
"Bagaimana sayang apakah semua nya berjalan dengan baik?". Seorang pria tua tersenyum melakukan panggilan video bersama putri tercinta nya
"Tentu saja Papa, Kevin sudah mulai jatuh cinta pada ku dia sudah tertarik dengan ku". Julia tersenyum bangga, dia duduk di sebuha balkon memandang taman belakang Mansion itu "Kevin bilang dia akan menemui mu begitu dia sudah mengambil keputusan tentang hubungan kami"
"Bagus Sayang, Jika dia sudah mengambil kesepakatan aku hanya menginginkan sedikit dari hartanya itu selebih itu adalah milik mu". Benyamin tersenyum puas dia tidak menyangka akan mendapat keberuntungan lagi
"Sudah dulu papa, aku akan melakukan perawatan agar Kevin semakin senang dengan ku"
"Baik sayang jaga diri mu dan lakukan yang terbaik"
Setelah beberapa tahun yang lalu dirinya menjual seluruh anak buah nya dengan harga fantastis naytanya dia tidak terbuka pada semua anak buahnya itu
Hingga mereka sendiri tidak tahu jika hidup mereka sudah di jual dan di beli oleh Kevin, perlakuan Benyamin dan Kevin tentu sangat berbeda Kevin tegas dan dengan seluruh tujuan kehidupan yang mengarah ke hal positif namun sangat melalahkan
Berbeda dengan Benyamin yang terlihat santai namun mematikan Benyamin akan membunuh siapapun yang melanggar aturan nya namun semua yang di lakukannya penuh dengan kesenangan duniawi, semua anak buahnya dapat dengan mudah memakai narkoba dan bermain wanita
Bahkan hal kezi di luar nalar manusia mereka bahkan akan memakai gadis di bawah umur yang di perdagangkan secara ilegal
Dan semua kesenangan itu tidak dapat mereka terima dari Kevin, itu lah beberapa hal yang membuat mereka melakukan kudeta terhadap Kevin
"Jadi itu alasan mereka mengkhianati ku ternyata". Kevin bersandar di kursi kebesaran nya pria itu berada di sebuah bangunan yang terpencil dari kota
Di sana sudah ada Harry dan Justin yang sudah selesai memberi laporan mereka Suho juga ikut andil dalam hal itu, mereka sendiri tidak habis pikir dengan Benyamin dan juga David
Kevin tidak kurang falam memberi mereka uang dan kebutuhan hanya untuk menjalankan misi yang di perintah Kevin tapi mereka malah memilih kesenangan dan dosa yang paling di benci olehbKevin
Kevin tersenyum namun Harry dan Justin malah menunduk mereka tahu senyuman itu bukan hal yang baik
"Hhh... Kenapa kalian menunduk huh bukan kau ini kabar bagus kalian bergasil mengorek informasibl sedalam ini". Kevin memandang dua orang sahabatnya itu
"Aku sangat senang kalian tidak senang?".
"Ten..Tentu saja kami senang Kev". Harry memberanikan diri menjawab walau dia sangat gugup dia memberanikan diri untuk beribicara satu hal yang sangat ingin dia katakan "Kevin jangan kotori tangan mu ingat kau punya Kenzo dan Irene istri mu bahkan sedang mengandung"
__ADS_1
Harru tahu bagaimana ketika Kevin sudah beradabdi puncak amarah, dan dosa yang di lakukan anak buahnya hanya akan ada satu hukuman untuk di beri pada mereka yaitu kematian
"Kenapa? Apa salah jika aku membunuh manusia yang membuat orang lain menelderita bagaimana jika saudara atau diri mu yang di perdangakan dan di perbudak dengan kejam seperti itu her?"
"Tapi..."
Harry terdiam dan memejam kan matanya sebentar dia meresapi setiap perkataan Kevin pria itu sangat benar
Justin memandang Kevin dengan berani dia menyingkirkan rasa takutnya Kevin adalh sahabatnya dia tidak ingin pria itu menyesal suatu saat nanti
"Kevin kami tidak masalah jika kau ingin memusnahkan para biadap itu, tapi ingat Irene dan kandungan nya!"
"Aku hanya ingin menyelamatkan manusia lain, dan kita juga sudah membuat rencana signifikan bukan!"
"Sialan kau!". Justin mengeram kesal karena Kevin sangat keras kepala
"Kau mengumpat ku!"
Justin terlalu emosi hingga tampa sadar dia sudah menggenggam erat kerah baju pria itu, Kevin sangat terkejut dengan perlakuan kasar Justin yang jika biasanya pria itu akan sangat santai dan sopan
"Sudah Hentikan kalian!". Harry mencoba melerai kedua orang itu dia juga ikut emosi sekarang
"Maaf aku terbawa emosi". Justin melepaskan genggaman nya
Begitu juga dengan Kevin pria itu menunduk dan merenungkan perkataan dua sahabat nya, mereka benar dia tidak bisa menghabisi nyawa orang-oranv iyu
"Kevin biarkan kami yang menghabisi mereka jangan kotori tangan mu karena kau sudah punya keluarga sekarang!". Justin akhirnya memberi solusi yang membuat tiga pria itu terkejut
Justin memiliki hati selembut kapas dia mengampuni orang-orang di sekitar nya bahkan jika mereka menyakiti dirinya sekarang Justin yang terkenal sebagai Malaikat baik hati berubah menjadi Malaikat pencabut nyawa
"Kau serius?". Harry tidak yakin
"Tentu saja!"
__ADS_1
Kevin tersenyum akhirnya Justin bisa mengambil langkah sebesar ini "baiklah jika begitu aku akan benar-benar mempercayakannya kalian"
Dua pria itu mengangguk cepat dan mereka akan melakukan yang terbaik
"Lalu apa yang kita lakukan untuk menghabisi mereka, jika di banding kan dengan jumlah sampah itu orang-orang kita jauh lebih sedikit" Harry bingung
Kevin hanya mengangguk memahami kebingungan pria itu dia mengklik jari nya seperi isyarat menturuh seseorang masuk
Dan seketika Justin dan Harry terkejut spontan mereka mengeluarkan senjata mereka dan mengarahkan pada orang baru datang itu
Suho dengan sigap menjadi perisai untuk Kevin dia mengambil sebilah pisau tajam dsri balik jas nya
"Hei-Hei tenangkan diri kalian aku tidak bermaksud!". Chris mengangkat tangan nya panik
"Kau sudah lama di sana?". Kevin berbicara dengan santai hingga membuat dua sahabatnya heran
"Kevin apa maksud mu, kami harus menghabisi pengkhianat ini!!". Harry sudah akan menarik pelatuknya jika saja Kevin tidak mencegah
"Hentikan, dia masih di pihak kita"
"Di pihak kita, apa maksud mu?". Justin tidak mengerti dia bahkan belum menurunkan senjata nya begitu juga Harry
"Turunkan saja senjata kalian, kalian tidak lihat dia sudah hampir serangan jantung". Kevin memberi peringatan hingga dua pria itu menurunkan senjata nya
"Sialan kalian benar-benar hampir membunuh ku!". Chris merosot ke lantai jantunh nya berdetak dengan cepat dia tidak pernah meloha bagaimana seram nya dua orang itu ketika mode serius dan menakutkan
"Kau membawa apa yang ku minta?". Kevin berjalan menghampiri Chrish yang tidak berdaya
Sedangkan tiga pria yang hanya menonton di buat sangat bingung dengan percakapan dua orang itu, beberapa saat lalu mereka jelas melihat Chris mengkhianati mereka
Namun saat ini pria itu sedanv bergabung bersama Kevin, dan mereka terlihat akrab seperti biasa
"Pak aku sudah membawa semua yang kau katakan, sistem yang kau buat terlalu sempurna dan aku bisa mengambil semua data fan bukti dengan cepat"
__ADS_1