Anak ku tidak di Inginkan

Anak ku tidak di Inginkan
Sion


__ADS_3

Irene masuk dengan tergesa ke ruang pribadi suami nya wajah wanita itu menunjukan kegembiraan yang tidak tara


"Bagaimana Sayang kau sudah melihat nya?". Kevin menatap lembut istri nya "Dia sudah membaik?"


"Iya sayang aku juga sudah mendapat data tentang riwayat hidup nya" . Irene menghirup nafas sebanyak banyak nya "Nama nya Sion, usia nya 6 tahun"


"Bagus lah, bagaimana dengan keluarga nya?".


"Sesuai dugaan kita, mereka tidak ingin bertanggung jawab sayang tidak satu pun jadi kita bisa mengadopsi nya dari pihak rumah sakit". Mata Irene berbinar senang


Dia juga dari dulu menginginkan anak perempuan dan sebentar lagi itu akan terwujud


"Kau yakin dengan keluarga mereka?". Kevin mencari keyakinan "Apa kau ingin ku mengurus keseluruhan data Sion?"


"Tidak aku ingin mengurus nya sendiri aku ingin mendapatkan Sion dengan kekuatan kita berdua karena kita yang akan menjadi orang tua nya nanti". Irene menggenggam tangan Kevin menyakinkan kan suami nya


"Baiklah sayang, tapi aku akan melindungi dia dengan segala yang ku punya begitu dia masuk ke dalam keluarga kita!". Kevin memandang istrinya dengan lembut


Irene hanya bisa mengangguk dan memberikan pelukan hangat pada Kevin sebagai ucapan terimakasih karena kebaikan dan kerendahan hati pria itu


>>>>


Seorang perawat wanita menggandeng tangan gadis kecil yang cantik walau tubuh nya nampak sangat kurus perawatan yang di berikan ruang sakit mampu mengobati nya sedikit


"Bibi apakah mereka orang baik? mereka tidak akan menyakiti ku kan?". Sion berbicara takut mengingat kekejaman keluarga nya dulu


"Ya mereka adalah orang baik, kau juga harus baik dengan mereka dan berterimakasih lah". Perawat itu memberi nasehat sekaligus peringatan "Dan yah jangan melakukan kesalahan yang akan membuat mereka kecewa nanti nya"


"Baik Tante"


Hanya ada Ibu nya yang mau merawat nya hingga wanita itu pergi untuk selama nya dari sisi ya, dia sudah di usir dan di buang oleh nenek dan bibi nya Ayah nya juga tidak ingin menerima nya


Sion menunduk begitu melihat dua orang di hadapan nya melihat sekilas saja dia tahu jika dua orang di depan nya bukan orang sembarangan


"Ha.. halo nyonya dan tuan...". Sion memberi sapaan tapi kepalan nya tetap tertunduk takut "Aku Sion..."


"hai Sion, aku yakin kau sudah mendengar tentang kami". Sion mendengar seorang perempuan berbicara dengan lembut wanita itu kini berada di depan nya "Hai sayang lihat aku"


Irene menyentuh lembut pipi Sion membuat gadis itu menatap pada dirinya

__ADS_1


"Cantik sekali...". Irene sangat kagum dengan gadis kecil di hadap nya wajah nya sangat lokal tapi mata nya berwarna hijau cerah tapi rambut nya sangat hitam gadis itu bagaikan campuran ras yang sangat unik


"Kenapa kau takut girl, tatap kami dan jadi berani!". Kevin memegang kedua bahu Sion membuat gadis itu gemetar dulu orang orang mencengkram pundak nya dengan keras


"Sayang kau membuat nya takut". Irene menyadari sorot mata Sion "Sion jangan takut, kami tidak akan menyakiti mu"


Irene memeluk gadis itu seakan melihat diri nya dulu takut dan tidak ada orang lain di sisi nya tapi sekarang Sion bahkan lebih parah


Sion punya keluarga tapi keluarga yang dia punya malah menjadi batu sandungan untuk nya semua orang menyakiti nya membuat dirinya trauma


Sion merasak pelukan membuat Irene yang sudah lama tidak dia dapat kan dari ibunya yang sudah lama pergi, air mata nya turun begitu saja


"Hisk.. hisk .. ". Sion hanya menangis di pelukan hangat Irene, sebelum Kevin memeluk mereka berdua


Kevin memberi ucapan lembut di kepala Sion seperti seorang Ayah yang Sion ingin kan


"Sion ikutlah dengan kami, kami keluarga mu sekarang sayang"


"Tapi aku adalah anak pembawa sial, kalian akan sial karena aku". Sion mengingat setiap umpatan yang keluar dari mulut orang-orang di sekita nya "Aku akan menyusahkan kalian!"


"Siapa yang bilang, kamu menginginkan mu sayang kamu ingin kau berada di keluarga kami". Irene meyakinkan Sion


\*\*\*\*\*\*\*\*


"Grand ma istirahatlah dulu, aku juga akan istrahat". Kenzo menatap Zunneth tidak tega


"Ya sayang, Grand ma mau minum jus pinggang Grand ma terasa encok"


Kenzo membawa Zunneth ke semua tempat duduk yang nyaman membiarkan wanita tua itu meregang tubuh nya, Kenzo memberikan pijatan pada kaki wanita itu hingga dirinya rilex


Wanita tua itu sengaja berkunjung untuk melihat semua cucu nya di tambah mendapat kabar jika Irene dan Kevin akan mengadopsi anak


Zunneth juga ingin berada di sana untuk menyambut keluarga baru mereka, dia tidak menghalangi Irene dan juga Kevin apalagi tahu alasan mereka mengadopsi seorang anak


"Sayang kami pulang" Irene menggenggam tangan Sion dan juga Kevin di samping "Sion itu adalah Grand ma dan juga Kenzo, dia adalah kakak mu sekarang"


Sion menatap bocah laki-laku yang tampan pria kecil itu tampak dingin pada nya


"Ayo Son, perkenalkan diri mu jangan buat dia takut dengan sorot mata tajam mu itu".

__ADS_1


Kenzo mendekat dia mengamati Sion dari atas ke bawah hingga mata nya tertuju pada bola mata indah Sion


"Papa kenapa mata nya aneh (bagus)". Kenzo bertanya bingung "Seperti orang luar saja tapi wajah kulit dan rambut nya adalah orang tropis"


"Kenzo!". Zunneth ingin sekali mencubit pipi Kenzo sekarang tapi bocah itu tidak akan suka "Sayang tidak baik melihat orang seperti itu, itu tidak sopan"


"Grand Ma benar sayang perkenalkan diri mu dulu". Irene menimpali Zunneth


"huh baiklah". Kenzo menghentikan tatapan nya "Aku Kenzo, Kenzo Beltey,Baldwind dan kau"


"aku Sion". Sion mengulurkan tangan nya dan di terima dengan baik oleh Kenzo, Kenzo sangat senang sekarang karena di punya teman


"Sion Beltley, kau mengambil marga papa karena kau bagian dari keluarga ini". Kenzo berbicara dengan percaya dirinya membuat siapa saja yang mendengar nya sangat kagum


"Selamat datang sayang, sekarang kau adalah bagian dari keluarga ini". Zunneth memeluk Sion dia sadar diri jika wajah nya sangat arogan jadi dia. ingin bertidak lebih dulu agar Sion merasa nyaman


"Oh ya Ma apa Kendrix masih tidur?". Irene bertanya


"Ya dia ada di kamar kalian dia baru aja makan dan minum susu, dia tidak rewel dan sangat penurut".


"Syukur lah maaf sudah menyusahkan mu Ma". Irene merasa menyusahkan Zunneth di tambah usia wanita itu sangat rentan


"Tidak apa nak, aku juga sangat senang menghabiskan waktu dengan cucu ku"


"Sayang nanti kau akan bertemu dengan Kendrix begitu dia bangun sekarang bermainlah dengan Kenzo".


Kenzo langsung menarik Sion ke perpustakaan nya menunjukan segal yang dia punya di sana


Mereka berdua cepat akrab, Kenzo suka Sion yang tidak banyak bicara dan cepat tanggap jadi Kenzo tidak perlu menjelaskan dengan repot peraturan hidup nya karena dia sangat suka mengatur orang lain


Irene dan Kevin menatap bangga putra dan putri mereka dua anak itu begitu cantik dan tampan mereka juga pintar


"Sayang kau tidak berencana menyekolahkan Sion ke sekolah umum?". Kevin menatap istrinya


"Ku pikir tidak, Sion punya riwayat mental yang buruk jadi dia akan homeschooling saja dan juga harus di rawat extra aku akan di rumah untuk memantau ketiga anak kita seratus persen"


"Kau yakin, kau tidak ingin bekerja lagi?"


Irene menggeleng ketiga anak kita adalah hidup ku sekarang Kevin dan juga kau kalian adalah hidup ku aku akan melakukan yang terbaik untuk kalian semua

__ADS_1


__ADS_2