan menempuh yang sangat jauh dan curam untuk sampai ke pulau itu
Pulau itu juga akan menjadi sasaran proyek Joe, mereka sendiri akan memanfaatkan keindahan pulau itu untuk kepentingan sendiri dan masyrakat
Joe sendiri akan membangun jembatqn raksasa agar mobil dan kendaraan besar lain nya tidak perlu mengantri panjang hanya untuk mengangkut sumber daya pulau
Tidak terasa mereka sudah menempuh perjalanan singkat itu, mereka sampai dengan selamat dan yang pertama rasakan adalah hembusan angin segar
"Mama sudah sampai?". Kenzo mengerjapkan matanya ketika merasakan angin sejuk itu menerpa kulit putih nya
"Tentu saja Son". Kevin menurun kan putra nya sebelum Kenzo kesal karena di gendong seperti anak kecil
"Sayang hati-hati!". Jennie memperingati putranya yang berlarian kesana kemari mengecek tempat itu
"Papa kenapa bandara nya sangat kecil, kenapa Ayah Joe dan papa tidak membangun bandara yang luas"
Kenzo begitu aktif dalam bertanya hingga membuat Kevin gemas tapi dia tahu jika jawaban itu hanya akan di dapat dari Joe
__ADS_1
"Son dari pada bertanya pada ku kenapa kau tidak tanya langsung pada ahli nya?"
"Ah Iya Ayah Joe!". Kenzo berteriak senang saat menyadari saru hal itu "Di mana Ayah dia tidak menjemput kita"
"Nak Ayah di sini!". Joe berlari kelaur dari mobil nya begitu sampai di sana dia sudah melihat kebingungan Kenzo dari jauh saat dia menyetir "Nak Ayah sangat merindukan mu!"
"Me too"
"Kau siap untuk belajar nak?!". Kenzo mengangguk senang
"Tapi Ayah aku juga rindu aunty Jen, di mana dia?". Kenzo teringat satu hal penting itu "Apa dia tidak ikut Ayah?"
Joe terdiam mendengar pertanyaan putra nya itu, kadang dia sangat heran keyika Kenzo selalu mempertanyakan Jennie dalam keseharian mereka nampaknya bukan hanya dia yang menyukai wanita muda itu
"Aunty Jen sedang mengurus beberapa ha nak kau bisa menjumpai dia di villa nanti"
"kau tahu dia itu sangat sering mempertanyakan Jennie dia begitu menyukai wanita itu". Kevin bersedekap dia tidak terkejut lagi dengan sikap Kenzo yang begitu dekat dengan Jennie
Hanya saja karena beberapa bulan ini Jennie dan Kenzo tidak bisa bertemu sesering dulu membuat pria kecil itu seakan kehilangan teman, Irene selalu menemani Kenzo namun karrena ada nya Kendrix dia tidak bisa bermain dan belajar sesering dulu
"Aunty Jen!!!". Kenzo menghambur kepelukan Jennie begitu melihat wanita itu berada di teras villa dengan Laptop di hadapan nya
"Sayang kau datang, Aunty rindu pada mu". Jennie memeluk Kenzo dengan pria kecil memang sangat menggemaskan
Hati Joe sangat menghangat begitu melihat pemandangan manis itu. Sial kenapa pikiran ku malah melayang kesana? Kenapa juga Kenzo begtitu dekat dengan nya?. Joe kesal sekaligus senang hanya saja pemandangan Kenzo dan Jennie yang berada di depan nya membuat hati nya goyah dia memikirkan keluarga kecil nya nanti ketika dia hidup bersama Jennie nanti
"Ayah ayo kita ke bangunan yang sudah Ayah buat aku penasaran bentuk nya, aku hanya bisa melihat nya dari foto yang di berikan papa Kevin". kenzo begitu aktif hingga membut ornag-orang di sana gemas
"Sayang kau tidak lelah? lihatlah Aunty Jen dan Ayah mu juga sedang bekerja kau tidak mau menunggu sampai besok dan beristrahat dulu?". Irene memperingati putranya dengan lembut
"Hmmm Iya juga ". Kenzo menatap Jennie dan Joe bergantian "Baiklah kalau begitu besok aku mau Aunty Jen dan Ayah Joe menemani ku"
"Tentu saja Nak sekarang masuk lah dulu Ayah sudah menunjukkan sesuatu untuk mu". Joe mengajak Kenzo ke ruangannya
__ADS_1
Sedangkan Jennie dan Irene menunggu di luar Kevin mengikuti Joe karena dia juga akan melihat hasil dan data-data yang sudah di selesaikan pria itu, dia butuh data untuk mengatur anggaran dan pemasukan yang dia akan kelola nanti
"Lihat dia semakin lucu saja". Jennie sangat gemas melihat Kendrix dengan pipi gembul nya , pria kecil sangat mirip dengan Kevin umur nya sudah hampi satu tahun dia sudah bisa memanggil orang-orang dia kenal dengan sebutan yang terdengar sangat lucu "Hai Sayang ini Aunty Jen uuu uuu..."
"Ti....". Kendrix mencoba memanggil Jennie, pria kecil tumbuh dengan baik karena Irene turun tangan langsung merawatnya
"Iya Sayang ku".
Perlakuan Jennie begitu manis pada kedua putra Irene, membuat Irene menjadi dekat dengan Jennie wanita itu benar-benar seperti saudara yang dekat dengan kedua anak nya dia memiliki sisi keibuan yang lebih tinggi di bandingkan tiga teman lainnya
"Jennie kau tidak ingin menikah".Pertanyaan Irene membuat Jennie terbelalak tidak percaya
"Huh pertanyaan mu sangat kejam Irene...". Jennie cemberut dengan wajah yang sangat masam
"Hahah Maaf kan aku, api kau begitu menyukai anak-anak kau tidak ingin cepat menikah?"
"Aku juga ingin menikah, tapi dengan siapa kekasih saja aku tak punya jangan kekasih ku pikir tidak ada orang yang menyukai ku". Jennie kembali menatap Kendrix untuk menghilangkan beban nya
Irene menatap tidak percaya dengan Jennie, wanita itu begitu baik dan cantik dia juga tahu jika Suho dan Joe menyukai Jennie tapi apakah wanita itu tidak tahu
"Kau benar-benar tidak punya teman pria yang dekat atau yang kau suka". Irene memastikan jika pemikiran Jennie itu salah
"Tentu saja, setiap orang yang ku suka selalu saja menolak ku dan malah menyukai teman-teman ku kupikir aku kurang baik dari ppada mereka'. Pikiiran Jennie melayang pada Harry dan Joe, Harry menyukai Lea dan Joe dia pikir pria itu masih mentiman perasaan pada Irene hngga di tidak berharap apa-apa lagi
"Apa kau maskud itu Joe?"
Jennie terbelalak bagaiman bisa Irene tahu
"Jangan terkejut seperti itu, aku bahkan tahu cara mu menatap Joe kau benar-benar menyukai ny bukan?". Irene berhasil membuat wajah Jennie memerah dia benar "Kau menyukai nya?"
Jennie mendesah panjang dia tidak bisa berbohong Irene dapat menebak nya dengan baik "Dia tidak menyukai ku Irene dia juga tidak berencana untuk menikah lagi dia seperti buaya saja, sekali menikah dengan betina dan setia sampai mati"
irene mengerti arti perkataan Jennie tapi soal Joe yang masih menyukai nya dia tidak percaya bahkan pandangan Joe padanya sangat datar seperti seorang teman biasa dan tatapan nya pada Jennie jelas berbeda
__ADS_1
Dia tahu pasti ada masalah di balk penolakan Joe tapi dia tidak mengungkapkan nya dia tidak Jennie bingung dan malah membuat wanita itu kurang percaya diri, Irene akan membicarakan nya pada orang yang lebih ahli nanti