Anak ku tidak di Inginkan

Anak ku tidak di Inginkan
Rasa Nyaman


__ADS_3

Kevin pria yang di anggap gila dan pisikopat oleh semua kariawan itu kini sedikit berubah dia mengangguk ketika ada yang menyapanya


“Ah pak Kevin semakin tampan saja”. Seorang kariawati memuji pria itu di ikuti teman-temannya


Tentunya mereka tidak berani mengatakan itu jika Justin dan Harry ada di sana bisa habis mereka karena Kevin tidak suka digosipi dalam bentuk apapun


Mereka sedikit iri pada Irene karena mendapatkan perhatian pria tampan itu, bukan tanpa alasan Kevin memberi perhatian itu semua tidak lebih karena wanita itu memberinya kenyamanan


Jantungnya masih berdetak sama seperti pertama kali melihat wanita itu, tapi jika tidak di dekatnya dia akan menjadi orang gila lagi dia akan marah dengan hal kecil


Seperti hari ini Irene sedang melakukan cek kesehatan bersama Lea, wanita itu tidak ingin mengajak Justin maupun Kevin dia tidak ingin orang lain salah paham dengan mereka


“Kau tidak bisa membuat hal yang benar huh laporan mu sangat Buruk!! perbaiki itu!”. Kevin kembali ke setelan awal dia sudah dua hari tidak meihat Irene karena wanita itu sedikit sibuk


Kariawan yang malang itu memunguti dokumen yang berserak padahal hanya ada satu typo disana, ketika Irene ada di kantor itu pria bahkan tidak menyadari jika ada satu point yang kurang


Dia malah meperbaikinya sendiri, hari ini kariawan itu sangat apes karena Irene sedang tidak ada di sana


Kepintaran yang dia miliki membuat dia mengerjakan pekerjaan lain dia sangat suka pekerjaan itu, dari pada menunggu laporan yang belum selesai dia akan gabut mencari pekerjaan lain


“hahhh aku tidak bisa menahannya lagi her aku akan menjemput dia”


“Tapi Tuan Nona Irene akan sangat terganggu kau tahukan bagaimana dia itu”


“Aku tidak peduli, aku bisa gila karena ini”.


Joe memutuskan untuk menghubungi supir pribadinya, dia ingin Irene mendapatkan kenyamanan ketika dia pulang, wanita itu mengubah sedikit sikapnya


Sore itu dia memutuskan menjemput Irene ke rumah sakit, dia bahkan sengaja meminta nomor Lea untuk mengawasi Irene


Karena Irene akan mengabaikan pria itu, dia sangat risih karena menjadi pusat perhatian orang di kantor tidak sedikit yang mengatakan anak yang di kandungnya adalah anak Kevin


Jika Kevin menyukainya tidak bisakah pria itu menunggu sampai anaknya lahir dia sangat bodoh

__ADS_1


Kevin selalu menjemput dan mengantar Irene kembali ke apartemennya dia tidak bisa membayangkan wanita itu berdesakan di dalam bus


“Pak…dari mana kau tahu aku ada di sini?”


“Aku hanya kebetulan lewat, ayo pulang bersama ku”


Irene sedikit mendesah pria itu keras kepala dia tidak ingin berdebat “Baiklah, ayo Lea kau ikut juga”


“Tidak Irene arah rumah kita berbeda aku akan naik kendaraan umum nanti”


“Ya baiklah”. Irene akhirnya pulang berdua dengan Kevin, pria itu sangat senang sekarang


“Kita mampir lagi ya Kev”


“Tentu”. Kevin tahu tujuan wanita itu yaitu warung makan dia membeli semua sisa makanan yang masih layak itu dia mendaat banyak karean mereka akan tutup


Dia akan memberikannya pada tunawima di jalanan, itu adalah uang yang sebenarnya dia sisihkan untuk ongkos bulanannya namun setiap hari Kevin dan Jackson selalu menjemputnya


“Ayo kita kembali”. Irene memberikan makanan itu pada orang tunawisma yang biasa dia kunjungi beberapa orang di sana bahkan sudah mengenalnya


“Ayo”. kevin tersenyum setiap apa yang dilakukan wanita itu membuatnya merasa bahagia seperti di hinggapi kupu-kupu yang indah


“Irene…”


“Ya?”.


“Kenapa kau selalu menolong mereka, apa yang kau dapat dari sana kau bisa membelikan hal lain dengan itu”. Pria itu akhirnya mengeluarkan pertanyaan yang telah dia tahan beberapa bulan ini


“Tidak tahu aku hanya suka saja”


“benarkah?”


“Ya mungkin seperti itu, kau tahu aku dulu pernah punya teman tunawisma sama seperti mereka hanya saja dia terlihat lebih buruk dan sangat kurus”

__ADS_1


Deghhhhhh. Jantung Kevin berdetak dengan cepat “ah tidak jangan berpikiran jauh kev nanti kau kecewa Irene itu bukan Ine”


“Benarkah apa dia benar-benar seburuk itu?”


“Ku pikir begitu, sepertinya dia terkena pengaruh obat-obatan terlarang dia mengikat tangannya setiap hari, dia bilang dia tidak ingin menyakiti orang lain”


Irene tidak lagi melanjutkan perkaannya selain dia sangat lelah dia pikir cerita itu juga tidak seharusnya di ceritakan pada orang lain


Melihat wajah Kevin dia pikir pria itu risih dengan ceritanya


Lain halnya dengan Kevin pikirannya sudah terbang jauh sekarang dia ingin memeluk Irene sekarang juga tapi dia takut wanita itu akan salah paham dengannya


Dia memilih untuk memandang keluar jendela membuat Irene merasa tebakannya itu benar


Kevin memandang keluar dia tidak sadar jika dia sudah melakukan itu lebih dari sejam, hingga mereka sampai di depan apartemen Irene


Irene memutuskan keluar karena Kevin masih melamun


Pria itu langsung tersadar ketika Irene menutup pintu dia sudah keluar dari sana


“Irene tunggu!”


“Ada apa Kev apa cerita ku membuat mu tidak nyaman maafkan aku”


“Tidak aku yang minta maaf, ayo aku akan mengantar mu sampai ke atas”


Kevin ikut masuk ke sana karena dia sedikit lelah mengikuti Irene tadi dan dia juga masih ingin memastikan tentang Irene, pikirannya mengatakan jika Irene adalah gadis di masa lalunya


Irene menatap wajah Kevin yang penuh dengan tanda tanya di wajah pria itu


Kevin menatap Irene dengan sesama dia belum bisa mengingat wajah itu sepenuhnya


“Ine?”

__ADS_1


__ADS_2