Anak ku tidak di Inginkan

Anak ku tidak di Inginkan
The End


__ADS_3

"Sayang, Lea dan Harry seperti nya akan berkunjung ke sini juga". Jennie baru saja menerima pesan dari sahabat nya itu


"Benarkah?". Joe ikut melirik smartphone istrinya lalu melirik kepada Kevin dan Irene "Kalian mengundang mereka ?"


"Ya aku baru saja mengundang mereka, jarang ada waktu seperti ini karena Lea juga baru saja melahirkan jadi dia ingin membawa bayi mereka untuk pertama kali ke sini". Irene menjelaskan detail nya pada orang-orang itu


"Kalau begitu sekalian saja kita membuat pesta kecil, kita bisa memanggang daging". Kevin menimpali istrinya "Aku akan menyuruh para pelayan berbelanja sekarang"


"Ide yang bagus, anak-anak pasti akan suka". Irene tersenyum senang sambil menatap anak-anak mereka


"Bagaimana dengan Sana dan Laura kau tidak mengundang mereka?". Jennie mengingat kedua sahabatnya yang belum menikah


"Mereka ada pekerjaan dan mereka juga menolak untuk datang". Irene mengangkat bahunya "Mereka bilang mereka belum siap melihat keluarga kecil sementara mereka belum"


"Huh ada-ada saja mereka, padahal akan lebih menyenangkan jika mereka ada di sini". Jennie mendengus kesal


"Bagaimana dengan Suga, aku tidak melihat dia sejak tadi apa dia ada pekerjaan juga". Irene tiba-tiba mengingat pria yang dulu adalah teman dekat nya itu


"Ya begitulah dia ada pekerjaan".


*****


"Kenapa kalian mengundang kami dengan sangat mendadak seperti ini". Harry menggandeng tangan istrinya memasuki taman belakang di sana


"Sayang lihat mereka lucu sekali!". Lea menatap sekumpulan anak yang sedang berkumpul di sana "Huh Leonor lucu sekali aku jadi ingin memeluk nya".Lea langsung bergabung dengan anak-anak itu


"Kau ingin anak perempuan?". Harry bertanya begitu berada di samping wanita itu, pria itu sendiri sudah menginginkan anak sejak lama


"Tapi kau kan tahu keadaan ku, aku tidak sehat". Lea berbisik pada pria itu


"Hei siapa yang bilang, kita bahkan belum memeriksanya". Harry menghibur istri nya "Kita akan konsultasi lagi, kenapa wajah mu sedih begitu Hmm?".


"Tidak!".

__ADS_1


"Kau hanya akan bersantai di sana bantu aku di sini!". Kevin berteriak pada Harry, pria itu tampak sedang menyalakan arang untuk panggangan mereka "Uhhuk!! aku tidak pandai menyalakan arah karena asap nya membuat mata ku pedih hkkk!".


"Sayang biar aku saja!".Irene mengambil alih kipas di tangan suaminya "Kau urus saja dagingnya"


"Tidak!". Kevin menjauhkan kipas ke atas kepalanya agar wanita itu tidak bisa menggapai benda itu "Kau tidak boleh di sini urus saja anak-anak kita di sana"


"Tapi..". Irene mendengus kesal, pria itu tidak pernah suka di bantu dalam memasak "Apa karena masakan ku tidak terlalu enak?". Irene cemberut


"Bukan begitu sayang". Apa yang harus ku katakan ah ini sangat menyebalkan "Kuku mu bisa kotor nanti, dan terakhir kau membersihkannya jari mu terluka iya kan". Kevin mencari alasan yang masuk akal sekali, dan dia tahu istrinya sangat merawat tangan lembutnya itu


"Kau benar...". Irene memperhatikan lagi jari jemarinya "Baiklah aku akan jaga anak-anak, buat panggangan yang enak sayang ku"


Irene berlalu dari sana membuat Kevin mengelus dada-nya "Huh hampir saja"


"Cih kenapa kau tidak mengatakan yang sebenarnya saja!". Joe menatap aneh Kevin dari samping nya ",Akan lebih baik jika kau mengatakannya langsung jika masakan Irene tidak terlalu enak"


Kevin menatap tajam pada pria itu "Dasar tidak peka, kau harus menjaga perasaan mereka walaupun itu dalam hal kecil lagi pula masakan istri ku tidak terlalu buruk"


"Ya ya terserah cepat nyalakan arangnya karena daging dan bumbunya sudah selesai".


"Kenapa harus aku?". Harry bertanya bingung dia baru saja akan membantu Joe mengurus daging-daging itu


"Ya karena aku tidak pernah memasak dengan baik dan benar jadi kau yang harus melakukannya"


"Cih bukan berarti masakan ku itu tidak enak!". Harry protes tapi pria itu tetap mengambil kipas dari tangan pria itu dan menyalakan arang dengan baik untuk memanggang


Ketiga pria itu dengan telaten memanggang daging di sana sementara istri mereka sibuk dengan kelima anak itu


"mama aku mau bantu mereka saja". Kenzo menyerahkan Leonor yang tadi dia gendong ke tangan Irene "aku mau memanggang bersama Ayah Joe, daging panggang yang Ayah Joe buat adalah yang terbaik"


Kenzo langsung berlari menghampiri ke tiga pria itu


"Lihat dia benar-benar seperti seorang pria dewasa hanya tubuh nya saja yang sesuai umur nya". Irene sedikit kesal tapi juga bangga melihat putra nya itu Kenzo begitu dingin dan tidak banyak bicara sesuai anak seumurannya

__ADS_1


"Biar saja Irene, lagi pula Joe benar pria kecil itu memang terlalu cerdas". Jennie membela anak tirinya "Dan aku tidak heran lagi kenapa di seperti itu"


Lea.menatap teman-teman nya yang sudah memiliki buah hati, dia juga ingin


Harry benar kami harus segera memeriksa keadaan kami, aku ingin memberikan Harry seorang anak dia pasti menginginkannya juga kan. Lea mengelus perut ratanya


"Lea ada apa kenapa kau murung sekali". Jennie menatap sahabat ny dengan heran


"Jennie benar ada apa dengan mu?"


"Tidak aku hanya ingin memberikan Harry seorang anak dia juga sudah lama menginginkan nya. Lea berbicara jujur


"Hmm apa kaluan sudah konsultasi?". Irene mengingat masa lalunya dulu "Cepatlah melakukannya kau bisa menanyakan nya pada Leon nanti"


"Ya tentu saja, aku tidak ingin membuat Harry menunggu lagi". Lea tersenyum manis membayangkan suaminya sendiri


"CK..... CK.... jadi kau sudah benar-benar mencintainya?". Irene menatap wanita itu seksama


"A....apa Ten.. tentu saja dia kan suami ku". Lea berkata sambil menahan malunya wajah wanita itu sudah memerah tersipu malu


"Kau sangat menyukainya kan". Jennie ikut menggoda wanita itu


"Ahk sudahlah kalian hentikan". Lea akhirnya berteriak frustasi di terlalu malu mengakui nya


Jennie dan Irene tertawa bersama dan Lea hanya ikut tersenyum melihat kedua sahabatnya itu


"Ada apa dengan mereka ?". Joe menatap ketiga wanita itu sambil memanggang bersama Kenzo


"Tidak tahu, perempuan itu sangat sulit di tembak"


"Apa!". Joe dan Kevin menatap putra mereka tajam bagaimana bisa putra kecil mereka mengatakan hal yang seperti itu


"Nak apa maksud mu?". Joe memberi tatapan tajam dan juga gemas apa putra nya sudah mengenal seorang perempuan tapi Kenzo bahkan jarang keluar rumah karena pria kecil itu memilih untuk homeschooling

__ADS_1


Sementara Kevin masih saja terganga bersamaan dengan asap yang menerpa wajahnya . Putra ku sudah besar ternyata. Kevin bergumam gemas dalam hatinya


"Tidak ada kenapa papa dan Ayah sampe heran begitu aku hanya berbicara saja, ada Ibu mama dan Sion di sisi ku mereka bertiga kadang sulit di mengerti kan". Kenzo terlihat dingin dan kembali fokus membolak-balik panggangan di depan nya membiarkan kedua pria yang heran tadi hanya bisa saling menatap satu sama lain


__ADS_2