
Sion menatap bingung mansion Joe dan Jennie di sana dia melihat Dua orang yang begitu dekat dengan Kenzo
Nyata nya pria kecil itu memaksanya untuk ikut, Sion yang baru saja tinggal bersama Kevin dan Irene tentu saja bingung untuk apa Kenzo menginap di tempat orang lain
Jennie menatap gadis kecil itu sesaat, membuat Sion semakin salah tingkah saja
"Jadi kau adalah Sion". Jennie memberi sapaan lembut pada gadis kecil itu "Kenapa kau jauh dari kami, ayo ke sini". Wanita cantik itu mengulurkan tangan nya dengan lembut.
"Girl, siapa nama mu?". Joe belum tahu dan dia ketinggalan informasi
"Si..Sion tuan". Sion menunduk takut karena wajah Joe yang yang terlihat menyeramkan bagi nya
"Sion jangan menunduk seperti itu". Kenzo teringat saat pertama kali gadis kecil itu sampai ke rumah nya "Mereka orang tua ku juga, kau bisa memanggil mereka Ibu dan Ayah"
"Ibu, Ayah?". Sion bingung . Bukan kah hanya ada dua orang tua ya, apa maksud kak Kenzo bukan kah papa Kevin dan Mama Irene adalah orang tua nya?
"Girl kau bisa panggil kami Ayah dan Ibu, dan kau tidak perlu bingung waktu akan menjelaskan pada mu nanti". Joe tersenyum hangat pada gadis kecil itu,. dan Sion hanya mengangguk nya
Kenzo menatap Jennie lembut sudah lama dia tidak bertemu wanita itu, sejak pernikahan Ku Joe dan Jennie mereka jarang bersama, Karena baik Kevin dan Joe juga sudah membicarakan waktu bersama pria kecil itu agar memberikan dua pengantin baru itu waktu untuk lebih sering bersama
"Aku rindu Ibu". Kenzo memeluk wanita itu, "Ibu semakin gemuk". Kenzo merasakan ada yang aneh di sekitar perut wanita itu.
"Ibu mu bukan semakin gemuk nak, dia sedang mengandung adik mu". Joe menejelaskan hal yang membuat Kenzo terkejut
"Aku akan punya adik lagi?".
"Ya begitulah". Joe mengelus perut wanita itu "coba pegang dia sudah mulai terbentuk di sana"
"Iya Ayah benar". Kenzo ikut mengelus perut wanita itu, membuat Jennie merasa geli
__ADS_1
"Hahah..haha Hentikan kalian membuat ku geli". Jennie bahkan sampai tertawa "Aku bingung kenapa Irene bisa menahan rasa geli ini dulu". Jennie mengingat Irene yang sudah mengandung dua kali wanita itu hanya tersenyum waktu mereka mengelus nya
"Kau harus terbiasa sayang". Joe menatap wanita itu lembut
"Girl kenapa kau hanya diam saja, ayo bergabung dengan kami".
"Baik Ayah". Sion ikut bergabung dengan tiga orang yang saling dekat itu
Perlakukan Joe dan Jenni sama seperti Irene dan Kevin baik pada nya sehingga Sion langsung dekat dengan kedua orang itu
>>>>>>
"Sayang, bagaimana kalau kita punya bayi nanti ini pasti cocok dengan mereka". Harry menunjuk sebuah pakaian bayi newborn di sebuah mall
Lea hanya menatap aneh pria itu karena mereka baru saja sebulan menikah tapi Harry begitu aktif seperti seorang Ayah saja
"Bukan kah tadi kau bilang kita hanya makan saja ke sini, kenapa kau malah membawa ku ke sini?".
"Kau tidak ingin beli pakaian sayang, atau yang lain?". Harry menggenggam tangan istrinya itu "Sambil melirik toko pakaian yang mereka lewati".
"Tidak". Lea datar "Pakaian ku sudah banyak di rumah di tambah pakaian yang kau beli semua nya bahkan belum ku kenakan"
"Sepatu". Pria itu bertanya lagi, karena berpikir jika istri nya itu kekurangan, Lea tidak pernah meminta nya jadi Harry pikir dia kurang memperhatikan sang istri
"Tidak". Kini Lea terlihat kesal
"Lihat mereka mengeluarkan mode terbaru". Pria itu sengaja berhenti di depan sebuah toko Hermes "Kau mau, pasti orang lain sudah mengincarnya aku bisa membeli kan nya pada mu lebih dulu, itu limited edition".
Sekarang istri nya menatap pria itu semakin tajam, Harry tidak berhenti menawarkan barang-barang itu pada nya
__ADS_1
"Aku tidak mau!". Lea meninggikan suaranya karena dia sudah sangat kesal
"sssttt pelan kan suara mu sayang". Harry menatap lembut istrinya yang kesal itu "Kenapa kau sangat marah hmm"
"Harry..."
"Hmmm?".
"Bukan berarti aku tidak suka dengan apa yang kau berikan, hanya saja kebahagiaan ku bukan lah barang-barang itu"
"Kau tidak menginginkan semua itu?". Harry bingung
Kini Lea menatap pria itu dengan lembut berharap pria itu mengerti maksud nya "Ya aku tidak menginginkan semua itu, aku mengerti jika kau ingin membuat ku senang, tapi kesenangan bukan itu sayang jadi berhentilah ku mohon"
"Jadi apa yang kau mau sayang, aku kan memberikan nya untuk mu".
"Sederhana, aku hanya ingin berada di dekat orang-orang yang ku cintai itu sudah cukup sekarang kau mengerti?"
"Apa aku ada dua antara orang-orang itu". Harry bertanya karena dia tidak percaya diri, Lea tidak pernah mengatakan dia mencintai nya
Dan Lea hanya mengangguk, wanita selalu terlihat cuek pada suaminya tapi jauh dari sana Lea adalah orang yang sangat memperhatikan detai dari suaminya itu dan Harry bahkan menyukai cara istrinya menunjukan cinta nya
"Ayo kita makan aku sudah sangat lapar sejak tadi kau hanya mengajak ku berkeliling". Lea cemberut karena dirinya memang sangat lapar
"Maaf sayang aku lupa, oke ayo mencari restoran pilih saja yang kau suka". Pria itu menarik lengan Lea ke lantai mall yang khusus untuk kuliner
"Sayang aku mau ke restoran Jepang, aku sedang ingin makan ramen". Lea memayunkan bibir nya cemberut karena dia benar-benar sangat lapar sekarang
"Ramen,baiklah ayo ke sana". Harry dengan cepat menarik istrinya ke restoran Jepang itu "Kau tidak ingin restoran nya juga?"
__ADS_1
"Harry!"