Anak ku tidak di Inginkan

Anak ku tidak di Inginkan
Memberi Pelajaran


__ADS_3

Lea dan Jennie memutuskan untuk keluar dari kerumunan pesta itu karena tidak mendapat incaran mereka sejak tadi


"Lea, kau yakin kenal dengan wajah mantan Irene kenapa kau tidak menemukan nya sejak tadi aku capek bawa-bawa"


"Aku sangat kenal kau tenang saja dan selalu pegang tongkat mu itu akan berguna memukul mantan suami Irene nanti"


Lea sedikit mengingat di mana posisi Joe tadi terakhir dia melihat pria itu sedang bersama Kenzo di kursi paling belakang


Mereka berdua memutuskan untuk keluar dari kerumunan itu hingga mereka pergi ke tempat sepi yang tidak jauh dari sana


"hei lihat bukan kah itu Kenzo". Jennie menunjuk pada dua orang yang sedang berjalan di pantai membelakangi mereka


"Ya kau benar itu, ayo kejar sebelum mereka terlalu jauh". Lea sangat antusias "tunggu dulu!"


"Ada apa?". Jennie bingung


" Kita tidak bisa menghajar pria itu jika Kenzo di sana kita harus membawa seseorang untuk membawa Kenzo"


Jennie menepuk jidat nya "sh kau benar aku bodoh sekali"


Dua wanita cantik itu mengalihkan pandangan nya di sekeliling nya hingga mereka menemukan Suho


Mereka menarik tangan pemudab berusia 26 tahun itu


"Kenapa kalian menarik ku seperti ini, lepas tuan Kevin akan mencari ku nanti". Suho bingung


"kau ikut lah dengan kami ke sana" Lea menunjuk dua orang sudah menjau "dan aku bawa Kenzo pada tuan Kevin begitu kita menyapa mereka"


Suho menatap Ayah dan anak itu dari kejauhan dia tahu jika pria di samping nya adalah Ayah kandung Kenzo


"kenapa aku harus membawa Kenzo apa tuan Kevin meminta nya, dan kau" Suho menunjuk pada Jennie yang memegang tongkat dengan erat "untuk apa kau membawa benda seperti itu huh?!"


Dua wanita cantik itu menatap Suho dengan tajam membuat pria merinding seperti melakukan kesalahan besat


"Kenapa kau banyak tanya sekali huh!!". Lea sedikit emosi


"Kau diam dan ikuti apa yang kami perintah kan". Jennie dan Lea menarik paksa pria itu


Hingga mereka sampai di mana Kenzo dan Joe sudah berjalan cukup jauh, dua wanita itu terengah-engah karena gaun yang mereka pakai


"Tante Jennie, Tanter Lea kenapa kalian ada di sini?". Kenzo terkejut dengan kehadiran kedua wanita cantik otu


Begitu juga dengan Joe dia berbalik begitu menyadari perkataan putra nya "ada apa nak?" . Joe ikut menatap tiga orang di hadapan nha

__ADS_1


Hingga mata nya bersitatap dengan Jennie orang yang dulu dia temui di hotel beberapa minggu yang lalu saat dia melakukan survei lokasi


Jennie tidak kalah terkejut dengan pria yang dia kenal adalah mantan suami Irene sahabat nya


"kau!?". Jennie terdiam


"Kalian berdua saling kenal?". Lea merasakan perubahan dua orang itu


Sementara Jennie hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal dia sendiri bingung mengatakan nya


"nona apa yang kau lakukan? Apa kau berteman dengan Irene?". Joe meminta penjelasan dari pakaian yang Jennie pakai dia jelas seorang bridemaid, pria itu tidak terlalu memperhatikan empat orang itu tadi


Karena matanya hanya menatap Irene dan Kevin dengan penyesalan yang tidak berkesudahan


"Tentu saja Irene adalah sahabat kami!". Lea sudah emosi dia sudah ingin menghajar pria itu


"Tuan Muda ikut lah dengan saya, tuan Kevin dan Nyonya Irene mencari anda". Suho menengahi ketiga orang yang perang dingin itu


"Baik paman". Kenzo mengikuti Suho "Aku pergi dulu Ayah".


Suho mengerti dengan maksud Lea dan Jennie sekarang jadi dia tidak banyak tanya lagi


Joe hanya mengangguki putra nya dia tahu jika wanita di depan tak akan membiarkan diri nua pergi


"Tunggu nona-nona ada apa dengan kalian". Joe sangat bingung


"Jadi kau mantan suami Irene". Jennia nampak kecewa karena dia berteman dengan Joe


"Ya begitulah dan apa yang sedang kalian lakukan?"


Lea tersenyum hanya ada mereka bertiga di sana "Jen aku tidak masalah jika kau berteman dengan nya tapi kita selesaikan dulu urusan kita"


"Iya kau benar!". Jennie menyingkir kan perasaannya dia harus pada tujuan mereka sekarang


"Tunggu dulu nona-nona apa yang kalian lakukan!"


"tidak kami hanya ingin memberi pelajaran pada pria brengsek yang sudah menyakiti sahabat kami". Lea bericara sangat menggebu-gebu Jennie tidak kalah wanita itu juga sudah bersiap dengan tongkat nya


"Joe kau diam saja kami hanya akan memberi mu sedikit pelajaran yang baik"


"kalian ahk!".


Lea melayangkan tinju nya begitupun dengan Jennie dengan tongkat yang genggam erat

__ADS_1


"Rasakan itu!". Lea memukuli pria itu tanpa henti


"Ini karena kau telah menyakiti Irene kami". Jennie mengayunkan tongkat nya mengenai pundak pria itu


Joe mendapat pukulan tanpa henti dia tidak ingin lagi menjadi pria kasar yang memukul wanita jadi pria itu hanya dapat menghindari pukulan wanita itu


Pria itu tumbang setelah beberapa saat mendapat pukulan dari Jennie dan Lea


Pria itu menunduk kesakitan ada beberapa lebam di wajah dan lengannya


"Hentikan"


Lea dan Jennie berjongkok dan mensejajar kan tubuh mereka, hingga mereka dapat melihat wajah kesakitan pria itu


"Tuan Joe kau tahu kau sudah membuat kesalahan besar aku tidak peduli dengan alasan mu berselingkuh dari Irene tapi kau menyakiti hati wanita itu". Lea menatap lekat pria itu


"Maaf kan aku Joe, tapi Irene adalah sahabat ku aku mengerti perasaan mu sekarang tapi kau juga harus mendapatkan hukuman dari kami"


Lea bingung dengan perkataan Jennie "Apa yang kau maksud apa kalian sangat dekat hingga kau memahami nya". Lea memberi tatapam tajam


"Hei ayolah aku akan jelaskan nanti, tapi lihat dia jika kau mau pukul saja lagi!". Jennie menenangkan Lea dia akan menjelaskan pada Lea nanti tapi tidak di depan Joe


"Kalian benar-benar teman Irene". Joe berkata dengan gemetar dengan sakit di sekujur tubuh nya tapi dia tersenyum


"Ada apa dengan mu huh". Lea memberi tatapan sinis


"Terimakasih tolong jaga Irene, aku tahu kalian wanita yang baik...".


Joe ambruk begitu dia mengatakan apa yang dia ingin katakan, dia senang begitu tahu jika Jennie dan wanita di samping nya adalah sahabat dekat Irene


Mereka berdua tidak munafik seperti Amanda dulu yang hanya memanfaatkan irene


"Tuan Joe!". Suga berlari menghampiri Joe yang sudah lemah dengan kesadaran yang sedikit lagi


Jika di lihat-lihat dia mengerti apa yang terjadi pada pria itu


"Suga antar aku ke rumah sakit dan biarkan saja mereka"


"Tapi tuan"


"Ikuti saja perkataan ku, dan jangan kau sentuh mereka sedikit pun jika mereka terluka karena mu maka aku akan memecat mu!". Joe sudah sangat lemah dia tidsk sanggup berbicara lebih jauh


"Baik tuan!"

__ADS_1


Jennie menarik tangan Lea menjauh dari sana begitu beberapa pengawal memapah tubuh Joe, setidak nya mereka sudah melakukan apa yang mereka inginkan


__ADS_2