
Suga begitu pilu saat Joe mengajaknya je sebuah rumag sakit, hanya ada kemungkinan buruk yabg terjadi atau lebih lebih parah lagi
"Ayo masuk kenapa kau malah berhenti". Joe menatap bocah itu dia tampak sangat ragu dan takut
"Apa orang tua ku ada di sana?"
"Ya dan kau sudah berjanji akan menerima keadaan yang ada cepat masuk". Joe menatap bocah itu dengan sorot mata tajam
Dan pemandangan yang pertama kali dia adalah ibu nya yang terbaring lemah dan dengan beberapa alat bantu yang mempertahankan-nya untuk tetap hidup
"Mama... Mama.. ". Suga berbisik dengan lembut di telinga wanita itu dia tidak lagi menangis
Karena dia tidak ingin nampak seperti pecundang di depan Joe dia juga sudah sangat lelah ber sedih
Joe dengan sabar menunggu Suga yang sedang memeluk wanita itu dia tahu jika Suga berada dalam duka yang sangat dalam
"Kak Joe.. Apa Papa ku sudah di makam kan?". Suga cukup pintar untuk memahami situasi yang terjadi
"Jasa Ayah mu tidak di temukan maaf kami sudah melakukan segala upaya". Joe mengahampiri Suga menepuk pundak bocah yang sedang berduka, ini terlalu berat bagi nya di usia nya yang masih amat dini
"Apa mama ku juga akan bertahan?".
Joe tidak menjawab apapun dia tidak yakin untuk memastikan jika Ibu Suga akan selamat hanya dengan melihat alat bantu yang di pasang pun orang lain tahu jika wanita itu tidak akan bertahan lama
"Su..ga .... Suga".
Wanita itu terlalu lemah, hingga Suga terkejut dan mendekatkan telinga nya agar dia dapat mendengar bisikan itu
"Mama jangan terlalu memaksakan diri". Suga memeluk ibu nya dengan pekan agar wanita itu tidak kesakitan
"Saya....ng maaf mama tid...ak bisa men...mani mu la..gi". Ibu Suga seakan tidak sanggup bicara
"Apa maksud mama, mama akan sembuh bertahan lah ma!". Suga membohongi dirinya sendiri
__ADS_1
"Joe... Aku tit...ip Suga pada ... Mu". Joe mengangguk
"Nak... Mama... hanya berpesan jadi lah kuat karena.... kau akan ber..juang sendiri mama dan papa... sangat sayang pada mu...". Wanita itu berbicara dengan nada yang begitu lemah hingga nyaris tidak terdengar sebelum dia menghembuskan nafas terakhir nya
"Mama!Mamaaaa!!". Suga berteriak panik begitu wanita itu berhenti bernafas dia memastikan berkali-kali jika wanita itu hanya tertidur "Mama!! Bangun Jangan seperti ini Ma!!"
Joe menarik Suga dalam pelukan nya dia menghentikan Suga yang sudah tidak terkendali
Bocah itu menggoyangkan tubuh Ibunya yang tidak bernyawa dengan luka di seluruh tubuh nya
Tidak ada lagi darah yang mengalir walau sekeras apa dia mengoyahkan tubuh itu
Suga kembali tinggal bersama Joe, Joe membeli Apartemen yang nyaman untuk Suga tinggali walau Febri dan Joe tidak keberatan jika tinggal di sana nyatanya pria itu tampak tidak nyaman
Semua harta orang tua nya hangus karena kasus korupsi yang melibatkan orang tua nua dalam sebuah proyek besar dan Suga tahu jika Ayah nya di fitnah
"Kak biarkan aku ikut menangani kasus Ayah ku!"
"Ini bukan hal yang mudah, jangan menganggap remeh kasus ini karena ini bukanlah catur yang biasa kita main kan!"
Joe sendiri bekerja keras untuk mengungkap kasus itu, dia membiarkan Suga untuk ikut dalam semua pencarian yang melibatkan hukum itu
Dan karena itu dia tumbuh menjadi anak yang cerdas dia tidak ingin sekolah karena itu Joe memberinya pendidikan khusus hingga dia menjadi tangan kanan dan kepercayaan Joe hingga saat ini
Suga dan Joe berhasil menyelesaikan kasus itu dan nyatanya orang yang membunuh Orang tua Suga tidak lain adalah orang yang membunuh Ayah Joe dulu
Flash On****
Joe tersenyum dia menyadari jika dia sangat beruntung memiliki pria itu di sisi nya dia adalah kekuarga yang dia punya saat ini
"Joe... Kau baik-baik saja". Irene menghampiri pria itu
"Tentu saja, lihat aku sudah bisa bersandar!". Joe tersenyum dia bersadar di bantu oleh Suga "Bagaimana dengan kandungan mu? Dia sehat?"
__ADS_1
"Dia sangat sehat, terimakasih ini semua berkat mu"
Joe hanya tersenyum menanggapi wanita itu dengan baik, hati nya jauh lebih ringan melihat Irene yang sangat sehat begitu juga dengan bayi nya
Irene memegang perut nya yang terasa berat karena kandungan nya yang sudah memasuki usia 7 bulan
"Lihat istri ku begitu mengkhawatirkan mu selama kau tidak sadar di selalu saja merasa cemas aku sangat iri!". Kevin menatap istrinya dengan cemberut lalu dia kembali menatap Suga "Terimakasih Joe, karena kau sudah melindungi istri dan calon anak kami sejauh ini"
Joe mengangguk dia tersenyum dengan tukus dan entah mengapa hatinya tidak seberat dulu saat dia menatap kedua orang itu
Selama tidak sadarkan diri dia sudah berdamai dengan dirinya dia selalu mengingat kata-kata seorang wanita yang memberi nya semangat saat hati nya terluka
"Ayah!". Kenzo menjinjitkan kaki nya agar dia bisa menggapai Joe, Suga dengan cepat mengangkat pria itu duduk di sebelah Joe "Kau sudah baikan?"
"Tentu saja nak, Ayah akan bekerja lebih giat ". Joe mengusap kepala putra gemas
Matanya beralih melihat sekelilingnya dia mencari seorang wanita yang berteman baik dengan nya
"Ada apa Tuan?"
"Di mana Jennie?". Joe berharap wanita itu ada di sana saat dia membuka mata nya nyatanya wanita itu tidak ada
"Ah Nona Jennie sedang melakukan pemulihan di kota asal nya". Suga berbohong karena janji nya pada Jennie
Maaf tuan tapi nona Jennie tidak ingin kau tahu apapun dia sedang berobat di rumah sakit uang tidak kalian ke tahui dia tidak ingin jika kau terbeban maaf.
Suga merasa sangat bersalah jika harus berbohong tapi dia juga terpaksa
"Kenapa dia begitu keras kepala, padahal aku menyuruh nya untuk di rawat dengan baik wanita itu memang sedikit lain". Joe kesal karena dia sangat ingin berterima kasih dengan tulus
Tapi Jennie malah menolak nya, Joe bukan hanya ingin berterima kasih karena Jennie sudah melindungi Irene, namun juga kareba wanita itu membantu nya untuk menyembuhkan luka di hati nya
"Tuan tenang saja aku sudah memastikan jika dia mendapatkan perawatan terbaik di sana di hanya sedang merindukan kampung halaman nya". Suga menambahi dia tidak ingin jika Joe nanti nya mencari wanita itu
__ADS_1
Joe mengangguk paham walau hati nya sedikit kesal