Anak ku tidak di Inginkan

Anak ku tidak di Inginkan
Tetap Menjadi Teman


__ADS_3

Jennie mencoba bersikap biasa dengan Joe wanita itu tidak lagi seramah dulu pada pria itu, sedangkan Joe dia mulai merasa tidak enak dengan Jennie


Dia pun tidak mengerti perasaan nya dia sangat bahagia dengan perasaan Jennie padanya tapi ada satu hal yang selalu menghalangi nya untuk membalas perasaan Jennie


Masa Lalu


Joe takut jika dia akan melukai Jennie seperti dia melukai Irene dulu dan bagi nya diri nya bukan lah pria yang baik untuk wanita itu tapi Joe mencoba untuk mwmperbaiki hubungan mereka seperti sebelum nya dia tidak bisa membohongi hatinya dia rindu Jennie dengan candaan manis nya


Seperti sekarang Joe dan Jennie duduk berhadapan mereka sedang menyusun laporan dan data-data proyek mereka yang hampir selesai, Kevin akan datang beberap minggu lagi untuk memastikan ke sana


"Semua nya sudah selesai?". Joe menatapa semua orang yang ada di sana


"Sudah tuan!".


"Kalau begitu keluarlah, kecuali kau". Joe menunjuk pada Jennie


Selain nya semua orang di sana keluar dari ruangan itu setelah menywlesaikan pekerjaan mereka dan menyerahkan nya pada Joe


"Kau tidak mendengar ku nona Jennie?". Joe menatap tajam wanita keras kepala yang hendak keluar bersama pekerja lain nya "Duduk lah di sana laporan mu belum selesai"


Wajah wanita itu begitu kesal tapi dia menurut dan duduk dengan jarak yang jauh dari Joe


Sementara Joe memeriksa satu persatu laporan di sana dia terlihat sibuk padagal dia hanya membolak balik kertas itu dan tidak memeriksa apapun pikiran nya tertuju pada Jennie yang kini duduk dengan wajah masam nya


Dia semakin hari semakin membuat ku geram sudah dua hari dia mendiamkan ku seperti orang asing, apa yang harus ku lakukan huh . Joe mengumpat dalam hati nya dia ingin memeluk wanita itu sekrang juga tapi ego nya bekerja lebih cepat


"Tuan Joe jika kau tidak memerlukan bantuan atau apapun itu, biasakah aku keluar anda hanya membolak balik kertas itu". Jennie jengkel dia tahu apa yang pria itu lakukan


Tidak mendapat jawaban yang dia ingin kan Jennie semakin kesal dia memutuskan untuk keluar tapi dia sudah di hadang lebih dulu oleh Joe


"Tuan Joe apa yang anda lakukan!!". Joe mengunci ruangan itu dan memasukan kunci itu kedalam sakunya


"Sampai kapan kau terus begini, sudah dua hari kau mendiamkan ku seakan kita bersua orang asing apa kau sebegitu marah dengan ku!"


"Kau tidak punya hati apa, kau tidak bisa berpikir sedikit pun mengenai perasaan wanita kau pikir aku bisa berperilaku seperti biasa setelah pebolakan itu"

__ADS_1


"Jennie aku tidak bisa menerima mu, bukan berarti kita berhenti berteman bukan kah kau yang mengatakan itu"


Jennie terdiam dia ingat betul ketuka dia ingin mempertahankan hubungan mereka dengan baik dan nyatanya dia lah yang menjauhi pria itu


"Maaf..". Hanya itu yang keluar dari bibir Jennie


"Maaf untuk apa?"


"Joe ini terpalu sulit untuk ku, aku begitu menyukai mu"


Joe tertegun setelah penolakan pahit yang dia berikan wanita itu masih bisa bersikap lembut, dia semakin ragu untuk menerima Jennie dalam hidup nya


"Aku mengerti tapi apakah kita harus seperti ini Jen, kau tahu jika kau adalah salah satu teman yang ku miliki dan kau menjauhi ku"


"Jadi apa mau mu Joe, apa yang kau lakukan pada ku terlalu manis untuk di katakan sebagai teman aku hanya akan membawa perasaan ku untuk setiap perhatian yang kau berikan, dan apa kau benar-benar tidak ingin memulai hidup baru?"


Untuk kedua kalinya Jennie mempertanyakan itu pada Joe, dan Joe tahu dia harua menhawab wanita itu dengan baik dan tidak melukai perasaan nya seperti beberapa saat lalu


"Apa jau sudah menghabiskan perasaa mu pada Irene? Berikan aku kepaatuan Joe dan jangan biarkan aku berharap pada mu kau hanya akan melukai perasaan ku setidak nya berikan aku penolakan agar aku berhenti berharap"


"Aku akan tetap berteman dengan mu Joe, aku juga tidak bisa menjauhi mu kita akan selalu beteman dwkat"


Perkataan Jennie seolah membuat hati Joe menghangat wanita itu akan kembali bersama nya, mereka akan berteman dan bercanda bersama seperti dulu,


Namun dia tidak tahu jika hubungan mereka tidak akan sedekat dulu dia terlalu berharap, tanpa memikirkan perasaan waniyta itu


"Baiklah Jennie, tapi berjanjilah kita harus benar-benar berteman". Jennie mengangguki perkataan Joe


"Aku tidak akan menikah lagi Jen ku pikir aku akan sendiri sampai sisa hidup ku, aku hanya akan fokus dengan Kenzo saja"


"Kau Yakin?"


Joe hanya terdiam dia sendiri ragu pada pilihan hidup nya jauh dalam hati nya dia ingin hidup bersama seseorang menemani nya hingga tua nanti , tapi apa dia punya kesempatan itu?


"Joe jawab aku?"

__ADS_1


"Aku tidak tahu Jenny tapi menerima mu adalah hal yanh tidak bisa ku lakukan kau bisa mencari pria lain yang lebih baik jangan dengan ku"


Kekecewaan Jennie semakin meningkat saja jika Joe hanya tidak ingin menikah lagi itu tidak apa baginya tapi pria itu memberi penolakam seakan ada wanita lain yang dia cari


"Aku mengerti Joe"


"Kita akan tetap berteman kan?". Joe takut Jennie menjauh dari nya


Sementata Jennie mati-matian menahan kekecewaan dalam dirinya dia ingin pergi dari sana saat itu juga tapi dia juga sudah berjanji satu hal


"Tentu saja kita akan berteman sekarang menjauhlah sedikit"


Jennie mendorong Joe dari hadapannya Joe mengunci pergerwkan nya sejak tadi hingga membuat dirinya sesak


"Apa yang kau lakukan?". Joe menatap bingung Jennie wanita itu seperi akan pergi dia tidak rela


"Menyingkir Joe, handpone ku berdering".


Joe membelalak matanya hp itu ternyata sudah berbunyi sejak tadi dirinya terlalu fokus pada Jennie hingga tidak menyadari hal lain di sana


"Siapa?"


"Irene".


"Jennie kau di sana?". Irene melemparkan pertanyaan begitu Jennie menjawap panggolan itu "Apa kau bekerja kenapa kau lama sekali"


"Maaf Irene, apa kau ada perlu?".


"Ah iya aku dan Kevin akan berkunjung ke sana Kevin bolang jika pembangunan tempat itu sudah akan selesai jadi dia mengajak kami ke sana"


"Benarkah? Apa kau membawa Kenzo dan Kendrick"


"Tentu saja, bangunan itu akan segera di resmikan beberapa minggu lagi jadi Kevin membawa kami melihat-lihat tempat itu dia juga menyuruh kami untuk memilih tempat pribadi kami di sana"


Jennie tersenyum manis, dia merindukan Irene dan banyak orang di sana dia tidak bisa pulang karena sibuk bekerja

__ADS_1


__ADS_2