
"Sayang....apa kau suka tempat nya?".
Kevin memeluk Irene dari belakang, pria itu membawa tunangannya ke atap gedung dari sana mereka dapat melihat indah nya tempat itu
"Iya tempat ini sangat bagus, aku sangat menyukainya". Irene begiitu kagum pertama kali meihat tempat itu, pulau kecil dengan penduduk yang ramah
"Baguslah kalau begitu, aku sudah membeli beberapa lahan di sekitar ini untuk membangun vila". Kevin semakin mengencangkan pelukannya
Sementara Irene membelalak matanya dia tidak tahu jika Kevin sudah membeli beberapa lahan di pulau indah itu
"Kau serius, bukankah kita di sini hanya melakukan cek lokasi untuk proyek kita saja?".
"Tentu saja tidak, sebelumnya aku berpikir seperti itu tapi begitu melihat pulau ini aku juga menginginkan tempat yang sangat privasi untuk kita berdua sampai tua nanti"
Irene tersenyum malu, dia tidak menyangka jika Kevin akan seromantis itu, sebelumnya pria itu adalah orang sangat mengesalkan untuknya
"Kau tidak memberika aku hadiah?". Kevin membalik kan tubuh wanita itu menghadap dirinya "Ayo berikan aku hadiah"
"Kevin hentikan bagaimana kalau seseorang melihat kita?" Irene tahu betul jika mereka berada di tempat umun jika berada di tempat VIP baginya tidak akan masalah
Kevin tampak berpikir "Baiklah tapi kau harus memberikan aku hadiah nanti di kamar ku, ayo ikut aku" . Kevin menarik tangan wanita itu untuk mengikuti-nya
Irene hanya menuruti pria itu saja akan sangat sia-ia jika dia ingin memberontak permintaan Kevin, mereka menuruni tangga
Karena Vila itu merupakan villa yang sangat sederhana dan usianya juga sudah cukup lama hanya ada villa itu yang cukup untuk menjadi tempat penginapan mereka
Sampai besok mereka akan mengadakan beberapa rapat dan cek lokasi langsung
Nona Irene. Seorang pria tanpak terkejut apa yang baru saja dia lihat dia seperti mengenal orang yang baru saja berpapasan dengannya
Tapi saat dia ingin memastikannya lagi wanita itu sudah masuk ke dalam kamar bersama seorang pria . siapa itu sepertinya pria dan wanita itu sangat familiar
Suga sangat ingin memastikan ke dua orang itu tapi dia sendiri sangat sibuk setelah membereskan barangnya dia harus membantu Joe
__ADS_1
Pria itu memanggil tadi, jadi dia segera naik ke lantai atas karena dia sendiri berada d lantai bawah antai atas di khusus kan untuk orang-orang penting daam proyek itu seperti Joe dan Pejabat
Joe sendiri merasa sangat aneh karena pria itu meminta untuk di bawakan susu kotak dan cemila tidak seperti biasa, dia akan minta di bawakan wine
Susu, tuan benar-benar aneh belakangan ini. Suga mengeluh dalam hatinya pria itu sungguh aneh
Tok...Tok....Tok
Suga mengetuk pintu kamr itu "Tuan saya sudah di depan"
Tidak menunggu lama pintu itu sudah terbuka Joe menyuruhnya masuk karena ada hal penting yang akan dia lakukan
Suga terkejut mendapati anak kecil yang sedang membaca buku di sofa ruangan itu "Tuan apa ada hal yang peru saya lakukan dan siapa anak kecil ini?"
Bocah itu seketika melotot padanya membuat Suga makin terkejut melihat wajah bocah itu sangat mirip dengan Joe
"Jangan panggil dia anak kecil panggil dia Kenzo, dia tidak suka di sebut seperti itu". Joe berbicara pelan pada pria di depannya itu
"Baik Tuan". Suga menghampiri Kenzo dengan susu dan cemilan yang telah dia bawa diakahirnya tahu untuk siapa dua benda itu "Kenzo makanlah tuan ku memesannya untuk mu"
"terimakasih uncle" . Kenzo menerimanya dengan sopan, dia selalu bersikap sopan seperti yang selalu di ajarkan Irene padanya
Joe menghampiri mereka di sana dia membawa berkas dan beberapa gambar asritek untuk proyek mereka nanti pria itu tampak menunjunjukannya pada Kenzo
"Ini yang kau minta tadi bukan?".
"Iya om ... ini sama seperti yang di miliki papa ku tapi kenapa ini jauh lebih detail". Kenzo terpukau dengan gambar itu sangat detail dengan keterangan gambar dan sebagainya
"tentu saja seperti itu, walaa papa mu memiliki sebagian royek ini, tapi akulah yang lebih memegangnya sepenuhnya"
Joe menjelaskan beberapa hal tentang proyek itu pada Kenzo dengan santai
Sementara Suga hanya duduk di dekat mereka barang kali pria itu membutuhkan bantuannya nanti, mata dan pikiran ikut berkecamuk dengan kemiripan kedua orang
__ADS_1
Suga seketika teringat pada Irene dan kandunganya saat wanita itu pergi dari sisi Joe, bayi mereka juga kemungkinan akan sesusia dengan Kenzo
>>>>
Joe dan Suga menuju pada ruang rapat yang sudah di persiapkan di sana sudah ada beberpa orang enting yang menunggu mereka
"Halo Mr.Bald, saya adalah walikota dari kota kecil ini ".Seorang pria paruh baya memberi salam pada Joe dia tahu siapa orang di hadapannya itu
"Halo tuan Wilson senang bertemu dengan anda,".
Wilson tersenyum dengan sapaan orang itu, selain mengincar kebersamaan dengan pria itu dia juga akan membuat koneksi dengan beberapa investor di sana
Dia merasa sangat beruntung ada dua pengusaha terkena berada di kota kekuasaanya dia akan membangunkoneksi dan mengubah kota itu menjadi lebih baik dan produktif
Mereka semua sudah duduk dengan rapi di meja yang sudah di susun melingkar agar mereka bisa melihat satu dengan yang lain
"seperti yang kami katakan jika proyek ini adalah proyek yang sangat besa, kami juga sangat beruntung karena mendapat dukungan dari beberapa orang terhormat seperti anda sekalian"
Koordinator itu memepersilah kan dua pengusaha terkenal di sana mereka adalah dua tiang yang akan membangun proyek itu
"Sudah tidak asing lagi badi kita sekalian dengan kedua orang terhormat ini, tuan Bailey dan Mr.Bald"
Kedua orang itu saling bertatapan mata mereka saling menelisik satu sama lain dengan jarak yang lumayan dekat hanya sekitar 5 meter dari tempat mereka duduk
Joe menatap orang di depannya itu dengan tampang datar karena pria itu menatapnya dengan sinis
sebelum akhirnya matanya tertuju pada wanita yang berdiri di dekatnya
Jantungnya berdetak begitu cepat ada getaran dalam hatinya dia ingin berlari memeluk wanita itu sekarang juga, tapi satu tangan sudah menekan pundaknya
"Tuan selesaikan dulu rapat ini aku mengerti perasaan mu tapi orang di depan itu juga bukan orang sembarangan". Suga berbisik tepat di telinga Joe
Dia ingin pria itu berpikir dengan baik agar tidak membuat keributan sekarang dia sendiri sudah sadar tentang keberadaan Irene sejak pertama mereka memasuki ruangan itu
__ADS_1
Tapi dia memilih diam untuk beberapa saat,dia juga tahu tentag Kevin seorang peguasa di daerah itu seluruh kota mengenal Kevin dengan segala prusahaan dan pengaruh pria itu
Mereka tidak bisa bertindak gegabah sekarang