Anak ku tidak di Inginkan

Anak ku tidak di Inginkan
Melahirkan Kenzo


__ADS_3

Irene sedang berada di ruang operasi sekarang, dia di temani oleh Kevin sebelumnya dirinya menolak ditemani pria itu


Tapi dia juga seorang ibu yang memerlukan dukungan, Kevin memakai baju operasi dia seperti seorang suami yang menemani Irene


Wajah Kevin jauh lebih pucat dari Irene, melihat bagaiman jarum panjang tadi menusuk pinggang Irene Kevin dapat merasakan sakit itu


“Kevin kau baik-baik saja kan?”. Irene menatap Kenzo yang sedang memegang tangannya dengan erat dia dapat melihat ketakutan di wajah pria itu “Kau tidak takut darahkan akan sangat bahaya jika kau fobia darah sebaiknya kau keluar aku tidak ingin kau kenapa-kenapa”


Kevin sangat malu, dia sendiri adalah seorang mafia di dunia bawah dia bahkan melihat hal yang jauh lebih menyeramkan di sana


Tapi wanita itu bertindak seolah dirinya seorang fobia darah. Bodoh aku hanya mencemaskan mu


“Tentu saja tidak aku hanya sedang tidak vit saja”. Kevin mencoba bersikap biasa saja


Leon dapat menebak sahabatnya itu sedang sangat ketakutan “Kevin tenangkan dirimu Irene akan tertekan melihat wajah mu itu”


“Ah Iya”


Kevin mendekatkan dirinya pada Irene, dia melihat detail proses operasi itu, bayi Irene menangis kencang begitu bayi itu keluar dari perut ibunya


“Anak ku…hisk”. Irene memeluk anaknya dia dapat melihat noda darah melumuri anaknya


Setiap tangisan itu begitu merdu di telinganya “sayang selamat datang di dunia”.Irene menangis memeluk putranya dia teringat akan Joe


Harusnya pria itu di sisinya memeluk keluarga kecilnya sekarang. Maaf sayang mama tidak bisa mempertahankan papamu. Irene berguman dalam hatinya


Tapi dia tidak bisa menutupi kesedihan di wajahnya, hingga Kevin mendekatkan dirinya memeluk kedua orang itu


“Selamat datang Son, aku adalah uncle mu”. Kevin berbisik pada Kenzo Irene dapat mendengar bisikan manis itu .*Lebih tepat nya calon Papa m*u


Sedetik yang lalu dia menangisi nasibnya yang tidak memiliki keluarga di sisinya di saat yang penting seperti ini, Hingga Kevin menghancurkan kesedihanya dengan pelukan kasih sayang dan bisikan lembut pria itu


Irene sangat berterima kasih karena mengirimkan Kevin di sisinya, dia berharap pria itu akan sealu bahagia


Perawat memindahkan Irene dan bayinya ke ruangan lain, Kevin membiarkan wanita itu beristrahat dalam waktu yang cukup lama


Teman-teman Irene hanya di bolehkan berkunjung ketika Irene sudah pulih dan Kevin adalah dewa yang sudah membuat peratuan itu

__ADS_1


Pria itu tidak ingin jika Irene kewalahan, Kevin bahkan sudah menyediakan 4 orang nanny hanya untuk mengurus Kenzo nanti


Pandangan Kevin tertuju pada Kenzo yang berada di baby box dia memandangi wajah bayi mungil itu


“Hi Son, kau tidak mirip dengan ibu mu, kau pasti mirip dengan Ayah mu tidak apa, tapi jangan meniru perilaku Ayah mu yang keparat itu dan bantulah aku mendapatkan Ibu nanti aku siap menggantikan Ayah mu. Kevin berguman dalam hatinya dia serius dengan perkataan itu


>>>>


Sementara di satu kota ada seorang pria yang mengerang kesakitan dia merasa perutnya seperti tertancap belati


“Arggg Perut ku!!!”.Joe tiba-tiba meremas dokumen di tangannya saat dia merasakan perutnya di potong sebuah cutter


Suga terkejut melihat Joe yang mengerang di bawah meja “Tuan bertahanlah, ada apa dengan mu”. Suga dengan cepat menghubungi Louis untuk mengirimkan sebuah ambulan


Joe di larikan kerumah sakit begitu dia merasakan sakit itu. Louis menahan tubuh pria itu bersama beberapa perawat ainya


Ada 6 orang perawat pria yang menahan tubuh pria itu agar tidak bergerak,


Sebelumnya Joe memukul-mukul dirinya untuk menggatikan sensasi yang amat sakit itu, Suga bahkan ikut kebingungan melihat pria itu


Pria itu merasakan kesakitan yang teramat, tubuhnya serasa di tikam berkali-kali dan ada sesuatu yang di keluarkan dari dalam perutnya


Joe merasakan kesakitan itu berjam-jam hingga akhirnya dia jatuh pingsan, Febri ibunya shock ketika mendengar keadaan putranya itu


“Lousi apa yang terjadi pada Joe”. Febri terlihat khawatir


Joe menggerakan satu jarinya, hingga Febri menyadari anaknya itu sudah sadar “Sayang kau tidak apa-apa jangan buat ibu khawatir ibu mohon”


“I..Ibu ak..aku tidak apa-apa”. Joe menjawab dengan lemah , dia merasakan sakit di bagian perutnya walau tidak sesakit yang pertama


Louis melihat kedua orang itu dia menghembuskan nafasya dengan kasar dia tidak mengerti cara menjelaskannya pada mereka


Joe mencoba duduk dengan susah payah dia sudah seperti orang yang baru di operasi dia merasa bagian perutnya sedang di jahit


Dia menatap Louis dan Suga ke dua pria itu tertunduk seakan ada masalah besar yang mereka buat


“Louis apakah ini berarti Irene sudah melahirkan”. Joe menatap kosong ke bawah dia cukup pintar untuk tahu semua itu

__ADS_1


Semua kontraksi yang di alami Irene dapat di rasakan oleh Joe dia sangat simpatik di tengah keadaan dirinya yang belum menemukan Irene


Pria itu cukup senang, setidaknya kesakitan itu bukti kalau Irene dan bayinya masih hidup


Louis dan Suga hanya menunduk, dia seperti merasa bersalah dengan kejadian yang ada


Sementara Febri kurang mengerti , Irene bukan kah Irene mengkhianati putranya Febri belum tahu tentang kebenaran yang ada


Wanita tua itu pasti akan sangat menyesal jika tahu kebenaranya


Tapi untuk saat ini pandanganya masih tertuju pada Joe putranya masih terus menunduk, di dapat melihat air mata menetes ke selimut purtranya itu


“Joe ada apa dengan mu nak, apakau merasa kesakitan jawab ibu”. Febri memeluk putranya hingga Joe mulai terisak


“Ibu aku tidak bisa menemukan Irene, dia….dia  sudah melahirkan bayiku hiks”. Joe merasa sangat hampa sekarang “Ibu dia sudah pergi jauh membawa hidup ku hisk”


Joe menangis untuk beberapa saat ,Pria itu berhenti menangis di pelukan ibunya walau hatinya masih belum tenang “Ibu pulanglah dan istrahat ini sudah mala”


“Tidak Ibu akan menemani mu di sini”


Joe menatap Ibunya dengan tajam “Ibu dengarkan aku, pulanglah sekarang”


Dengan berat hati Febri meninggalkan putranya sebenarnya dia tidak tega, tapi mendengar suara dingin  putranya sudah meuat dirinya merinding


Selama 2 bulan ini Joe sudah menjalankan pasukannya untuk mencari istrinya sampai ke kota-kota lain yang jauh sekali pun, tapi data transortasi tidak mencatat namanya


Dia juga sudah membobol semua cctv bandara di negara itu hasilnya nihil, dia sangat depresi sekarang


Mereka harusnya sudah berkumpul menjadi keluarga kecil yang bahagia tapi kebodohanya menghancurkan segalanya


Wanita itu sudah pergi jauh dari kehidupannya membawa sebagian dari dirinya, dia membayangkan bagaimana menderitanya Irene hidup sendirian di luaran sana


Joe bahkan membeli kembali rumah yang Irene jual, untungnya barang-barang di sana masih lengkap seperti dulu


Joe akan menginap di sana mencium bau Irene disana hanya itu yang dapat membuatnya tenang, dia menagis setiap malam merutuki kebodohanya


Dia sudah membiarkan arti kehidupannya pergi jauh dari dirinya

__ADS_1


__ADS_2