
"Kenapa kau tersenyum seperti itu sayang, kau tampak begitu bahagia". Kevin menatap Irene yang sejak tadi tersenyum melihat smartphone nya "Coba ku lihat"
Kevin melirik gadget istrinya itu melihat percakapan grup di sana.
"Jadi mereka akan menikah?". Kevin terbelalak dia pikir butuh waktu lama bagi Harry Untuk meluluhkan Lea "Cepat juga bajingan kecil itu"
"tentu saja sayang, Lea pantas mendapat Harry". Irene seakan sudah tahu apa yang terjadi, membuat Kevin menyipitkan matanya
"Kau ada hubungannya dengan semua ini?".
"Hmm"
"Kau tahu, Lea itu juga sudah menyukai Harry dia itu sangat keras kepala jadi aku memutuskan untuk turun tangan"
"Apa?". Kevin terkejut dia baru tahu mengenai istrinya itu "Sayang bukan kah kau terlalu ikut campur dengan urusan lain?"
Irene menatap suami nya dengan tajam "aku tidak mencampuri urusan mereka, aku cuma melancarkan hubungan yang rumit itu apa itu salah?".
"Bukan begitu maksud ku sayang, tapi itu hubungan yang rumit untuk orang lain bisa masuk ke sana". Kevin tidak suka jika Irene ada di sana wanita itu hanya milik nya
"Huhh Sayang, itu memang urusan mereka tapi ada baik nya jika aku membantu mempercepat jalan nya Lea itu sangat keras kepala aku tahu itu".
"Huh Baiklah....". Kevin menghela nafas nya dengan berat dia sendiri tidak ingin melawan kehendak istri tercinta nya itu "Jadi bagaimana cara mu melakukan itu, kau bahkan tidak memberitahu ku sama sekali"
"Kau tahu kenapa Harry membawa Lea ke tempat indah itu, tempat yang biasa para konglomerat tempati"
Kevin teringat pada restoran dan penginapan di atas perbukitan kota mereka "Owh tempat itu"
__ADS_1
"Ya tempat yang sangat romantis bukan, aku sengaja membuat helikopter nya tidak berfungsi agar Harry dan Lea bisa menikmati waktu mereka"
"Lalu?".
"Ya Harry akan menunjukan sepenuh ny perhatian nya pada Lea dan aku yakin saat itu Lea akan melihat sisi lain dari pria itu, aku juga merencanakan nya dengan Harry jika pria itu menunggu selama sebulan tanpa memberi ancaman pada wanita keras kepala seperti Lea aku yakin hubungan mereka tidak akan berjalan baik sampai sekarang'
Kevin tercengang dengan ide istrinya itu, sekarang dia mengerti dari mana bakat putra nya yang menjadi cupid Jennie dan Joe ibu nya sama saja
"Luar biasa". Hanya kata itu yang terucap dari mulut Kevin
"Luar biasa? Tentu saja hahahaha!". Irene tertawa menang
Ada hal yang sedikit aneh yang di lihat Kevin dari istrinya itu. Kenapa dia bisa tertawa selepas itu padahal sebelum nya tidak pernah . Kevin tersenyum miring menatap istrinya yang biasa nya anggun Irene tidak pernah tertawa seperti itu.
Cup
"Kevin!". Wajah Irene cemberut seketika mereka ada di ruang tamu, siapa pun bisa melihat mereka "Bagaimana jika orang lain melihat nya, kau tidak bisa menyembunyikan kebiasaan mu itu"
Kevin melirik sekitar nya, ada beberapa pelayan yang berlalu lalang, "Memang nya mereka berani melihat kita Hmm, mereka akan tutup mata sayang "
"Cih tapi tetap saja". Irene mengigit bibir bawah nya merasa kesal dengan kelakuan pria itu
"CK....CK...CK..". Kevin berdecak sambil menatap Irene dengan sorot mata tidak terbaca "umh... ayo kita ke kamar saja kalah begitu".
Irene terbelalak dia cukup tahu apa maksud Kevin "Ini masih siang"
"So? I want you now". Tidak menunggu jawaban dang istri Kevin sudah menarik tangan wanita itu menuju kamar atas "Ayo kita manfaat kan hari libur ini dengan baik sayang"
__ADS_1
Brukk
Kevin menjatuhkan istrinya ke atas ranjang lalu mengunci kamar itu begitu mereka berdua masuk
"Kendrix sudah aman dengan para nanny jadi kita bisa melakukan nya sekarang bukan". Kevin sudah mengukung istrinya sebelum wanita itu bangun
"Sa...sayang tapi ini masih siang ". Irene pucat pasti, sudah beberapa hari mereka tidak melakukan nya, Kevin tengah bergairah sekarang
"Lalu? Malam nanti mungkin saja tidak ada kesempatan, Kendrix mungkin akan meminta tidur bersama kita'
"Bagaimana dengan Sion dan Kenzo". Irene masih mencoba menghindari suaminya
"Kau lupa mereka berdua sedang bersama Joe dan Jennie mereka menjemput nya kemarin".
Aish mampus aku tidak bisa mengelak lagi, ya terserah lah lagi pula ini sudah menjadi kewajiban ku. Irene bergumam pasrah hingga Kevin mendarat kan bibir nya di ceruk leher meninggalkan jejak percintaan di sana
"Sshhhhh". Irene mendesis begitu merasakan ciuman Kevin yang begitu dalam "Hmmmphh"
"Sayang jangan di tahan?". Kevin memberi gigitan kecil di pundak wanita itu "Kamar kita kedap suara tidak akan ada yang mendengar nya"
Kevin kembali berulah sekarang tangan pria itu tidak tinggal diam satu tangan nya sudah meraba ke dalam gaun istrinya itu menarik benda yang menghalangi tangan kekar itu untuk ikut bermain
"Ahhh" . Irene mendesah begitu satu jari Kevin menelusuri masuk ke dalam milik nya "Hahhh hah Ke...Kevin..." Pria itu semakin mempercepat gerakan yg tangan
"cih kau keluar sangat banyak sayang...". Kevin melepaskan seluruh pakaian yang ia kenakan setelah itu baru lah dia melepaskan pakaian Irene
Kevin sudah menunggu beberapa lama untuk ini, mengurus ketiga anak mereka merupakan hal yang cukup menguras waktu kedua insan itu
__ADS_1