
'Ibu.... tidak kau tidak bisa pergi seperti ini, kau harus banguun..". Amanda terus meraung meratap kepergian Sara
Wanita itu telah kehilangan satu-satunya tongkat kehidupannya
"nona, Nyonya Sara sudah pergi kami akan membersihkan tubuhnya". Salah seorang perawat di sana hendak melakukan tugasnya
"Tidak! Ibu ku tidak pergi dia hanya tidur..... kalian tidak boleh mengambilnya dia ibuku!". Amanda mengeratkan pelukannya pada Sara yang sudah membeku
Perawat itu sudah lelah, dia memutuskan teman nya untuk menahan wanita di depannya, pekerjaan mereka sangat lah banyak mereka tidak bisa membuang waktu untuk satu orang yang berduka
Ada banyak orang lain di rumah sakit itu yang mempertahankan nyawa mereka di sana
"Jangan sentuh aku!! Ba*ingan lepasakan aku *******!!. Amanda meronta-ronta ketika dua perawat menarik badanya menjauh dari Sara
"Nona tenanglah ku sudah menghabiskan 4 jam hanya untuk menagisinya dia tidak akan bangun". Salah satu perawat itu mulai kesal
Mereka sudah memberikan penghiburan untuk wanita itu selama beberapa saat, namun Amanda malah memaki mereka dengan cacian
Mereka berdua membawa tubuh Amanda ke sudut ruangan di sana sementara beberapa perawat lain membawa jasad Sara untuk di otopsi
"Tidak Ibu!". Amanda memukul kepalanya sendiri dia sangat depresi
Pemandangan seperti itu sudah biasa mereka lihat jadi tidak mengejutkan bagii mereka melhat seorang Amanda yang menghabiskan waktunya berjam-jam untuk menagisi sang Ibu
Para perawat itu terpaksa memberi obat penenang pada Amanda karena kondisi wanita itu sangat tidak terkendali
>>>>
Amanda termenung sendirian di rumahnya dia terlihat bingung dengan tatapan kosong, Sara terpaksa di kremasi karena Amanda tidak punya uang untuk biaya pemakaman sang Ibu
Abu jenazah Sara di taruh dalam satu wadah yang di berikan pada Amanda
"Ibu kenapa bentuk mu seperti ini huh...". Amanda memeutar-mutar wadah itu tepat di depan wajahnya
Kesedihan terdalam dari dirinya adalah tidak semat mendengarkan perkataan terakhir sang ibu
Wanita itu tersenyum dan menangis sendirian tidak ada memberi penghiburan lagi padanya semua teman-temanya mejauhi dirinya karena video syur itu
"Heh kau bukan ibu ku!!!". Amanda meletakkan wadah itu dengan kasar ke meja
Matanya melirik ke kamar sang ibu "Ibu pasti sedang tidur". Dia berjalan penuh harap ke kamar itu
"Ibu! aku ada di sini kenapa kau tidur terus huh!". Amanda sudah memiliki gangguan mental, karena dia tidak bisa menerima kepergian Sara
Amanda menyusuri semua sudut kamar yang tertata rapi itu, matanya melirik pada sebuah buku yang terletak di nakas
Tangan-nya terulur untuk membuka lembaran buku itu
1. Kekuatan Terbesar Ku
__ADS_1
** Aku Kehilangan suami ku karena sebuah perselingkuhan yang di akukan oleh sahabat dan suami ku saat aku hamil aku begitu putus asa\, tapi aku punya janin yang aku harus pertahankan**
** Aku menunggu dan menjaganya sendiri sampai dia terlahir ke dunia\, dia sangat cantik dan lucu aku bersyukur karena Tuhan memberiikannya pada ku semua penderitaan ku lenyap begitu dia ada di sisi ku**
** Amanda Putri ku adalah sebuah Keuatan yang di beri Tuhan untuk ku aku akan mencintainya Seumur hidup ku**
Tangan Amanda gemertar begitu mmembuka halaman pertama itu tangan nya terus membuka hingga kelembran berikutnya
Ada banyak catatan sang ibu yang berisi tentang semua kebahagiaan yang dia milliki dan semua kebahagiaannya adalh mengenai Amanda putri semata wayangnya
** Amanda sudah tumbuh besar aku sangat bersykur karena dia bisa masuk ke universitas yang besar** aku sangat bangga padanya
Tanpa sadar air mata Amanda sudah mengalir sejak dia membuka buku itu semua tulisan ibu nya sangat menyayat hatinya, hingga tangan Amanda membuka lembar terakhir buku itu
** Hari ini kesehariaan ku sangat hampa putri ku belum juga kembali\, apa dia tidak merindukan ku? aku sangat ingin menyambut kepulangan-nya Video syurnya pasti sudah membuatnya terpukul apa dia di jebak?**
** Apapun itu aku hanya ingin dia kembali\, jika saja dia kembali dan meminta maaf attas ke salahannya aku akan menyambutnya dengan baik**
** Aku menyesal karena sudah salah mendidiknya dia sudah menghancurkan kehidupan rumah tangga sahabatnya seperti dulu sahabat ku**
** Jika dia bisa merubah satu kesalahan fatal itu saja\, aku akan sangat iklas jika Tuhan mengambil Nyawa ku sebagai bayarannya aku tidak ingin Amanda ku jadi wanita jahat seperti itu**
"Ibu Aku bukan wanita jahat!". Amanda masih tidak suka di akhir hidup ibunya yang malang, Ibunya malah mengatakannya sebagai wanita jahat
Amanda memeluk buku itu dengan erat dia tidak punya siapa-siapa lagi sekarang, mungkin jika Irene ada di sana dia akan memeluknya atas semua kesedihannya
Tapi dia bahkan tidak akan melihat wanita itu lagi karena Irene sudah pergi sangat juh dan menghilang dari pandanggan-nya
Jka dia bertengkar dengan ibunya, dia akan memprovokasi teman-teman karena dia adalah sseorang yang harus mendapat apa yang dia mau
"Hiks silan ini adalah kesalahan mu Jo!". Wanita itu berteriak menyalahkan seseorang dia belum menerima semua kenyataan bahwa ibunya meninggal karena dirinya sendiri "Aku harus menemui mu!, kau harus bertanggung jawab untuk semua penderitaan ku!"
Amanda berlari menuju luar, namun baru saja membuka pintu beberapa aparat kepolisian sudah berada di sana
"Apa anda adalah Amanda?". polisi itu bertanya dengan sopan
"ada apa, aku mau keluar menyigkir kalian!".
"maaf nona, tapi anda harus mengikuti kami ke kantor polisi atas kasus prostitusi dan pembunuhan pada Ibu Sara!". Kepolisian memang sudah menyelidiki rumah itu saat Amanda berada di rumah sakit
Di tambah hasil otopsi yang membuktikan sidik jari Amanda di sana, wanita tua itu sudah di dorong dengan keras menyebapkan benturan yang keras di kepalanya
"Apa yang kalian lepaskan aku! aku harus menmui ba*ingan itu lepas si*lan!!". Amanda terus memberontak tapi tenaganya kalah dengan dua pollisi berbadan besar it
"Arrgggh Ibu tolong aku mereka menyakiti Ku!!!". Amanda berteriak matanya tertuju pada rumah mereka
Amanda di bawa kantor polisi untuk penyelidikan lebih lanjut dapat di pastikan dia akan mendekam sangat lama di sana karena semua kasus yang dia miliki sudah sangat terbukti jelas
Sementara seorang pria sementara pria berwajah dingin menatapnya dari mobil mewahnya
__ADS_1
Amanda itu belum cukup kau masih harus lebih menderita lagi*
Joe adalah orang yang yang bertanggung jawab di semua kasus Amanda dia sengaja mengirim polisi untuk menyelidiki kematian Sara
Dia mendengar jika wanita itu mati dengan luka di kepala itu bukan lah hal yag biasa, wanita tua itu pasti mengalami hal yang buruk
Joe sendiri sudah memata-matai wanita itu sejak dia keluar dari apartemennya dia harus melihat seberapa mederitanya wanita itu
Seakan tidak pernah puas dia ingin wanita itu lebih menderita lagi
Amanda duduk di sudut ruangan sebuah penjara, dia baru di masukan kesana karena tidak ada orang yang membatunya dalam persidangan
Semua bukti tertuju pada dirinya dan terbukti benar teruma kasus prostitusi dari visum dan video yang beredar dia mungkin akan mendapat hukuman penjara di tambah dia tidak mampu membayar denda
"Hei ada anak bar". Salah satu wanita yang tampak menyeramkan mendendang kaki Amanda "Geser ini tempat ku!"
Amanda memandang wanita itu "Cih memang siapa kau huh"
PLAK
"Jika kau masih menyayangi nyawa mu hormati aku!, aku adalah bosnya di sini"
Amanda menatap sekitarnya beberapa wanita di sana tertunduk takut namu ada juga yang tetap angkuh, dia kemabali menatap wanita tadi
'Aku tidak mau siaan!!"
"Kau belum mengerti rupanya ". Wanita itu mendendang tubuh Amanda samapi terlempar ke tembuk
Amanda tiak dapat menerimanya dia juga meyerang anita itu tapi tenaganya sangat kecil sedanga kan badan wanita itu cukup besar
"Arg ******!!". Wanita tadi meringis karena Amanda mengigit jarinya samai patah
'Rasakan itu si*alan kau tidak bisa mengganggu ku". Amanda tidak menerima perlakukan kasar sedikit pun
Dia sudah membuat wanita di depanya murka "Kalian pegang dia!"
Wanita itu menyuruh kawananya untuk menahan Amanda,BUGHH..BUGHH
"SAKIT!!!". Amanda berteriak kesakitan saat wanita itu melayangkan pukulan berkali-kali tepat di wajahnya
"Rasakan itu kau harus tahu ada siapa kau berhadapan"
Amanda terjatuh dengan ke lantai namun wanita tadi belum puas dia menginjak kepala Amanda yang sudah pingsan berkali-kali dengan keras
"Hentikan!"
Seorang polisi penjaga berteriak namun mereka belum mengehentikan aksi mereka, hingga polisi itu meluncurkan satu tembakan pada kaki wanita yang mengamuk itu dia merupakan nara pidana yang tersandung narkoba
Semua orang di ruangan itu diam tidak bergerak saat wanita itu jatuh dengan luka di kakinya
__ADS_1
Dua orang polisi masuk ke sana untuk mengehentikan kegaduhan, dan satu orang lainnya memeriksa keadaaan Amanda
"Sialan dia tidak bernyawa". Pilisi itu memegang kepala Amanda sudah remuk dengan darah yang sudah membanjiri ruangan itu