
"Ayah buka pintu nya!!". Kenzo berteriak kesal karena sang Ayah yang tidak kunjung membuka kan pintu
Dor!! Dor !!!
"Cih siapa ribut-ribut pagi seperti ini!!". Joe mengeram kesal tapi ada Jennie yang terlelap di samping nya jadi dia tidak berani mengumpat "Dia seperti nya masih mengantuk".
Cantik Sekali.... Joe memberikan kecupan sebelum dia beranjak keluar dari sana
"Siapa?". Joe membuka pintu rumah nya dan menemukan putranya Kenzo dan juga Kevin yang menatap nya kesal "Kalian apa yang kalian lakukan di sini?"
"Kau masih bertanya huh, bisa-bisa nya kau membuat putra ku menunggu lama di sini sudah setengah jam dia mengetuk pintu tapi kau tidak kunjung membukan nya!"
"Huh, kalian serius"
Kenzo dengan wajah nya kesal nya dia perlu mengambil kamera nya di ruangan sang Ayah tapi Joe tidak kunjung membuka ruangan itu
Ah seperti nya benar wajah Joe memang terlihat kesal. Joe berguman dalam hati . "Nak kau mencari kamera masuk lah kamera mu ada di sana.."
Kenzo tidak menjawab pertanyaan Ayah nya dia hanya masuk dengan wajah kesal nya, tapi baru saja akan melangkah masuk Kevin sudah mencekal tangan bocah itu
"Son seperti nya kau perku melakukan hal lain yang lebih penting"
"Hal penting?". Kenzo bingung "Apa itu lebih penting dari kamera dan semua objek yang ku ambil pa?"
"Tentu saja Son, tolong jaga Mama Ine dan Adik mu sebentar mereka mungkin perlu bantuan kita tapi papa akan bicara dengan Ayah mu sebentar". Kevin berbicara serius seolah yang di katakan nya adalah benar
Kenzo tidak bisa menolak permintaan Kevin walaupun dia sedang kesal jika itu menyangkut keluarga nya dia tidak akan menolak
"Baiklah Ayah". Kenzo berjalan keruangan yang berjarak cukup jauh dari dua orang pria itu
"Bisa-bisa nya kau ceroboh begitu, bagaimana jika Kenzo melihat yang tidak pantas di lihat oleh bocah kecil itu!". Kevin mengumpat kesal pada Joe yang sedang syok
Kevin dengan jelas melihat rambut seorang wanita yang terurai di bantal kamar itu dengan berantakan dan dia sangat mengenal rambut hitam panjang
"Ah Maaf kan aku, aku sangat lupa aku lupa jika Jennie ada di sana". Joe memijit kening nya mengumpat kebodohan nya sendiri "Jennie ketiduran dan aku lupa membanginkan nya kemarin"
"Kau pikir aku ini bodoh apa, Dua insan berbeda tidur semalaman bersama aku yakin jika kalian tidak hanya tidur"
"Sialan kau pikir aku ingin merusak Jennie?!, tidak aku tidak akan melakukan itu sebelum kami menikah!"
__ADS_1
"Heh Kalau begitu cepat nikahi dia, sebelum kau melakukan lebih dari pada yang kau lakukan semalaman dengan nya!"
Joe terdiam dia tidak ingin menghindar walau mereka tidak melakukan tindakan lebih tapi mereka tetap melakukan hal yang lebih dari sekedar ciuman
"Hahah.. dasar bajingan sialan, jangan rusak karyawan ku cepat beri dia materai yang berharga". Kevin tersenyum miring
Pria itu menepuk pundak Joe sebelum dia meninggal kan pria yang masih mematung itu
"Ahk sialan hampir saja!". Joe segera menutup pintu dan mengunci nya, dia memandang Jennie yang terbangun karena pintu yang dia tutup dengan keras "Jennie kau sudah bangun?"
"Hmm...."
Jennie mengucek mata nya yang terasa berat dia bersandar tanpa memperhatikan selimut yang tadi menutupi tubuh atas nya sudah terjatuh
Hingga tubuh wanita itu hanya di tutupi oleh crop top, yang semalam di buka paksa oleh Joe
Glek.
Ingatan Joe kembali pada malam di mana dia mengambil ciuman Jennie dengan buas bukan hanya itu, dia juga hampir merasakan bagaimana tubuh seksi wanita itu semalam
Joe menyentuh dada milik Jennie yang mempunyai ukuran cukup besar menguyel benda itu walau masih terbungkus oleh bra dan crop top
"Joe!". Jennie kembali menutupi tubuh nya ketika melihat Joe berjalan mendekat dengan tatapan mesum nya "apa yang kau lakukan kita sudah berjanji tidak melakukan ini, sebelum hubungan percobaan kita berhasil!"
Joe tersadar dengan perkataan wanita nya "Ahk sayang maaf kan aku...". Joe menghambur pada Jennie ketika wanita itu sudah menutupi tubuh nya sepenuh nya
"Ada apa?"
"Apa kita harus melewati hubungan percobaan itu dulu, apa kita harus tranee sebelum menikah?"
"Huh?". Jennie bingung "Bukan kah kau yang bilang jika kita harus seperti itu dahulu kau yang meminta nya!"
" Itu karena aku takut kau nanti menyesal". Joe memandang Jennie dengan lembut " Kau tahu sekarang aku jauh lebih takut jika aku memakan mu tanpa sadar seperti kemarin"
"Lalu?"
"Kita akan melakukan nya setelah menikah bukan"
"Tentu saja harus begitu". Jennie mengusap lembut wajah Joe yang berada di pangkuan nya wanuta itu sedikit bingung dan cemas
__ADS_1
"Tapi kenapa dengan wajah mu Jen, aku melihat ada keraguan di sana, kau takut?"
"Tidak"
"hmm"
"Aku hanya gugup bagaimana kita akan memberitahu seluruh orang dan terutama Kenzo"
Joe tersenyum itu tidak lah rumit bagi nya "Aku bisa mengatur nya sayang, aku bahkan akan langsung menemui keluarga mu"
Jennie semakin nampak sedih
"Ada apa sayang ku". Joe mencium telapak tangan Jennie yang masih mengelus wajah nya
"Aku tidak dekat dengan keluarga ku, dan aku hanya punya Ayah kandung dan selain nya adalah orang asing bagi ku"
"Baiklah aku mengerti, tapi aku akan tetap menikahi mu dalam waktu dekat ini"
Jennie mengangguk tersenyum dia tahu Joe tidak ingin bertanya terlalu dalam
"Jo, bagaimana jika kau tidaj menyukai keluarga ku?"
"Apa peduli ku, aku menginnginkan mu untuk mwnjadi milik ku dan tidak ada yang boleh menghalanginya"
Joe memberikam kecupan di kening Jennie "Mandilah dulu setelah itu kita keluar, kita harus mengurus pekerjaan kita sebelum kita melaksanakan pernikahan"
Joe mengambil handuk dan menutupi tubuh Jennie, Joe mengantar wanita nya hingga sampai di bathroom dia memastikan Jennie benar-benar berada di dalam sana
Sebelum dia meenghubungi seseorang untuk hal yang penting dalam pernikahan nya
"Ada apa Tuan?". Seorang pria kepercayaan Joe menjawab di ujung sana
"Aku ingin kau mencari seluruh informasi tentang biodata wanita yang ku kirim pada mu terutama keluarga nya"
"Apa wanita itu berbahaya atau dia sama seperti Julia dari kalangan mafia!"
"Cih kau pikir wanita secantik itu berada dalam lingkaran gelap itu apa! Kau buta hingga tidak bisa melihat wajah malaikat itu!!". Joe kesal karena Michael menyamakan Jennie dengan Jukia
"Ah maaf Tuan, Baik Saya akan menyelidiki nya"
__ADS_1