Anak ku tidak di Inginkan

Anak ku tidak di Inginkan
Kenzo dan Joe


__ADS_3

Setelah seminggu lama nya Joe berhasil menyusun kerangka proyek besar yang akan dia mereka laksanakan


Lokasi dan semua data sudah benar mereka hanya akan melakukan cek lokasi dan penandatangan berkas


Bukan satu hal yang mengejutkan jika Joe sampai mengerjakan proyek yang di luar dari kota-nya perusahaan kontruksi nya sendiri sudah terkenal di negara itu


Joe sendiri memiliki beberapa cabang di luar negeri, semua penghasilannya membuat pria itu menjadi orang terkaya yang ada di kota-nya


"Tuan, kita sudah akan segera sampai mobil akan menunggu kita di sana?". Suga menatap Joe yang sedang bersandar


Mereka menggunakan jet pribadi milik Joe, pria itu tidak suka jika harus behimpitan dengan banyak orang


Jadi dengan mengeluarkan sedikit keayaannya dia akan mendapatkan satu kenyamanan


Joe meandang kota itu, entah mengapa hatinya terasa hangat dia tanpa sadar tersenyum


"apa ini kota yang menjadi lokasi proyek itu?". Joe bertanya pada Suga yang dengan setia mendengarkan nya


"Bukan tuan, kita akan terbang dengan helikopter nanti tempat itu tidak ada pendaratan pesawat"


Joe menganguki Suga "Tapi aku akan berkunjung nanti ke sini, aku ingin tahu tentang kota ini jadi atur jadwal ku nanti"


"Baik tuan". Suga sedikit heran tidak biasanya pria itu tertarik pada apapun


Mereka berangkat pada sebuah tempat di mana helkopter sudah menunggu mereka


"Tuan di sana kemungkinan anda akan menginap mereka sudah menyediakan vila yang cukup bagus di sana". Suga menjeleskan beberapa detail yang baru saja dia terima ketika mereka take off tadi "Dan anda juga bisa seklaian membahas bisnis dengan tuan Bailey"


Joe hanya mengangguki perkataan pria itu dia sudah cukup lelah karena perjalanan jauh itu membuat dia ingin beristrahat sejenak


Tapi  posisi nya sedang tidak bagus, Joe tidak dapat merebahkan tubuhnya di sana, sampai kantuknya menghiang begitu melihat pulau yang indah itu


Wow sangat indah. Joe tersenyum hatinya sangat bahagia mungkin karena dirinya sudah lama tidak berlibur


Suga sedikit terhibur dengan ekspresi bos nya itu, setelah beberapa tahun akhirnya dia bisa melihat senyum tulus itu lagi

__ADS_1


Joe dengan cepat masuk ke dalam vila itu karena dia sudah cukup lelah dia sudah sangat ingin tidur sekarang


Dia menerima kunci dari resepsonis dengan cepat dia bergegas untuk masuk ke sana dia akan beristrahat dan menikmati sedikit waktunya untuk bersantai nanti


"Awh... Om kau tidak melihat jalan apa?". Joe tidak sengaja menabrak seorang anak laki-laki dia baru sadar ketika dia menunduk


"Maaf...". Joe menunduk untuk memeriksa keadaan bocah itu "kau tidak apa...."


Jantung berdetak begitu cepat melihat wajah bocah itu dia ingin menangis tapi dia sendiri tidak tahu alasannya akan sangat memalukan jika dia menangis tanpa sebap


"Tidak apa om maafkan aku juga". Bocah itu mengelus lengannya yang terasa berdenyut dia heran melihat pria di hadapan nya karena pria itu terlihat sangat bingung "Apa om tidak apa?"


Joe berusaha menyadarkan kembali pikirannya


"Tidak apa, siapa nama mu keapa ada anak kecil seperti mu di sini?"


Mendengar perkataan pria itu, seketika bocah itu berubah menjadi kesal "Aku bukan anak kecil om"


Joe tergelak bocah di depan-nya itu sangat kecil dan tampan bisa-bisanya dia berkata seperti itu, dia teringat pada dirinya waktu kecil dia juga tidak suka di sebut dengan anak kecil


"Kenzo" . Pria kecil itu menjawab singkat dia masih kesal karena Joe tidak minta maaf padanya, tentu saja Joe menyadari raut wajah itu


"Kau masih marah dengan ku?".


"Ya tentu"


"Humm Maafkan aku kalau begitu, apa yang harus ku lakukan agar kau memaafkan ku apa kau menginginkan sesuatu?". Joe memandang pria kecil itu


"Tidak ada aku hanya butuh maaf, lagi pula aku bukan perampok aku tidak menginginkan apa-apa dari mu". Kenzo bicara dengan santai tapi pikirannya teringat satu hal dia memandang kembali pria di hadapannya


Sepertinya aku pernah melihat nya, tapi di mana ya. Otak Kenzo bekerja cukup lama sampai dia teringat


"Apa kau Mr.Bald?"


"Kau tahu dari mana?". Joe sangat bingung bocah di depannya tahu tentang dirinya padahal Joe adaah orang yang sangat memprivat data-data hidupnya

__ADS_1


Tidak banyak fotonya yang terpangpang di media sosia


Kenzo terihat sangat senang "Aku ingin meminta tanda tangan mu, aku sangat suka buku yang baru kau keluarkan tentang manajemn kontruksi dan Arsiteknya itu terlihat sangat keren!"


"Benarkah". Joe sangat senang melihat ekspresi bocah itu "Aku akan memberikan mu tanda tangan itu nanti, jadi apa kau memaafkan ku?"


"Tentu saja"


Mereka berdua terlihat sangat senang satu sama lain, Joe bahkan tidak menyangka jika bocah sekecil Kenzo sangat memahami tentang perusahaan kontruksi


"Sayang kau di mana?". Seorang wanita tua memanggil Kenzo "Kau membuat grand ma takut saja"


"Maaf grand ma, lihat ini om Bald yang punya perusahaan kontruksi itu". Kenzo menunjuk pria yang berjongkok di depannya


Apa-apaan mereka, kenapa mereka begitu mirip. Zunneth berguman di dalam hatinya, dia sangat terkejut begitu melihat pemadangan di depannya itu


"Oh Halo Nyonya apa di cucu mu?". Joe berbicara dengan sopan dengan orang tua di depannya dia harus menjaga citranya sebaik mungkin


"Iya, apa kalian ada masalah?". Zunneth menatap pria yang sudah berdiri tinggi di depannya . Mereka berdua semakin mirip


 "Tidak ada Nyonya, kami hanya bicara sedikit saja cucu anda sangat pintar". Joe mengusap kepala pria kecil itu "Nak om akan beristrahat dulu, aku akan menemui mu nanti"


"Tidak biar aku yang menemui om nanti aku yang berkepentingan bukan, di mana ruangan om"


Joe semakin gemas dengan anak itu "Baiklah ruangan ku ada di lantai dua nomor 15 "


Pria itu meninggalkan nenek dan cucu itu senyumnya masih belum luntur dia sangat senang bertemu dengan Kenzo


"Sayang kenapa kau keluar sendiri, kau seharusnya beritahu grand ma". Zunneth menatap Kenzo dia sangat khawatir dengan pria kecil itu dia sangat menyanyangi Kenzo seperti cucu kandungnya


"Maaf nenek, kalau begitu ayo kita keluar angin berhembus dengan segar". Kenzo meraih tangan Zunneth mereka berjalan beriringan


Wanita tua itu jauh lebih bahagia sekarang, Kenzo adalah pria kecil yang manis dia selalu menghibur wanita tua yang kesepian itu


Kevin sendiri sengaja mengajak Zunneth dan Kenzo agar mereka memiliki waktu bersantai saat dirinya dan Irene harus bekerja mereka melakukan banyak pekerjaan

__ADS_1


Walaupun mereka akan sekaigus berlibur di sana, semua orang penting sudah ada di sana mereka tidak ingin melakukan kesalahan sedikitpun yang akan mencoren nama baik perusahaan mereka


__ADS_2