
Irene dan Jennie berada di halaman belakang, Irene sedang berjemur Jennie dengan setia duduk menemani wanita itu karena Kevin sendiri yang mengutusnya
Irene sangat terkejut pertama kali melihata wanita itu kembali, saat Kevin membawa nya ke mansion baru mereka beberapa saat lalu
Jennie nampak begitu kurus walau begitu dia masih kelihat segar, dia pun tidak menjelaskan alasan mengapa dia pergi tampa memberitahu teman-temannya
"Irene siapa nama bayi mu, apa kalian sudah menyiapkan nya". Jennie mengusap lembut perut wanita itu
"Kendrix... ".
"Kendrix nama yang bagus apa kalian sama-sama mendiskusikan ini?"
"Bukan, Kevin yang memilih sendiri nama itu dia berpikir cukup lama hingga menemukan nama yang pas untuk calon anak kami". Irene menjelaskan dia jelas ingat bagaimana Kevin memikirkan setiap saat nama bayi mereka nanti
"Tuan Kevin benar-benar orang yang jauh dari pemerkiraan ku dulu, aku tidak menyangka jika pria itu bahkan bisa menjadi seorang Ayah"
"Entahlah dia orang yang sedikit kaku saat pertama kali kamj bertemu".
Jennie mengangguk siapa pun tahu tentang Kevin hanya cinta sudah mengubah pandangan pria itu dia berberbeda saat dia belum bersama Irene dulu
"Nyonya!". Seorang pelayan wanita mengahamipi kedua orang itu "Tuan sudah sampai dia membawa Tuan Joe untuk berkunjung"
Jennie tersentak kaget entah mengapa hati nya merasa senang mendengar nama pria itu . Ku harap dia tidak banyak tanya nanti
Jennie ingat jika Joe yang memaksa agar dia tetap tinggal bersama sampai dia benar-benar sembuh tapi Jennie malah pergi dan menyembunyikan satu hal besar yang bahkan Irene pun tidak tahu
"Kau!". Joe memberi tatapan tajam pada Jennie yang berjalan di samping Irene, Kevin tidak bohong jika wanita itu tampak lebih kurus "Lihat lah tubuh mu itu kau membuat orang semakin merasa berhutang budi saja, harus nya kau tetap di mansion untuk berobat"
Joe melempar deretan nasehat berupa umpatan pada wanita itu, Jennie merasa sedikit kesal karena Joe persis seperti seoranv Ayah yang mearahi putri nya
Jennie hanya terdiam mengumpat kesal dalam hati dia masih menghargai Kevin di sana jadi dia tidak berani bertengkar dengan Joe di depan orang itu
__ADS_1
"Maaf Tuan Joe saya hanya merindukan kampung halaman saya, jadi akan lebih baik jika saya pemulihan di sana". Jennie berbicara data dia menghampiri Kenzon "Ayo sayang kau pasti sangat lelah karena perjalanan jauh buka, Aunty akan membantu keperluan mu"
"Terimakasih Aunty". Kenzo menurut ketika wanita itu mengambil ransel nya Jennie memilih pergi dari sana dari pada harus berdebat dengan Joe
"Sayang kau sudah makan hmm". Kevin memeluk istrimya di depan semua orang dengan tidak tahu malu, Suho bahkan menepuk wajahnya
"Sudah... Joe, Suga kalian duduk lah dulu kalian pasti lelah bukan". Irene menatap dua orang itu "Apa kalian ingin makan sesuatu?"
Joe dan Suga menggeleng mereka hanya duduk dan bersantai dengan nyaman di sana
"Sayang kau temani mereka aku akan menyusul Jennie dan Kenzo". Irene mengecup pipi Kevin sebelum dia pergi ke lif dan naik ke atas
"Aku akan menemani mu". Kevin menggemgam tangan wanita itu "Aku akan kembali kepada mereka setelah mengantar mu pada Kenzo"
Joe dan Suga menatap kedua orang itu mereka selalu tampak mesra di manapun mereka berada, banyak orang iri melihat hubungan sehar itu
Jika saja Joe tidak mengerti dengan sikap Kevin mungkin saja dia hanya akan menilai buruk tennmtang pria itu, sekarang dia sangat mengerti kenapa Kevin bisa mengambil hati wanita nya pria itu memiliki sifat yang hangat berbeda dengan penampilan nya
>>>>
"Aku sudah menjelaskan nya pada mu, kqu saja yang tuli". Jennie duduk bersama mereka di sana "Tuan Kevin sedang memijit Irene, Irene belakangan ini sering pegal karena menahan perutnya yang berat jadi Tuan Kevin meminta ku untuk menemani kalian"
Suga mengangguk dia tidak berbicara sepatah kata pun karena dia jelas tahu keadaan wanita itu seoama dia pergi
"Kenapa kau sangat kurus, apa kau tidak makan sampai harus sekecil itu kau tidak terawat". Joe mendekat dia mengukur lengan Jennie "Lihat bisa di bilang kau itu kekurangan gizi"
Jarak mereka begitu dekat hingga jantung Jennie terasa berdwtak terlalu cepat . Dasar Jantung sialan jangan bertingkah kau akan membuat image ku buruk
Jennie terdiam menatap pria itu dia tidak mampu mengumpat atau bicara apapun sekarang Jennie hanya memalingkan wajah nya lalu pindah agar jarak mereka tidak terlalu jauh
"Hai lihat aku kenapa kau malah menjauh"
__ADS_1
"Lepaskan aku Jo!". Jennie mencoba melepas tangan nya sebelum dia bertingkah lebih jauh lagi
Joe melepaskan tangan itu, dia merasa jika tingkah Jennie terasa sangat aneh Joe tidak paham jika wanita itu sedang malu
Joe tidak berteman dengan wanita manapun sejak dulu, bahkan jika itu Amanda walau Irene mengatakan jika mereka sahabat Joe tidak berpikir demikian
Dan sekarang Joe hanya berteman dengan satu perempuan yaiu Jennie dia tidak tahu jika sikap dan perhatian yang dia tunjukan akan di menjadi hal lain di benak kaum hawa
"Kau ini kenapa, sejak tadi marah dan kenaoa wajah mu merah". Joe meletakan telapak tangan nya di kening Jennie "Sepertinya kau demam"
"Tidak aku tidak deman dan menjauhlah dari ku kau terlalu dekat!"
Bukannya menjauh Joe malah semakin mendekat karena dia tidak suka dengan perintah wanita itu yang menyuruhnya menjauh
Ini bagus...,ah sialan kenapa aku malah merasa nyaman .Joe menggaruk kepala nya merasa bingung sendiri dengan tingkah nya
Suga dapat melihat tingkah kedua orang itu Jie persih seperti saat dia pertama kali kencan dengan Irene
Sekarang Joe bahkan terlalu malu-malu, Jennie memilih pindah dia tidak tahan dengan jantung nya yang meronta-ronta di samping pria itu
"Jennie aku bawakan anggur untuk mu". Suho masuk ke Mansion itu membawa buah segar yang dia janjikan untuk wanita itu
"Suho... Terimakasih aku sudah lama menanti nya". Jennie menerima kotak berisi buah itu
"Makanlah lah langsung aku sudah mencucinya tadi".
"Baiklah terimakasih Suho kau memang yabg terbaik". Jennie menepuk pundak Suho berkali-kali hingga Joe menatapnya dengan tajam
Apa mereka pacaran kenapa mereka sangat dekat. Joe langsung Badmood saat itu juga melihat keakraban kedua orang itu
"Tuan Joe, Suga makanlah aku juga membawa nya untuk kalian!". Suho memberi satu kotak lagi berisi anggu segar "Ini adalah hasil panen yang ku tanam sendiri"
__ADS_1
"Benarkah aku pikir kau membeli nya". Suga memakan buah itu "Ini sangat segar, Joe makanlah!"
"Tidak... Aku tidak suka Anggur!"