Anak ku tidak di Inginkan

Anak ku tidak di Inginkan
Sedikit Paksaan


__ADS_3

Kevin sudah tiba di apartemen Irene pagi-pagi sekali, wanita itu bahkan belum selesai berdandan dan juga makan dia sedikit kesulitan bergerak karena perutnya


“Kevin kau datang terlalu pagi”


Irene membuka pintu dengan rambut yang sedikit berantakan


“Biarkan aku masuk”


Irene membiarkan pria itu masuk, Kevin meletakan beberapa kotak makanan di meja dia memasak sendiri makanan itu dia ingin memastikan sendiri jika makan yang di makan Irene adalah makanan yang sehat


Baik untuk dirinya dan juga bayi yang ada dalam kandunganya


“Kemarikan rambut mu biarkan aku menyisirnya”. kevin melihat Irene yang kesusahan bergerak


“Tidak apa Kev aku bisa sendiri”


“Kemarikan ku bilang”.Pria itu tidak menerima penolakan itu hanya akan membuat Kevin semakin melakukan hal lebih padanya


“Maaf merepotkan mu Kevin”. Irene pasrah dengan pria itu, Kevin mengikat rambutnya dengan rapi bahkan lebih rapi dari yang dia buat


“Kau memang merepotkan ku jadi kau harus membayarnya suatu saat kau mengerti”


“Ya..ya aku akan membayarnya okey”. Irene mengerti candaan pria itu, dia selalu seperti itu setiap merasa dirinya menyusahkan


“Ayo buka mulut mu, aku akan menyuapi mu”. Kevin sudah mendudukan wanita itu di kursi dia menyediakan makanan dan minuman sehat untuk wanita itu


“Kevin jangan seperti ini kau terlalu baik”


“Apa yang ku lakukan memang?”


“Kau terlalu baik”


“Ya aku mengingat seorang gadis di masa lalu ku dia terlalu baik, jadi kupikir aku juga akan melakukan hal yang sama begitu”


Irene menghela nafasnya semakin dia menolak pria di hadapanya itu, dia akan menjadi lebih perhatian lagi padanya dia merasa tidak enak


Wanita itu menerima setiap suapan dari pria itu, makanan yang dia bawa sesuai dengan seleranya dan juga jus buah yang stiap hari dia baw


Membuat hati Irene merasa senang dengan semua perhatian kecil itu tapi di saat bersamaan hatinya juga merasa tidak enak


Kevin memberekan semua tempat makan itu dia kan mencucinya dan mengambilnya kembali setelah mengantar Irene pulang


“Ahk Kevin”. Irene merasakan sakit di perutnya,kandunganya sudah memasuki usia 8 bulan usia yang sangat rentan bagi ibu hamil

__ADS_1


“Irene bertahanan lah”. Kevin mendekap perempuan itu dengan erat dia sudah akan menggendong Irene keluar namun wanita itu menahan nya


“Sudah Kevin, sakitnya sudah hilang”. wanita itu bersandar ke kursi sakit itu memang kadang datang menghampirinya dan hiang begitu saja


“Kau membuat ku takut”


“Maafkan aku Kevin, aku sudah sangat merepotkan mu”. Irene sedikit menunduk dia sudah sangat menyusahkan pria itu, banyak hal yang sudah Kevin lakukan untuknya


“Kau tidak ingin merepotkan ku lagi kan?”.Kevin memegang kedua pipi Irene agar wanita itu menatapnya


“Ya aku tidak ingin merepotkan mu lagi”


“Kalau begitu kau harus menuruti satu permintaan ku”


“Apa itu?”. Irene sedikit penasaran pria itu tidak pernah meminta sesuatu darinya itu yang pertama kalinya


“Berjanjilah kau akan menurut”. Irene tampak berpikir kemudia dirinya mengangguk “Ikutlah ke mansion ku aku bisa mengawasi mu 100% disana”


“Kevin itu terlalu berlebihan orang lain akan salah paham dengan mu”


“Memangnya apa peduli ku kau sudah menolak semua suruhan ku untuk menjaga mu di sini dan inilah permintaan terakhir ku”


“aku tidak mau”. Irene masih bersiteguh dengan prinsipnya dia tidak akan menyusahkan pria itu lebih lagi


“Kevin!”. Irene begitu terkejut dengan pria itu, tabungan dan gajinya sudah habis untuk kebutuhan bayinya nanti dia juga memerlukan banya biaya intensif karena kandungannya memerluka pemeriksaan rutin


Selebihnya uang Irene akan di pakai untuk operasi caesar, itu di sarankan langsung oleh dokter kandungan Irene


Wanita itu sempat stress dalam waktu yang lama bahkan sempat akan keguguran dokter sangat tidak menyarankan dirinya untuk melahirkan normal itu akan berbahaya bagi bayi dan dirinya


“Aku tidak main-main dengan kata-kataku Ine, pilihan mu hanya dua ikut dengan ku ke mansion atau kau di pecat”. Kevin harus sedikit memaksa wanita di depanya agar wanita itu menurut, itu semua untuk kebaikanya


“Kevin aku”


“Kau akan menyusahkan ku begitu?, atau kau akan membuat pandangan orang lain buruk terhadap ku? Ayolah kau sudah mengatakanya ratusan kali Ine aku sudah hapal di luar kepala”


Irene memandang pria keras kepala di depanya, ada air mata mengalir di pipinya di sangat bimbang dan sayang nya itu tidak berlaku lagi bagi Kevin


Itu hanya sebuah trik yang kesekian kalinya agar pria itu luluh kali ini Kevin diam saja menanggapinya


Biasanya pria itu akan langsung memeluk dirinya dan menghapus air mata itu, dia akan berbicara dengan lembut pada wanita itu


“Jangan menangis Ine kau tidak bisa menipu ku lagi cepat putuskan, aku akan berangkat sebentar lagi”. Kevin berbicara tanpa memandang Irene, dia takut hatinya akan bimbang ketika melihat air mata itu

__ADS_1


Kevin mencoba sedikit lebih keras pada wanita itu walau hatinya sudah sedikit hancur mendengar isakan Irene tapi itulah yang terbaik untuk wanita itu sekarang


Irene tidak menemukan belas kasihan lagi di wajah Kevin itu benar-benar peringatan terakhir untuknya


“Kau benar-benar tidak apa jika membawa ku ke rumah mu?”


“Hmmm”. Pria itu masih mencoba ketus


“Baiklah aku akan ikut dengan mu”. Irene akhirnya mengalah dia tidak punya pilihan lain, dia tidak ingin membahayakan kandunagnya


Pandangan Kevin luluh ketika mendengar keputusan wanita itu, kedua tanga kekarnya terulur untuk mengahapus air mata Irene


“Maaf sudah membuat mu menagis Ine, Maafkan aku”


Kevin memeluk wanita itu dengan erat dia memberi usapan lembut di kepala Irene, dia juga sangat tersiksa dengan kekejamannya pada wanita yang sangat dia sayangi.


>>>>


Kevin memutuskan untuk tidak bekerja hari itu, dia menemani Irene di mansionnya agar wanita itu tidak merasa asing di sana


“Wow ini rumah mu, rumah mu sangat mewah sekali”


“Kau bisa menganggapnya rumah mu sendiri, ayo masuk”. Kevin menarik tangan wanita itu kedalam mansionnya


Kevin membawa Irene ke lif rummah itu, yang akan mengantar mereka ke lantai atas


“Ine ini kamar mu”. Kevin membuka kamar itu di dalam nya sangat rapi dan bersih kamr itu juga sangat terlihat luas


“Ada kamar mandi di dalamnya kau bisa menggunakan semua yang di rumah ini sesuka mu”. Kevin mengajak Irene kedalam dia mendudukan wanita itu di ranjang “Jangan kelelahan Ine, Pelayan akan membereskan barang mu kau tidak perlu ikut”


“Baiklah Kevin”. Kevin menyandarkan wanita itu di ranjang Kevin memberinya beberapa buku agar wanita itu tidak bosan


Sedangkan Kevin bersandar di sebelah Irene dengan laptop di pahanya dia sedang bekerja, dia berencana bekerja dari rumah samapai Irene melahirkan


“Kevin…”


“Jangan bicara Ine aku tahu apa yang akan kau katakan, berterimaksih lah nanti aku sedang fokus”


Irene tersenyum dia juga sedikit kesal pria itu sangat mengetahui tentang dirinya, Kevin menarik kepala Irene ke bahunya agar wanita itu bisa bersandar


Dia sedikit mencuri pandang ketika Irene beberapa kali menguap


Para pelayan yang sedang membereskan barang Irene bahkan ikut tersenyum itu pertama kali mereka melihat tuan mereka tersenyum tulus pada seseorang.

__ADS_1


__ADS_2