
"Jennie kau kah itu!". Irene berlari kecil menghampiri Jennie, wanita itu di papah oleh Joe karena belum bisa berjalan dengan normal
"Irene... ".
"Jangan banyak bergerak Jen, tunggu kita sampai di kamar". Joe menarap beberapa perawat dan pelayan "Kalian sudah menyiapkan tempat Jennie"
"Sudah tuan" . Salah satu pelayan mengantar mereka ke kamar yang telah Joe sediakan khusus untuk merawat Jennie
"Kenapa kau tidak bilang pada ku jika Jennie sudah sadar". Irene begitu kecewa karena tidak ada di sana saat Jennie sudsh terbangun
"Banyak hal yang harus di perhitungkan Irene, aku tidak ingin mengambil resiko saat kau keluar dari mansion ini. Joe memberikan penjelasan sjngkat agar wanita itu mengerti
"Tidak apa Irene aku kan sudah sehat aku tidak apa-apa". Irene melirik seketarnya "Di mana Kenzo"
"dia masih tidur, kau berbaringlah kau masih sangat lemah aku akan menemani mu di sini".
Irene duduk di tepi ranjang begitu wanita itu berbaring, Jennie memperhatikan Joe dan Irene dia belum mengerti kenapa dia harus berada di sana, dan bagaimana bisa Irene bersama dengan nantan suaminya saat ini
"Ada apa Jen, kau butuh sesuatu?". Joe datang ke sana membawa nampan berisi bubur dan sayur karena Jennie tidak ingin makan di rumah sakit
"Tidak tapi aku ingin menanyakan sesuatu"
"Silahkan". Joe meberi nampan itu saat Irene menerimanya, Irene akan menyuapi sahabatnya itu sebagai ungkapan terimakasih
"Aku, bagaimana bisa aku di sini dan juga Irene kau bisa menjelaskannya?"
Joe dan Irene saling bertatapan mereka tahu jika Jennie tidak sadar saat itu, sampai dia berbaring sekarang wanita itu masih tidak mengerti apa yang terjadi
"Apakah kau harus tahu?". Joe tidak yakin akan menceritakan itu
"Tentu saja, karena aku juga ikut kena dalam hal ini".
"Baiklah jika kau ingin mendengarkannya tapi ku harap kau tidak terlalu terkejut"
Joe menceritakan segala keseluruhan dari kejadian itu dan bagaimana kondisi Jennia saat dia membawa wanita itu kesini
"Kevin akan menyelesaikan semuanya secepatnya dan kalian tidak usah khawatir karena aku juga akan turun tangan dalam kasus ini".
__ADS_1
Joe juga menjelaskan apa yang sudah di usahakan Kevin sampai saat ini, Irene merasa sangat lega karena berita itu
"Baguslah aku sangat merindukannya". Irene mengelus perutnya dengan lembut "Dia juga pasti merindukan calon anak kami"
Wajah Irene begitu sendu menunjukan segala kerinduan-nya Jennie dan Joe bahkan turut merasakan kerinduan wanita itu
Jennie memandang wajah Joe ada kecewa yang tidak dapat di ungkapkan oleh pria itu bahkan jika orwng lain melihat wajah Joe sekarang orang lain dapat lamgsung tahu jika pria itu sedang sakit hati
"Mama!". Irene tersadar dari lamunan nya "Ah Kenzo anak itu belum sarapan, Joe bisakah kau menyuapi Jennie dulu aku sudah berjanji akan membaut sup Ayam untuk Kenzo"
"Tentu saja, dia juga sudah mengatakan itu kemarin". Joe menerima mangkuk itu dan menggantikan posisi Irene
Joe menyuapi Jennie dengan baik begitu Irene keluar dari sana, Jennie merasa canggung karena berduaan dengan pria itu terutama karena Joe adalah mantan suami Irene
"Kenapa, kau mau minum?". Joe menyerahkan segelas air putih untuk wanita itu karena Irene terlihat risih
"Terimakasih". Jennie masih menggemgam erat gelas itu "Umh Joe..."
"Ada apa?"
"Itu apa kau masih menyimpan perasaan pada Irene maaf jika aku bertanya seperti ini, tapi kau bisa menganggap ku teman untuk bercerita seperti saat kita di atap hotel dulu"
"Jangan Menyimpan nya sendiri Joe ... tatapan mu pada Irene mengatakan segalanya"
Joe terdiam beberapa saat, dia nyaman ketija seseorang menanyakan keadaan nya seperti saat ini
"Aku tidak tahu Jen... aku tidak bisa menebus kesalahan ku, ku pikir dengan menemukan kebenaran masa lalu kami aku bisa memperbaiki masa lalu kami dan kembali bersama tapi nyatanya kami tidak akan bisa bersama lagi"
"Jadi ku pikir aku akan melindungi Irene apapun yang terjadi walaupun dia tidak bisa kembali pada ku dan itu sedikit mengobati rasa bersalah ku padanya"
Joe menggemgam erat mangkok itu di tangan nya dia memejamkan matanya
"Walau aku sudah melindunginya sejauh ini hati ku masih tetap saja sakit, aku takut penyeselan itu masih ada dan hati ku selalu saja terganggu setiap saat mengingat bagaimana aku menyakiti nya dulu bahkan jika aku meminta maaf setiap hari dan berlutut di kakinya itu tidak akan menyelesaikan apapun"
Jennie menggemgam tangan pria itu, Joe bahkan sudah hampir menangis mengungkapkan penyesalannya yang begitu dalam
"Joe aku mengerti perasaan mu dan semua usaha yang kau lakukan pada Irene tapi jangan seperti ini kau harus menemukan dirimu lagi"
__ADS_1
Jennie menatap pria itu dengan lembut sampai pandangan mereka saling bertemu
"Kau ingat apa yang ku katakan saat kita di atap?"
Joe mengangguk dia punya Joe dan Suga juga beberapa orang yang setia bekerja padannya sna sekarang dia benar-benar merasakan satu teman yang baik berada di sisinya
"Terimakasih Jen"
"Untuk apa?"
"Untuk menjadi teman dan teman dari Irene, kau wanita yang baik". Joe memberikan senyuman manis dengan mata yang sembap
Hingga Jennie merasakan jantung nya berdetak dengan cepat
Apa-apaan ini berhenti berdetak seperti itu sialan kau akan membuatku aku di depan nya. Jennie mengumpati hatinya karena berdetak tanpa seizinnya
>>>>>
Kevin dan Julia makan berdua di restoran mewah, wajah wanita itu begitu merona karena mereka makan berdua dan tidak ada orang lain disana
Di tambah saat Kevin mengatakan sesuatu yang membuatnya senang luar biasa rencananya sudah berhasil
"Kau seriuskan Kevin!" . Julia bersorak dengan gembira karena berpikir jika dia sudah mendapatkan hati pria itu
"Tentu saja sayang... Bukankah kita harus mengadakan pesta?". Kevin menggemgam tangan wanita itu
"Tentu saja begitu"
"Julia aku juga sudah mendapatkan rekan lain untuk menambah pasokan anggota Archade kita"
"Maksud mu?". Julia tidak mengerti dia tidak tahu jika Kevin akan mendatang kan orang-orang Joe ke sana
"Hali nona Julia dan Kevin"
Mata Julia membelalak kaget dan juga kagum karena kedatangan pria tamoan di sana, pria itu tidak kalah tampan dari Kevin
"Dia adalah Joe Baldwind pemimpin organisasi Black C, Aku yakin kau pernah mendengar tentangnya karena dia akan bergabung dengan kita"
__ADS_1
Julia tampak berpikir Joe memang tampak familiar baginya hingga dia menemukan sedikit memori tentang pria iu
"Apakah kau ada Mr. Bald?". Julia mencoba menebak