Anak ku tidak di Inginkan

Anak ku tidak di Inginkan
Menginap


__ADS_3

"Aku tidak masalah jika itu tidak membuat mu susah". Joe megambil beberaa pakaian di lemarinya "Pakai ini dulu, pilih lah pakaian yang bisa kau kenakan"


Jennie menatap beberapa pakaian yang ukurannya besar itu 'Kau tidak punya pakaian yang lebih kecil lagi?"


"Itu adalah ukuran terkecil yang aku punya"


"Ya baiklah terimakasih aku akan mandi dulu"


Jennie masuk ke kamar yang telah di tunjuk Joe butuh beberapa lama hingga dia sendiri selesai mandi, Jennie memilih kaos dan celan pendek yang paling bisa dia kenakan "Hmm bau Joe masih melekat"


Jennie tersipu malu hingga tampa sadar dia memeluk dirinya sendiri ketika dia menghirup bai


Tok...Tok...Tok


"Jennie!". Joe mengetuk pintu itu beberapa kali dia merasa lapar dan dia yakin jika Jennie juga begitu "Jennie keluarlah sebentar"


'Tunggu sebentar". Ah sial ini memalukan . Jennie merutuki dirinya begitu dia sadar apa yang dia lakukan "Ada apa Joe, kau belum tidur? ini sudah tengah malam". Jennie membuka sedikit pintu itu di sadar pakaian nya akan sangat memalukan kaos itu sudah seperti dress di tubuh kecil nya


"Aku lapar"


"Lalu?". Jennie tidak mengerti "Apa kau ingin aku memasak untuk mu?"


"Tidak aku bisa memasak sendiri, kau keluarlah untuk membantu ku"


Jennie sangat ragu dia bahkan mengikat celana pendek Joe agar dapat melekat degan sempurna di pinggang nya


"Ada apa kau ada masalah?". Joe merasa Jennie seperti memiliki kendala "Apa kau butuh sesuatu, buka pintu nya kau seperti kucing pemalu saja"


"eh tunggu"


Joe membuka pintu kamar Jennie tidak sabaran karena wanita itu tampak terus melamun


"Joe jangan!"


Pria itu ternganga melihat Jennie yang mengenakan pakain nya, pakaian yang tampak tidak sebanding dengan tubuh kecil nya


Jennie begitu malu hinggan dia menunduk karena tatapan pria itu


"Pfff .... Berapa ukuran baju mu huh, kau tampaj seperti anak Tk saja!"


Jennie yang sebelum nya tersipu malu kini merasa jengkel karena ejekan Joe


"kau saja yang terlalu lebar, Menyebalkan!"

__ADS_1


"Lebar? Ck...ck..ck ini bukan lebar tapi kekar". Joe memamerkan otot-otot tangan nya dengan bangga "Kau tahu ini adalah body yang di idam kan para kaum hawa bukan?"


"Hahhahaa kau narsia sekali hhhhahah". Jennie tertawa lebar begitu mendengar kepercayaan diri Joe "Kau itu sangat lah narsis". Jennie memberi tatapan sinis


Joe langsung cemberur dia tidak auka Jennie yang merendahkan dirinya biasa para kaum hawa akan senang dengan dirinya yang seperti itu


Berbesa dengab Jennie yang tertawa dan terkesan meledek walau begitu Jennie tidak bisa berbohong jika dirinya suka dengan sisi Joe saat ini


Tidak saat mereka berbicara dengan normal di berbagai pekerjaan mereka


"Sudah-sudah kau suka sekali melunjak". Joe langsung keluar dari kamar itu dan menuju dapur "Kau bantu aku memotong ini". Joe memberi Jennie beberapa sayur untuk di bersihkan


"Kau sangat suka sayur ya, kapan kau membeli nya?". Jennie melirik isi kulkas Joe yang penuh dengan buah dan sayur


"Ya aku lebih suka sayuran dari pada daging".


Jennie hanya mengangguk-angguk dia adalah team netral dia suka sayur dan daging


"Kau mau masak sayur saja?"


"Kita akan masak ramen saja, itu yang paling simple di tambah sayur agar lebih enak dan bernutrisi"


Jennie menatap Joe dengan seksama setelah dia selesai membersih kan sayuran yang di berikan pria itu pada nya, Joe begitu serius hingga tidak menyadari Jennie yang sedjak tadi menatap dirinya


"Mana sayur nya itu sudah bisa si masukkan"


"Hmm". Jennie tidak fokua hingga tidak sadar dengan perkataan Joe


Pletak!


"Aduh kau ini kasar sekali!". panas seketika menjalar di dahi mulus itu hingga meninggalkan bekas merah


"Kau sejak tadi nelamun apa yang kau pikirkan huh, masukkan sayur nya"


"Iya-iya!". Dasar singa pemarah!


"Bagaimana enak?". Joe sedikir ragu dengan masakan nya kali ini dia begitu mengantuk hingga hanya memasak makan sederhana itu dengan tidak fokus


"Enak". Jennie menyuruput semua isi kuah itu rasa nya begitu tajam dengan bumbu sederhana yang di berikan pria itu "Kau tahu kau jika satu saat kau nanti bangkrut ku pikir kau bisa menjadi seorang koki untuk melanjutkan hidup"


Joe menanggapi berbeda pujian wanita itu "jadi kau berharap aku bangkrut begitu"


Mulai lagi kenapa dia selalu berpikiran lain sih Menyebalkan ."Tidak"

__ADS_1


"Tapi wajah mu mengatakan segalanya"


"Ya... Ya.... Ya". Jennie manjawab dengan malas dia memilih untuk mengambil mangkok kotor itu dan mencuci nya, tapi nyatanya Joe kurang puas dengan jawaban itu


Dia kembali usil dengan Jennie sampai wanita iru kesal baru dia akan berhenti,


Cih sudah lama aku sudah tidak menjahili orang, Jennie adalah sasaran yang tepat jawaban itu sungguh membosan kan .


Joe berjalan ke sisi wastafel pria itu seperti seorang bica pengganggu dia menyipratkan sedikit air ke wajah wanita itu


"Joe hentikan! jika kau mengganggu ku lagi aku akan berhenti membantu mu!". Jennie mulai kesal dia mengantuk dan ingin beristrahat


"Kau tidak ingin membantu ku lagi?"


Jennie menatap kesal pria itu "Kau itu seperti anak-anak tahu!"


Bukan nya berhenti Joe malah semakin usil dia begitu senang ketika Jennie akan memarahi nya . Ayo marahi aku, lihat pipi cubby itu menggemaskan sekali!


"Joe kau!". Jennie membersihkan mangkok terakhir dan tanpa aba-aba dia menyerang Joe dwngan sabun di tangan nya


"Eits tidak kena". Joe menghindar dengan cepat Jennie tidak berhenti menyerang pria itu hingga tanoa sadar dia menginjak tetesan sabun yang terjatuh


Joe dengan ceoat menangkap tubuh mungil itu kedalam dekapan nya, hingga jarak mereka begiru dekat dan pandangan mereka saling bertemu


Kenapa pinggang nya sekecil itu dan ah sial apa dia tisak menggunakan bra?. Joe tanpa sadar meraba punggung mulus itu, naluri sebagai seorang pria bekerja dengan cepat


Dia sudah lama tidak bersentuhan dengan wanita dan Jennie adaalah yang pertama setelah lama menyendiri


Joe menatap bibir mungil itu merah seperti buah cerry, sudah lama Joe memperhatikan bibir cantik itu hingga saay ini dia berpikir ingin mencium nya sebentar saja


Pria itu memajukan wajah nya dan aangat dekat dia dapat menghirup aroma tubuh Jennie


"Joe hentikan!".


Jennie tersadar dengan posisi mereka itu sangat tidak norma untuk dua orang lajang


"Aku akan tidur, aku sudah mengantuk". Jennie minggat dari hadapan Joe yang mematung, pria itu mencoba menjernihkan pikiran nya


"Ah sial apa yang sudah ku lakukan!". Joe mengusap wajahnya sendiri dia sadar dengan apa yang dia lakukan itu sangat tidak benar


Joe memutuskan untuk masuk ke kamar dan tidur nyatanya kejadia yang baru saja terjadi membuat nya tidak bisa tidur dengan nyenyak


Tidak berbeda dari seorang wanita yang berada di kamar lain, Jennie juga memeluk bantal nya dengan erat Jennie nyatanya juga menginginkan ciuman itu tapi hubungan mereka hanya sebatas teman dan teman tahu batasan

__ADS_1


__ADS_2