
Jack dan Milen sudah besar kepala sekarang, Joe tidak terlihat seperti orang yang akan menghancurkan mereka
Putri ku sebenar nya jauh lebih cocok bersanding dengan Joe tapi kenapa anak ini malah...... huh sudah lah tapi kami dapat untung juga. Milen bergumam licik dalam hati nya dia tidak sabar menunggu mahar pernikahan Jennie yang pasti total nya akan sangat besar
Jennie menatap seluruh keluarga nya satu persatu walau wajah mereka menunjukan sukacita tapi sorot mata itu tidak sama sekali
Jennie takut dan juga marah dengan mereka dia juga bingung kenapa Joe bisa mengundang orang-orang yang paling dia benci seumur hidup berada di hari bahagia nya sekarang
"Kenapa kau tampak begitu bingung sayang, kau benar-benar tidak suka dengan mereka?". Joe berbisik di telinga Jennie
"Dari mana kau tahu mereka?".
"Apa aku harus menjawab pertanyaan konyol itu? kau belum benar-benar mengenal suami mu ini ternyata"
"Joe apa pun itu kau tahu aku tidak suka mereka ada di sini aku bukan nya membenci keluarga ku sendiri tapi ..."
"Sssttt .. aku akan menunjukan sesuatu pada mu satu pertunjukan yang akan membuat mu senang"
Jennie cukup tercengang menatap netra yang sangat dekat itu, Jennie menutup mata nya karena Joe mengecup kening nya di depan seluruh orang di sana
"Tuan Jack dan Nyonya Milen aku sudah menyiapkan hadiah untuk kalian sebagai keluarga istri ku tapi aku tidak bisa membawa nya ke sini jadi aku ingin kalian mengambil nya langsung di sana". Joe menunjukan sebuah benda yang tertutup kian merah yang tampak mewah
Mata Jack dan Milen langsung berbinar melihat kain merah itu
Kenapa benda besar itu di tutupi,ah apapun itu benda itu pasti sangat mahal. Mata Millen berbinar mengharapkan harta
Apa itu kenapa bentuk nya persegi seperti itu, kenapa aku merasa ragu jika itu adalah mahar dan juga benda mahal. Berbeda dengan istrinya Jack memiliki feeling yang tidak bagus
"Ayo tuan Jack kalian tidak ingin membuka nya sekarang?". Joe menyeringai "Hadiah itu limited jika kalian tidak mengambil nya sekarang mungkin akan hangus sebentar lagi"
Milen kelabakan dia bergerak cepat menarik kain merah itu, beberapa orang menatap nya dengan heran
__ADS_1
Sampai kain itu turun dengan sempurna menunjukan hadiah yang akan mereka terima dari Joe dan berapa terkejut nya mereka menatap benda itu
"Apa-apaan ini kalian mempermainkan kami!!". Jack berteriak marah
Sementara Milen hanya bisa mematung memperhatikan benda itu, benda yang menunjukan beberapa foto raksasa di mana kelicikan dirinya dan suami nya terungkap
Milen dan Jack dua orang licik yang menjalankan bisnis ilegal dan itu tentu sangat mempermalukan mereka, di hadapan banyak orang penting di sana
Bahkan keluarga mereka pun tidak berkutat mereka takut kena imbas walaupun mereka adalah pelaku juga
"Joe apa yang kau lakukan". Jennie bingung dan takut dengan pemandangan di depan itu "Dan kalian! kalian biadab bisa-bisa nya kalian menjadikan perusahaan ibu dan kakek ku menjadi buruk seperti itu!!!"
"Sayang tenang lah, semua nya sudah hilang kau tidak bisa mengubah nya sekarang kau hanya bisa...."
"apa?"
"Sayang kenapa kau sangat bodoh aku tidak akan membiarkan orang yang sudah menyakiti istri ku hidup dengan damai bahkan sedikit pun tidak boleh kau milik ku begitu juga dengan masa lalu mu"
"Apa tanga kan kau lakukan pada mereka?"
"Ya ku pikir mereka akan bertanggung jawab untuk kesalahan yang mereka buat bukan kah begitu?"
"Tapi bukan kah ini mengotori hari bahagia kita?"
"Mengotori kenapa begitu, aku malah sedang membersihkan masa lampau mu itu, aku tidak ingin ada kenangan hinggap di benak mu sayang karena aku ingin kau bahagia sepenuhnya "
"Joe...."
Milen menatap sekitar nya wanita tua yg yang sangat terhormat itu kini di tatap dengan kebencian dari di orang sekitar nya. Sialan kami di permainkan!
"Dasar anak tidak tahu di untung! kau sudah membebani kami seumur hidup mu dan kau malah semakin menyusahkan kami kau memang anak pembawa sial ibu mu bahkan mati karena mu". Jack tidak peduli lagi dengan vibe nya sekarang Jennie adalah sasaran empuk untuk menjadi alih perhatian
__ADS_1
"Kau berani menyalahkan istri ku huh!!!". Joe menatap tidak suka dia tahu itu hanya bualan "Kau melakukan kesalahan dan menimpakan nya pada istri ku, kau bahkan membuat nya merasa bersalah untuk kesalahan yang tidak pernah dia buat!"
"Tahu apa kau tentng keluarga kami, dasar pria tidak tahu malu!, aku muak ada di sini ayo kita pergi!!". Jack mengajak seluruh keluarga nya untuk pergi dari sana
"Kalian mau pergi kemana kalian bahkan belum membayar sesuatu...". Joe mengetuk jari nya
Dan beberapa orang berseragam datang kesana dengan rapi
"Maaf tuan Joe mengacau pesta anda, apa kalian sudah menemukan tersangka nya". Salah seorang polisi menatap mereka, ada Chris di antara mereka dan Joe sangat mempekerjakan pria itu dengan izin Kevin
Joe tidak menjawab mereka, Pria itu hanya menatap Jack dan keluarga besar nya yang meatung mereka sudah di kepungdari segala arah
"Tuan Jack dan Nyonya Millen kalian di tangkap atas tindak suap dan juga penipuan!". Chris menyuruh anggota nya untuk menahan mereka
"Tunggu kalian tidak berhak menangkap kami!". Milen berteriak histeris dia tidak terima "Kalian lepaskan aku dasar tidak sopan!"
"Nyonya tenang lah semua bukti sudah kami amankan jika tuan Joe tidak menyuruh kami mungkin kejahatan kalian akan tetap berjalan dan akan membuat orang lain susah!!"
Chris sangat marah kasus mereka hampir sama dengan mafia kelas kakap bahkan mereka mempermainkan nyawa orang lain
Jack begitu emosi di tambah saat melihat Jennie yang hanya diam tanpa berkutat sedikit pun melihat keadaan mereka "Dasar anak tidak tahu diri kami sudah membesarkan mu". Jack melepaskan dirinya hendak menyakiti Jennie
Untung nya Harry dengan cepat menahan pria itu "Dasar pria tua banyak tingkah, membuat orang susah saja pergilah sebelum mereka melakukan kekerasan pada mu!". entah mengapa Harry sangat emosi dia belum tahun penuh nyA mengenai Jack
Tapi melihat kejadian itu dan juga sorot mata Jennie dia yakin jika wanita itu mengalami hal yang buruk
"Jennie kau tidak apa, tenang saja mereka akan di bereskan". Harry memberi perhatian pada Jennie yang sedang mematung
"Sayang ku kau tidak apa kenapa? kau takut dengan pemandangan tadi?". Joe memeriksa istrinya
"Aku tidak apa, tapi bagaimana dengan mereka apa yang kau lakukan pada mereka Joe"
__ADS_1
"Cih kau masih saja mengkhawatirkan mereka setelah apa yang mereka lakukan pada mu?". Joe kesal
"Bukan aku hanya sedang terkejut". Jennie tersenyum untuk mengurangi kekhawatiran Joe