Anak ku tidak di Inginkan

Anak ku tidak di Inginkan
Anak-anak Yang Baik


__ADS_3

Irene dan juga ke tiga anaknya menghabiskan waktu weekend bersama di taman belakang rumah, setelah waktu yang cukup lama akhirnya wanita itu memutuskan untuk benar-benar meninggalkan karir nya untuk merawat ke tiga anak nya itu


Di tambah Kevin juga tidak ingin wanita itu lelah mengurus keluarga dan juga perusahaan itu sungguh melelahkan untuk istri nya itu


"Sayang kalian mau ini!?". Kevin menemui mereka dengan sebuah paper bag dengan isi yang misterius "Kalian tidak ingin tahu isi nya?"


Kenzo melirik sekilas dia tidak tertarik dan melanjutkan membaca bukunya, karena Irene memberi buku baru yang menurut nya lebih menarik dan menantang


"Aku mau tahu isi nya papa". Sion sangat bersemangat karena dia sangat suka setiap kejutan yang di berikan orang tua nya itu "Aku mau lihat!"


"edric uga..". Kendrix yang baru saja berusia 3 tahu menggandeng sang kakak Sion untuk menghampiri Kevin


Mereka bertiga langsung sibuk dengan apa yang di bawa Kevin, lalu Irene memutuskan untuk bergabung dengan ke tiga orang itu


"Wow sepertinya ini untuk Sion". Irene melirik satu paper bag yang di berikan Kevin


"Benarkah, Sion mau lihat ma". Sion langsung menerima paper bag dari Irene "Wahh Ini kan". Seketika mata gadis itu langsung berembun dia ingat dia menginginkan nya saat mereka berada di mall


Tapi karena barang yang belikan Irene dan Kevin sudah banyak untuk nya dia hanya berani melirik saja "Thank you Mam and Papa Kevin..". Gadis itu langsung menghambur ke pelukan Kevin


"Sure Girl...". Kevin menatap gadis kecil itu lembut "Sekali lagi jika kau menginginkan nya kau harus bilang pada kami, dan tidak perlu takut oke papa dan mama tahu jika kau membutuh kannya"


Isi paper bag itu adalah beberapa alat kedokteran untuk anak kecil yang berfungsi untuk meningkatkan imajinasi Sion


Gadis itu bercita-cita untuk menjadi seorang dokter dan Irene baik Kevin mereka mendukung penuh keinginan gadis kecil mereka


"Papa mu benar sayang, kau harus bicara pada kami". Irene juga menimpali suaminya


Lalu mereka melirik Kendrix dengan dua sisa paper bag di sana pria kecil itu membongkar ke dua paper bag itu


"Huh.. ini uat edlik?.Kendrix menunjukan sebuah maina kecil yang dia suka "edlik uka...!!"


"Tentu saja son!!". Kevin tidak tahan dengan putranya yang menggemaskan itu lalu dia langsung mengangkat putra kecil nya itu lalu memeluk nya dengan gemas

__ADS_1


"Sayang kau mau di gendong seperti ini juga?". Kevin melirik pada Sion yang sibuk dengan barang barunya


"No pa". Sion melirik pada Irene "Mama ayo berpura-pura jadi pasien Sion"


"Baiklah Sayang, mama merasa sangat panas ". Irene membaringkan tubuh nya pada kursi santai di sana "Tolong periksa mama dokter Sion".


Kenzo yang tadinya hanya fokus dengan buku nya kini melirik empat orang yang sibuk dengan aktivitas mereka masing-masing


Mata nya tertuju pada Sion dan Irene "Sedang apa mereka ?".


Sion melirik Kenzo yang sejak tadi melihat dirinya "Kak Kenzo ingin di periksa juga?"


"Tidak aku terlalu sibuk untuk drama itu". Kenzo langsung fokus kembali pada buku nya bukan karena dia tidak ingin tapi ada yang mengganjal di hatinya


"Baiklah kalau begitu, mama apa yang kau rasakan?". Sion kembali sibuk dengan aktivitasnya


"Tuan, Nyonya!". Seorang pelayan menghampiri keluarga kecil yang sedang sibuk dengan aktivitas mereka "Tuan Joe dan Jennie sudah datang"


"Suruh mereka ke sini". Kevin kembali sibuk mengajari Kendrix itu dan ini karena bocah itu sendiri sangat aktif seperti halnya Kenzo dulu


Sion dan Kendrix juga ikut menghampiri ke sana, mereka menyambut Leonor dengan baik seperti biasa


"Leonor cantik sekali..". Sion memberi pujian sama seperti Kenzo


"Jennie seharunya kami yang datang ke rumah kalian, jadi kalian tidak perlu repot-repot ke sini". Irene menatap Jennie


"Tidak apa Irene, lagi pula Joe juga ada pekerjaan di sini jadi sekalian saja".


"Oh ya anak-anak Ibu bawa sesuatu untuk kalian". Jennie melirik pelayan yang membawa paper bag "Aunty bawa oleh-oleh dari Singapore kalian pasti suka"


Ketiga anak itu hanya melirik sekilas lalu fokus kembali pada Leonor dan bermain dengan gadis kecil itu


"Ibu biarkan aku menggendongnya". Kenzo mengulurkan tangan nya "Aku sudah cukup kuat Bu,aku sudah berusia 10 tahun".

__ADS_1


"Tentu saja nak, kau duduk lah di sini". Jennie dengan senang hati memberikan Leonor untuk di gendong oleh Kenzo bocah itu tampak sangat senang "Lihat dia langsung tertawa Hanaya karena melihat wajah kalian"


"Tentu saja".


"Ibu akan ke sana sebentar, kalian bermain saja dengan Leonor ya"


"Baik Bu". ketiga bocah itu menjawab dengan semangat, mereka tidak lagi fokus pada mainan mereka sebelum nya melainkan hanya pada Leonor kecil


"Waktu sangat cepat berlalu ya, lihat Kenzo saja sudah berusia 10 tahun dulu dia hanya bocah kecil yang menggemaskan sama seperti Kendrix". Irene melihat empat anak itu


"Ya kau benar". Kevin tersenyum


"Aku hanya berharap mereka tumbuh menjadi anak yang bersikap dewasa, dan Kenzo aku ingin menyerahkan perusahaan padanya saat dia berusia 18 tahun". Joe mengungkap kan apa yang tengah dia pikirkan beberapa saat terakhir ini


"Bukan kah itu terlalu cepat untuk nya ". Kevin heran dengan pria itu


"Tidak itu tidak terlalu cepat dia bisa kuliah sambil bekerja nanti, dan lagi pula pengetahuan nya bahkan sudah melebihi seorang sarjana dia terlalu jenius untuk melakukan aktivitas orang pada umum nya kalian bahkan sudah menyadarinya kan". Joe menjelaskan hal yang di angguk ketiga orang itu "Dan lagi pula aku akan mengirim Suga untuk bekerja dengan nya selama 5 tahun"


"Lima tahun?". Kevin bertanya "apa dia akan berhenti bekerja setelah nya?"


"Tidak dia akan beristirahat setelah itu, dan juga dia sudah punya perusahaan sendiri perusahaan yang Ayah nya punya dulu kini sudah kembali ke tangan nya"


"Bagus juga, bukan kah dia adik mu?".


"Tentu saja seperti itu". Joe menatap Kenzo di sana hati nya sama hangat nya dulu ketika pertama kali mengetahui Irene hamil


Dan penyesalan juga kesempatan yang dia dapatkan membuat dia mendapat begitu banyak pelajaran dan kini dia punya Jennie dan Leonor yang menemani hidup nya


Serta Kenzo, pria kecil duplikan diri nya sendiri, mereka menyukai hal yang sama dan juga wajah mereka kian hari semakin mirip saja Kenzo adalah versi mini Joe


"Oh ya bagaimana dengan Sion?". Joe bertanya pada Irene dan Kevin, Joe juga peduli dengan Sion karena Kenzo begitu menyayangi gadis kecil itu "Aku dengar dia ingin menjadi dokter, aku punya teman yang bisa membimbingnya"


"Ya kau benar, Leon juga akan membimbing nya nanti"

__ADS_1


Keempat orang tua itu memandangi anak-anak mereka dengan rasa syukur di hati mereka


__ADS_2