
Kevin bersama dengan Irene, Pria itu membawa wanita nya pada tempat di rumah itu yang tak pernah di kunjungi Irene
"Kevin tempat apa ini?". Ruangan sangat tertata rapi dan bersih tapi entah mengapa Irene merasa ruangan itu sangat menakutkan dengan beberapa pistol dan senjata tajam yang tertata rapi di pajangakan di sana
Pria itu tidak menjawab pertanyaan wanita itu dia malah menduduka n Irene pada sofa besar seperti seorang ratu dalam kursi tahtanya
"Irene dengarkan aku" . Kevin menahan pundak wanita itu hingga dia tenang dan fokus padanya, pandangan mereka melekat satu sama dengan yang lain
"Sayang, Aku ingin mengatakan sesuatu hal tentang ku yang belum kau ketahui sama sekali"
"Ada apa"
Kevin menghembuskan nafas nya dengan sangat kasar sesungguhnya dia sangat gugup dan takut dengan sesuatu yang akan dia ungkapkan
"Sayang, berjanjilah pada ku jika apa yang akan aku katakan tentang diri ku kau tidak akan berpaling dari ku, aku tidak ingin ada lagi yang ku sembunyikan tentang ku pada mu Irene"
Pria itu menggemgam tangan kekasih nya dengan berharap jika wanita itu akan memahami nya
"Ada Kevin kenapa kau gugup seperti itu, apa ini masalah besar?"
"Ya"
Irene melepaskan genggaman Kevin membuat pria itu semakin kalang kabut, tapi Irene menggemgamnya kembali dia bahkan lebih menggemgam tangan pria itu lebih erat
"kau ingin mengatakan nya, aku senang jika kau mengatakanya sekarang". Wanita iitu berkata dengan sangat lembut dan manis
"Apakah kau akan menerima sisi ku yang gelap? .
"Gelap?".
"Hmm"
"Ayo katakan aku ingin mendengarkan nya, aku berjanji akan tetap bersama mu"
"Kau serius"
Irene mencium lembut bibir pria itu mengatakan seungguhnya dalam hati nya, dia tidak ingin membuat pria itu takut dan mengurungkan niat nya untuk berbagi cerita itu
"Sayang aku adalah seorang pembunuh"
__ADS_1
Deghhh.Jantung Irene membeku begitu mendengar perkataan itu, membunuh? memang berapa orang yang sudah dia bunuh? apa dia psikopat?
"Sayang dengarkan aku, aku punya alasan untuk itu aku adalah seorang mafia dan aku punya organisasi besar di bawah kekuasaan ku"
Pria itu tampak sangat gusar dan pertanyaan di benak Irene sudah bermunculan dengan begitu banyak nya tapi da mencoba untuk tetap diam dia ingin Kevin melanjutkan perkataan nya
"Tapi aku punya alasan untuk semua itu sayang". Kevin beranjak dari sana menuju kmputer yang berada di depan mereka
"Sayang ini adalah data perdagangan manusia yang sangat meningkat pesat, dan negara tidak bisa selalu menangani semua itu jadi aku berpikir untuk masuk ke sana menjadi bagian mereka lalu menolong mereka sebisa ku"
Irene menatap lekat pria itu dia bisa menangkap arah pembicaraan pria itu
"Aku sudah banyak membunuh orang di sana untuk menyelamatkan sedikit dari mereka, kau tahu kau tidak akan bisa memahami orang lain jika kau tidak eprnah menjadi bagian mereka"
Kevin kembali pada wanita itu dengan tangan gemetarnya, dia takut jika Irene tidak akan bisa menerima pembunuh seperti diri nya bagaimana jika wanita itu membatalkan rencana pernikahan mereka
"Apa kau masih mau menerima ku?"
Wajah wanita itu tampak pucat membuat Kevin tidak yakin dia sadar diri jika tindakan nya sangat kejam tapi apa dia harus selamanya menyembunyikan itu?
"Kevin kau tahu aku sangat takut sekarang mengetahui fakta tentang diri mu" Irene mencoba memaksa senyuman nya "Tapi kau sudah mengatakan nya aku akan tetap bersama mu Kev aku akan menerima masa lalu mu"
"Sungguh?". Mata Kevin sudah berbinar dengan segala harapan nya dia tidak menyangka jika Irene benar-benar menerima nya
"Kau tidak takut?"
Irene mengelus pipi pria itu dengan lembut, hingga Kevin memejamkan mata nya marasan tangan lembut wanita itu
"Kevin aku sudah menghabiskan sisa cinta ku yang ada untuk mu dan Kenzo, aku sudah memberi cinta ku yang besar pada Joe sebelum nya "
Irene menghabiskan sedikit waktu itu dia semakin mengelus wajah pria itu menyalurkan perasaan nya yang sebenar nya
"dan dia menghancurkan nya jadi aku tidak memiliki cinta yang tersisa sedikit pun jadi kau harus menjaganya dengan baik karena jika tidak aku akan pergi selamanya dari hidup mu"
Kevin tersenyum dia tidak masalah dengan itu, wanita itu sudah tahu tentang sisi gelap nya jadi dia akan bergerak dengan bebas untuk menyingkir kan siapa saja yang akan menyakiti keluarga kecil nya
"Sayang ...". Kevin memberi tatapan serius dia ingin mengatakan sesuatu yang ada di benak nya mengenai Kenzo
"Iya?"
__ADS_1
"Aku ingin mengirim Kenzo bersama mama ke Belanda"
"Untuk apa, apa kau ingin memberikan pendidikan di sana pada nya?". Irene bicara dengan segala kebingungan nya dia juga tidak ingin berpisah dengan putra kecil nya itu
"Bukan ini semua karena Joe"
"Joe? apa hubungan nya dengan pria itu?"
"Sayang aku tahu orang macam apa Joe itu, dia sama seperti ku dia juga punya organisasi di kegelapan itu dan aku tidak bisa menganggap nya hal sepele, dia bisa mencelakai kau dan Kenzo kapan saja dan itu akan membuat ku menyesal seumur hidup ku"
"Apa aku akan berpisah dengan nya?"
"Untuk sementara sayang, kau harus tetap di sisi ku di sana akan ada mama yang akan menjaga kenzo"
"Tapi.. aku"
"Tidak ada tapi sayang ini semua untuk keselamatan Kenzo, hanya untuk sementara sampai aku bisa menhandle mengenai Joe kita akan menunjungi nya nanti jika kau merindukan nya"
Irene tampak ragu berpisah dengan Kenzo kecil itu sangat sulit untuk nya, bocah itu masih sangt kecil jika untuk berpisah dengan nya tapi perkaan Kevin juga tidak bisa di anggap sepele
"Apakah dia benar- benar akan baik"
"Sayang, Kenzo adalah anak yang jenius aku tahu jika kau menyadari semua itu dia kan memahami nya dengan cepat"
"Bagaimana dengan persidangan hak asuh nya Kenzo harus berada di sana bukan"
"Sayang kau pikir Joe akan bermain dengan jujur? dia tidak sebaik itu dia bisa melakukan apa pun selama masa persidangan itu kita harus mengambil langkah yang lebih cepat"
"Baiklah ". Irene akhirnya luluh walau haatinya belum tenang
Kevin menarik wanita itu dalam pelukan nya mencoba menenagkan diri nya dan Irene,
"Setelah semua nya beres ayo kita menikah dengan damai, aku akan memastikan semuanya akan berjalan dengan baik"
"Kevin jangan berjuang sendiri, izin kan aku ikut dengan mu
Kevin melonggarkan pelukan nya, dia terkejut dengan permintaan wanita itu dia mungkin akan takut dengan cara kerja nya yang sadis sedang kan Irene adalah wanita yang lembut dan jauh dari hal seperti itu
"Kau tidak yakin dengan ku"
__ADS_1
"Tidak bukan itu maksud ku aku.."
"Kevin aku mengijinkan mu melindungi ku dan Kenzo, aku juga akan melindungi mu sebisa ku "