Anak ku tidak di Inginkan

Anak ku tidak di Inginkan
Cupid Kecil


__ADS_3

Joe terbangun karena Kenzo yang sejak tadi mencoba membangunkan dirinya pria itu masih sangat mengantuk tapi Kenzo begitu aktif, pria kecil itu tidak sabar lagi untuk melihat hasil kerja Joe dari apa yang dirinya lihat bangunan itu mungkin akan sangat luar biasa jika di lihat langsung


“Nak kau mandilah dulu nanti Ayah akan mandi juga”. Joe menutup kepalaya menggunakan bantal karena Kenzo begitu berisik


“Baiklah Ayah tapi Ayah harus cepat ini sudah pagi, Mama dan Papa juga mungkin sudah bersiap”. Kenzo menurut dia mandi duluan karena Joe memerintah nya


Dia dengan cepat mandi sendiri dan mengurus keperluan nya di usia nya yang menginjak akan menginjak 7 tahun bocah itu sangat mandiri karena didikan Irene


“Kau sudah selesai Nak?”. Joe terkejut dia sudah bangun berpikir jika putranya akan butuh bantuan untuk mengurus diri-nya sendiri


“Sudah Ayah aku akan tunggu Ayah di luar Jangan lama!”.


Kenzo berlari keluar kamar seperti akan menemu seseorang, Joe langsung saja mandi putranya memang sangat mandiri membuat nya bangga pada setia hal kecil yang di lakukan nya


“Aunty!”


Kenzo menemukan Jennie di ruang bawah villa itu wanita itu terlihat akan sarapan sama seperti dirinya


“Sayang kau sendiri?”. Jennie menyambut pria kecil itu dengan senyuman “Kau mau sarapan, Aunty akan mengambil nya untuk mu”


Kenzo mengangguk “Aku mau menu yang sama dengan Aunty”


“Baiklah pria kecil ku”


Mereka duduk berdua di kursi yang nyaman, Kenzo nampak sangat menggemaskan dengan ransel yang dia bawa


“Ken apa yang kau bawa?”. Jennie sangat penasaran “Aunty bisa lihat”


“Tentu saja, Aunty lihatlah”. Kenzo menunjukkan sebuah kamera terbaru “Papa Kevin membelinya untuk ku, dia bilang ini aka sangat berguna untuk ku apakah menurut mu ini keren?”


“Ya ini benar-benar keren kau bisa mengambil gambar yang unik untuk di jadikan referensi untuk bangunan mu nanti”. Sial dompet ku menangis harganya setengah tahun dari gaji ku


Jennie jelas tahu harga kamera canggih itu karena dirinya juga suka mengambil gambar yang bagus, dia sering di jadikan budak Photografer oleh teman- teman nya

__ADS_1


“Ayah aku di sini!”. Kenzo berteriak memanggil Joe yang terlihat bingung menatap seluruh ruangan itu


“Kau di sini ternyata”. Joe menatap putra nya dan Jennie yang sedang sarapan bersama seperti nya mereka punya obrolan yang seru juga, jadi Joe terebih dahulu mengambil sarapan nya dan bergabung dengan kedua orang itu


“Seperti nya kalian punya obrol an menarik”. Joe menatap hangat kedua orang itu “Kamera ini…. , Ayah baru akan membeli nya untuk kita berdua”


“Papa Kevin membelikan nya untuk ku dia melihat nya di promosi kamera di Belanda bersama Grand Ma minggu kemarin”. Kenzo berpikir sejenak alat itu terlihat sangat rumit dari pada kamera pada umunya “Tapi Ayah aku tidak tahu menggunakan nya”


“Tidak apa-apa Son aku akan mengajari mu nanti, kita akan mengambil banyak gambar di sana nanti menggunakan kamera mu”


“Aunty Jen juga akan ikut kan”. Kenzo memberi tatapan berbinar pada Jennie, membuat wanita itu tidak bisa menolak


“Tentu saja sayang Aunty akan ikut dengan mu”


Mereka bercanda dengan bahagia hingga tidak sadar ada sepasang insan yang menatap mereka


>>


“Ah manis sekali….’. Irene malah memberikan pujian pada meihat ketiga orang di sana


“Huh apa maksud mu, bukan kah Jennie akan risih dia masih single sayang kau menjodohkan nya dengan duda seperti Joe?”. Kevin memberi tatapan datar terkesan sinis


“Apa maksud mu dengan Duda dan Single huh!”. Irene menatap galak suami nya membuat pria itu menelan ludah nya dengan susah, Kevin memeluk Kendrix dalam dekapannya “Lihat Son mama mu marah”


Kevin berbisik gemas pada putra nya berharap Irene luluh dia tahu jika Jennie sedang marah,dan wanita itu tampak nya semakin marah saja


“Jadi kau juga bermaksud jika Janda tidak cocok dengan pria single”. Irene menyinggung hubungan mereka


“Tidak sayang bukan itu maksud ku, iya kan son…”. Kevin menjadi bingung dia hanya bisa berbicara pada putra nya seakan pria kecil itu mengerti


“Ah sudahlah kau memang sangat menyebalkan”.


Irene mengambil sarapan nya walau dia sedikit kesal dengan suaminya dia masih mengambil sarapan untuk Kevin dan menyediakan membuat makanan untuk Kendrix kecil

__ADS_1


“Sayang jangan cemberut seperti it bisa-bisa hari ku buruk karena kemarahan mu”. Kevin tidak tajan melihat Irene yang cemberut dan kesal dengan tana aba-aba dirinya mencium bibir istrinya tidak peduli dengan karyawan disana


‘Kevin!”. Irene terkejut karena Kevin tidak tah tempat untungnya Kendrix belum mengerti pria kecil itu hanya bertepuk tangan karena ibu nya sangat menggemaskan ketika marah “Ini bukan rumah bagaimana jika Kenzo melihat nya”


“Tenang saja sayang ku, mereka masih sibuk mengobrol di sana”. Kevin menunjuk ketiga orang itu “dan jangan marah aku bisa melakukan hal lebih jika kau merajuk terus seperti itu”


Kevin dengan santai mengambil makanan untuk Kendrix dan duduk dengan santai sambil menyuapi putranya, sedangkan Irene tidak bisa berkata apa pun dia tahu bagaimana nekad nya suami nya itu jadi dia tidak merajuk, wajah nya merah merona menahan malu, karena para karyawan tersenyum menatap nya


“Dasar!”


“Sayang… kau masih marah?”.Kevin mencoba memastikan istrinya “Ayo duduklah di sini kau bisa mengacaukan obrolan ketiga orang itu nanti jika Kenzo melihat wajah mu yang masam itu”


“Kenapa kau tidak berubah huh!”.


“Kenapa aku harus berubah, itu adalah cara ku mencintai mu dan aku tidak akan bisa mengubahnya selama aku terus mencintai mu sejak awal”


“Owhhh… “. Hati Irene serasa berbunga dengan gombalan suami nya dia jadi tidak bisa marah dengan pria itu


“Tapi sayang kenapa kau bisa dengan gampang menyebut mereka seperti keluarga kecil, kau jeas tahu jika Jennie itu single kan mungkin dia tidak suka dijodohkan seperti itu”. Kevin bertanya sambil menyuapi Kendrix


“Sayang Jennie itu menyukai Joe dan juga se balik nya”


“Kau yakin, memang kau tahu dari mana”


“Jennie mengatakan padaku jika Joe menolak nya, dan lagi pun aku yakin jika Joe juga memiliki perasan pada Jennie aku jelas tahu jika Joe tidak suka berteman dengan wanita mana pun dan lihat cara mereka menatap satu sama lain”


Kevin mengangguk istrinya walau dia tidak mengerti tapi dia percaya dengan istrinya itu,


“Sayang ayo bantu mereka, aku yakin jika ada hal yang menghalangi Joe untuk menerima Jennie di sisi nya mereka orang yang serasi dan aku pikir mereka layak bersama”


“Hmmm, Sayang ku, kau lihat putra kecil kita seperti nya sudah lebih dulu bekerja dengan cepat dar pada kita”


Kevin menunjuk Kenzo yang berada di antara orang itu “Kau tahu, jika bukan karena pria kecil itu ku pikir kita pun belum bersama sampai saat ini, dia itu Cupid kecil kita”

__ADS_1


__ADS_2