
Jennie dengan gugup menatap dirinya di cermin rias, dia tidak pernah membayangkan jika dia akan menikah dengan pria yang umur nya terpaut cukup jauh dari nya
Dirinya saat ini masih berusia 28 tahun sekarang sedangkan Joe berusia 36 tahun walau begitu mereka bisa menyamakan pemikiran mereka dan juga perasaan yang mereka punya hingga mereka akan membuat janji pernikahan pada hari itu
"Jennie kau terlihat sangat cantik". Irene dan Lea berada di kedua sisi wanita itu memberi semangat pada sahabat mereka "Lihat Joe pasti akan sangat mengagumi mu"
Jennie hanya tersipu malu menanggapi kedua orang itu, jujur Lea terkejut dengan pernikahan Jennie yang mendadak, sebelum nya dia sangat ragu dengan Joe tapi melihat kepercayaan sahabatnya dia melunturkan kecemasan itu.
"Hanya aku yang jomblo, Lea juga akan menikah...". Laura cemberut "Tapi aku juga sangat bahagia untuk kalian semua"
"Kau benar ku pikir Lea akan bersama pak Justin ternyata ....". Sana menimpali pernyataan Laura
"Lea?". Jennie sudah tahu hubungan Lea dan Harry tapi dia tampak khawatir karena wajah Lea tidak sebahagia orang sedang memiliki kekasih "Bagaimana hubungan mu dengan Harry apa dia baik pada mu?"
"Ya dia cukup baik". Lea datar " Huh kenapa kita harus mengurus hubungan ku sekarang lihat kau akan menikah ayo kita rayakan ini
"Ya!"
Sahabat Jennie mengiring wanita itu untuk menuju tempat acara pernikahan, Irene dan Lea memutuskan untuk mengantar Jennie menuju altar
Tempat itu begitu mewah dengan pernak pernik yang Joe sudah rancang, tempat itu juga menyediakan pemandangan pantai yang luas
Pernikahan mereka akan menjadi sejarah tempat itu di bangun, cinta mereka tumbuh bersamaan saat mereka membangun nya bersama dan saat bangunan itu selesai mereka adalah orang pertama yang mengisi makna dari gedung itu
Di sana sudah ada Joe yang menunggu bersama dengan pendeta, Joe nampak begitu gugup sudah berapa kali pria itu mengedip kan matanya agar tidak nampak berkaca-kaca
Tapi percuma dia benar-benar sangat bahagia hari ini perjalanan hidup nya yang tidak muda dan kesempatan yang di berikan Tuhan padanya menjadi pelajaran yang sangat penting untuk nya
Dan sekarang wanita nya sudah berdiri di depan nya nampak begitu cantik dan anggun lebih dari bisa biasa nya
"Kalian sudah siap?". Pendeta menatap kedua orang yang sangat gugup itu
Jennie dan Joe mengangguk bersamaan hingga prosesi pernikahan berjalan dengan baik
__ADS_1
Mereka berdua mengucapkan janji pernikahan dari hati terdalam
Joe bahkan tidak menyadari air matanya turun untuk kesempatan ini, "Terimakasih Jennie"
"Hmmm"
"Terimakasih sudah mau menjadi istri ku". Joe mencium Jennie dengan lembut di depan seluruh tamu undangan
Terutama tamu khusus yang Joe undang, Jennie bahkan tidak menyadari keluarga nya ada di sana untuk melihat dia menikah
Jennie berfoto bersama semua orang terutama empat sahabat nya yang dia pilih menjadi brides maid di pernikahan nya
Lima wanita itu nampak begitu cantik dan anggun, bahkan Irene yang berumur lebih tua dari ke empat wanita itu tidak nampak berumur di usia nya yang sudah menginjak 32 tahun
"Ayo ambil gambar yang bagus". Laura begitu heboh karena gaun yang dia gunakan merupakan gaun yang mahal di pesan khusus oleh Joe untuk mereka jadia dia tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk tampil cantik dan anggun
Bahkan para fotografer sampai kewalahan memenuhi perintah wanita itu
"Selamat untuk kalian". Justin menyalami kedua orang itu "Aku bahkan tidak menyangka jika Jennie akan menikah dengan mu tapi ku harap kau menjaga nya dengan baik".
Justin memberi tatapan tajam yang membuat Joe tersenyum kikuk dia tidak pernah mendapat ancaman dari orang biasa sebelum nya
"Ya tentu saja, aku akan menjaga nya selama sisa hidup ku!"
"Selamat mu untuk mu Jennie semoga kau aman dengan si kuyuk ini, ku pikir aku dan Lea akan menikah lebih dulu dari mu hahah". Harry tertawa senang, sambil mengulurkan tangan nya pada Jennie
Tapi Joe lebih dulu menerima nya dan tidak mengijinkan tangan indah Jennie untuk bergerak sedikit pun
Sialan tidak akan ku biarkan kau menyentuh istri ku, mengundang mu saja aku sudah muak
Joe terlihat begitu posesif dan ekspresi nya dapat di lihat oleh siapa pun termaksud Kevin yang menggendong Kendrix dan Kenzo yang berdiri tidak jauh dari mereka
"Cih posesif sekali!" . Kevin tidak sadar dengan dengan ucapan nya
__ADS_1
"posesif". Kenzo bertanya dengan bingung
Ah Mampus. Kevin terdiam dia jadi bingung mau bilang apa
"Papa apa itu posesif dan kenapa Ayah Joe, terlihat kesal?". Kenzo begitu polos hingga membuat Kevin semakin kikuk "Jelaskan"
"Ah itu mungkin Ayah mu sedang cemburu, kau tahu posesif itu cemburu sama seperti ketika mama Irene lebih memperhatikan papa dari mu kau pasti marah kan!"
Kenzo mengangguk mengerti dia langsung melanjutkan makan nya tampak bertanya
Joe masih sangat kesal karena Harry dan Justin masih berlama-lama di sana dia tidak tahan, lagi pula dia ingin menunjukan sesuatu pada Jennie dia ingin memberikan hadiah terindah di hari pernikahan mereka
"Ayo, ada tamu yang harus kita sambut". Joe melingkarkan tangan di pinggang Jennie
Semua memberi ucapan satu persatu pada mereka hingga beberapa tamu yang datang membuat Jennie cukup terkejut dan murung
"Kenapa sayang kau tidak suka aku mengundang mereka". Joe memberi kecupan untuk menenangkan mereka
"Selamat nak untuk pernikahan kalian, Joe mengundang kami dan kami cukup terkejut tapi kami tetap datang untuk hari bahagia mu" . Jack tersenyum senang melihat putri nya di sana tapi tidak setulus wajah nya yang berseri itu . Cih bisa juga kau menikah dengan orang kaya, tapi tidak apa setidak nya aku akan mendapat sedikit untung dari pernikahan mu itu
"Sayang selamat! Mama sangat bahagia untuk mu". Millen bertingkah seperti seorang ibu yang perhatian seakan tidak pernah melakukan kekerasan pada Jennie
Keluarga Jennie tentu tahu siapa Joe dan seberapa kaya pria itu, hingga mereka menghilangkan kebencian mereka untuk mendapatkan untung
Jennie menatap semua keluarga nya di sana yang sudah memberi luka padanya sudah lama mereka tidak bertemu
Bahkan setelah bertahun-tahun Jennie tidak berharap menemui mereka, yang bahkan sudah mencoba membunuh nya dan mereka ada di sini itu semua membuat nya risih
Joe tidak menerima uluran tangan Jack dia hanya memeluk istrinya dengan erat "kau tidak suka?". Joe mantap asisten nya Suga "Berikan mereka mahar pernikahan"
"Mahar pernikahan?". Mata Jack membelalak senang dia senang luar biasa sekarang "Ah tuan bukan kah mahar itu terlalu cepat sekarang ayo kita nikmati pesta pernikahan kalian dulu"
"Ya kau benar ayo nikmati pesta ini dulu". Joe tersenyum licik
__ADS_1