Anak ku tidak di Inginkan

Anak ku tidak di Inginkan
Tidak Ingin Ada Penyesalan


__ADS_3

"Joe!". Irene mengahampiri pria itu, dia masih merasakan hembusan nafas Joe "Joe Apa yang kau lakukan huh!"


"Sayang... jangan genggam dia terlalu erat lukanya bisa melebar". Kevin membantu istrinya untuk memangku pria itu "Cepat hubungi Leon!"


Mereka menangani pendarahan pria itu dengan kain, hanya untuk menahan agat darahnya tidak keluar dengan deras


Sampai bantuan datang membawa Joe pergi mendapatkan penanganan pertama, Leon dengan cepat menangani pria itu


Setelah Suho menghubungi nya dia membawa ambulans ke sana memberi pertolongan pertama pada pruia itu


"Ada apa ini!". Leon sudah sangat panik karena mengira Kevin yang terluka nyatanya sampai di sana dia di buat lebih terkejut lagi "Sialan aku akan menyelematkan nya lebih dulu!"


Irene menangis dia melihat jelas bagaimana pria itu melindungi dirinya dan Kevin


Sebenarnya apa yang di pikirkan oleh mu Joe.... Aku tidak bisa memahami mu dengan baik Kenapa kau sampai mengorbankan nyawa mh untuk kami. Irene berguman dalam hatinya dengan air mata yang tetap mengalir


"Sayang tenangkan diri mu". Kevin menghapus air mata istrinya itu, mereka tidak memikirkan apa-apa lagi selain menunggu Joe di tangani di rumah sakit


Untungnya Jennie dengan cepat membawa Kenzo ke dalam Mansion hingga pria kecil itu tidak melihat kejadian naas itu, itu akan membuat pria kecil itu trauma dia masih terlalu kecil untuk melihat hal sekejam tadi


"Aunty Jen apa yang terjadi?". Jennie membawa Kenzo ke dalam kamar di sana "Ada apa dengan keributan itu, Di mana papa dan mama juga Ayah Jo?!!"


"Kenzo kau tahu kan masalah orang dewasa itu rumit, Aunty tidak bisa menceritakan padamu sebaiknya kita menunggu berita yang pasti"


"Tapi Aunty...". Kenzo memegang dadanya yang terasa berdenyut "Kenapa dada ku terasa nyeri, kenapa jantung ku berdetak dengan cepat?"


"Sayang kau itu hanya cemas saja, Papa dan Mama baik-baik saja Ayah Jo juga akan begitu, sebaik nya istirahat kau sudah lelah dalam perjalanan bukan"


Kenzo menggeleng kepalanya dia terlalu takut hingga di tidak dapat beriatrahat walau Jennie menemani nya dengan setia di sana


"Jennie!"


"Suho?". Jennie memastikan orang itu dengan membuka sedikit pintu "Syukurlah apa semua baik-baik saja"


"Paman Suho!". Kenzo berlari begitu mendegar nama itu


"Tuan Muda anda belum tidur?". Suho menggendong pria kecil itu dan memeluknya Kenzo tidak menolak membuat Suho yakin jika Kenzo sedang takut dan cemas "Anda tenang saja Tian dan Nyonya baik-baik saja"


"Tapi kenapa banyak orang di luar dan kenapa mama dan papa tidak ada di sana"


Suho menatap Jennie mereka sama-sama bingung dengan pertanyaan pria kecil itu


"Tuan Tenang saja, Nyonya dan Tuan akan kembaki sebentar lagi mereka sedang ada urusan dengan seseoarang, Nyonya Irene berpesan agar anda beristrahat.... Kalian akan melanjutkan perjalanan besok karena Tuan Besar memesan sebuah Mansion baru dengan perpustakaan baru di sana". Suho tetap memeluk pria kecil itu hingga Kenzo sedikit tenang


Suho memastikan Kenzo tertidur dengan lelap hingga Kevin dan Irene kembali


"Jennie aku titip tuan Muda pada mu!".

__ADS_1


"Tentu saja, aku akan menjaga nya dengan baik". Jennie masuk ke sana dan menjaga Kenzon Tuhan tolong selamatkan Joe beri dia kesempatan dia sudah banyak berjuang untuk Irene dan Kenzo


Suho memanggil beberapa pengawal di sana "Kalian!... Kalian berjagalah di depan pintu kamar tuan muda dan juga di depan jendelanya periksa setiap orang yang masuk baik orang-orang kita dan terutama orang asing"


>>>>


Kevin dan Irene menunggu beberapa saat di sana, Irene begitu khawatir dan tidak enak hati pada Joe


Selama Kevin menitipkan dirinya pada Joe pria itu selalu makukan yang terbaik untuk dirinya seakan ada hutang yang belum terbayarkan


"Sayang kau tidak ingin pulang dan beristrahat aku akan menunggu dia sampai sadar nanti".


Irene menggeleng dia tidaj ingin apapun selain memastikan jika Joe baik-baik saja ada hal yang harus di jelaskan nya


"Baik jika kau tidak mau pulang makanlah kau akan membuat bayi kita lapar". Kevin dengan sabar menyuapi wanita itu


Suga manatap kedua orang itu mereka terlihat sangat serasi dan membuat Suga kagum dengan kepercayaan Kevin


Pria itu dengan sabar membujuk Irene, padahal istrinya sedang mengkhawatirkan pria lain di tambah pria itu merupakan mantan suaminya


Jika Joe yang di posisi Kevin sekarang tentu pria itu tidak akan terima walau apapun alasan nya


"Tuan Joe, jika saja kau seperti Kevin munkin nona Irene dan Kenzo akan bersama mj hingga detik ini nyatanya...Ya aku juga tidak bisa menyalahkan takdir seperti nya kalian hanya di pertemukan untuk aebuah pelajaran penting"


"Kevin!!". Leon keluar dari ruang operasi dengan keringat dan noda darah yang memenuhi pakaiannya


Leon menjawab ragu "Keadaan Tuan Joe sedang tidak baik, dia kehilangan banyak darah karena peluru itu, kami juga harus mengoperasi organ dalam nya"


"Lalu apa yang dia butuhkan Leon cepat katakan!". Kevin mencoba tenang tapi tidak bisa


"Kevin tenang aku memastikan jika organ nya dalam keadaan baik dia hanya butuh tambahan darah"


"Bukankah rumah sakit ini besar kalian pasti menyimpan pasokan darah bukan"


Irene dan Suga terdiam mendengar perdebatan orang itu, mereka jelas tahu jika darah Joe adalah golongan langka


"Kevin golongan darah Joe itu sangat langka, memiliki golongan darah AB negative jarang ada rumah sakit yang menyimpan cadangan darah itu". Irene terisak dia tidak bisa membayangkan jika Joe kenapa-kenapa


Suga sampai merosot ke lantai, pria itu seakan pasrah dengan semua yang terjadi hatinya begitu pilu melihat keadaan Joe sekarang dia hanya bisa menghubungi Louis dan beberapa rumah sakit di kotanya


Mereka menunggu beberapa jam, dan Kevin sibuk untuk menghubungi semua orang yang berhubungan dengan medis


Pria itu juga langsung membuat iklan untuk donor darah mereka tidak beristrahat sama sekali, Kevin sampai memesan kamar khusus di dekat kamar Joe agar Irene dapat istrahat dengan baik wanita itu tidak ingin pulang sebelum menastikan Joe sadar


"Dokter!". Seorang Suster keluar dari ruangan "Pasien sudah sadarkan diri, namun dia sangat lemah"


"Irene..... ". Joe memanggil nama wanita ith berulang kali

__ADS_1


"Joe!". Irene menatap Joe haru keadaan pria itu sangat mengenaskan "Joe bertahanlah kami akan merawat mu hingga sembuh"


Irene tidak dapat lagi menahan tangisan nya dia menumoahkan air mata itu bersamaan dengan pertanyaan di benak nya "Kenapa Jo! Kenapa kau melakukan ini kau membuat aku bingung"


Irene ingin memastika Joe tidak mempunyai perasaan apaoun padanya, jika Joe masih mencintainya dan melindungi dia dan Kevin dengan alasan itu


Irene tidak akan bisa tenang seumur hidupnya jika Joe sampai mati hanya untuk dirinya


Joe hanya melirik Irene dengan Kevin yang terdiam merangkul istrinya, dia masih mencoba tersenyum walau senyum itu nyaris tidak terlihat


"Kenapa kau menangis huh... Jangan menangis seperti kehilangan suami saja.... Suami mu itu.... sedang berada di samping mu". Joe bicara begitu lemah dia masih mencoba bercanda agar Irene tidak merasa bersalah


"Jawab aku Jo, kenapa kau melakukan ini"


"Aku minta maaf Irene...."


"Untuk apa?!".


"Karena menyakiti mu...... kau belum memaafkan ku kan .... Iya.... kan?". Air mata Joe mengalir begitu saja


"Joe!!". Irene terdiam, dia sudah melupakan itu sejak dia menemukan Kevin dia baru sadar jika dia belum memberi maaf pada pria itu dengan tulus


"Iya.. Kan benar... Begitu kan". Joe menatap kedua oranv itu dengan sisa tenaga yang dia miliki


Kepalanya terasa begitu berat, dia ingin terlelap tapi dia ingin tidur jika mendegar satu kalimat yang dari dulu ingin dia dengar


"Maaf... Maaf Irene, aku sangat mencintai mu dan Kenzo maaf karena dulu tidak mempercayai mu.....Maaf..."


Irene tidak menjawab apapun dia hanya mengangguk berkali-kali


"Jika kau bangun dan hidup dengan baik, aku akan memaafkan mu" Irene menagis dia menggemgam erat tangan Joe . "Jangan mati ku mohon, kau masih memiliki Kenzo"


"Kau..... tidak menungguk ku... Sudah ku duga". Joe tersenyum ke arah Kevin "Lihat kau sudah mengambil wanita yang paling ku cintai, kau pasti kebih mencintai nya kan karena itu dia bertahan di sisi mu"


"Tidurlah Joe... Kau harus mendaoat perawatan berikutnya". Kevin mengeratkan rangkulannya pada istrinya hati nya ikut pedih melihat pemandangan menyedihkan itu


Joe kembali mebatao Irene wanita itu masih terisak


"Jangan menangis..... Irene". Joe sangat mengantuk "Jangan membuat ku merasa tidak enak..... Aku hanya ingin hati ku baik-baik saja terhadap mj dan Kenzo"


Mata Joe terpejam begitu saja tapi dia masih membuka mulut nya


"Aku tidak ingin ada lagi Penyesalan, dan aky melakukan apa saja untuk menebus kesalahan ku jadi kumohon jangan menangis"


Genggaman Joe melamah bersamaan dengan kesadarannya yang kembali hilang


"Joe!"

__ADS_1


__ADS_2