Anak ku tidak di Inginkan

Anak ku tidak di Inginkan
Harapan Baru


__ADS_3

Jennie sedang mmebereskan perlengkapan nya dia akan segera pulang seperti biasa


Wanita cantik itu berjalan menuju halte bus tempat dia biasa menunggu angkutan umum


"Hai Jen kau kah itu". Seorang pria tampan menyapa nya itu membuat wajah Jennie merona


"Pak Harry"


"Jangan panggil pak aku bukan atasan mu lagi, panggil saja nama ku"


"Baik Harry"


Wajah Jennie semakin merona itu pertama kalinya dia memanggil nama pria itu


"Kau sendiri mau pulang, ikutlah dengan ku"


"Benarkah bukan kah arah rumah kita berbeda". Jennie merasa tidak enak


"aku sedang menuju suatu tempat, jadi kau bisa menumpang"


Harry bicara dengan sangat hangat, pria itu memang memabuk kan selain ketampanan yang dia miliki cara dia berbicara pun bisa membuat banyak wanita luluh padanya


Jennie menaiki mobil itu duduk di samping Harry membuat jantung nya berdebar dengan cepat


"Umh Jen"


"Eh Iya pak, masud ku Harry"


"Apa aku boleh bertanya sesuatu?"


"Tentu saja silahkan". Jennie membalas perkataan pria itu dengan senyum manis nya


"Pria seperti apa yang di sukai Lea, apa dia sedang dekat dengan seseorang?"


Pertanyaan itu membuat hati wanita itu sedikit nyeri karena Harry bertanya tentang wanita lain dan lebih parah nya wanita lain itu adalah sahabat nya sendiri


"Maksud bapak?"


"Itu aku sudah lama menyukai Lea, apa kau bisa membantu ku sedikit dia sangat dingin pada ku"


Hati Lea serasa begitu hancur di saat pria yang di aukai nya malah menyukai sahabat nya


Wanita itu terdiam beberapa saat sampai dia dapat menetralkan hati nya


"Tentu saja, Lea juga belum memiliki Kekasih dia juga tidak pernah bercerita kalao dia punya orang yang dia suka"


Jennie berusaha memberi senyum terbaik nya walau hati nya sangat nyeri, tapi dia juga tidak bisa cemburu dengan Lea


Dia akan tetap menjaga persahabatan itu


Joe hanya mengangguk mendengar cerita wanita itu mereka berdua sama-sama sedang patah hati ternyata

__ADS_1


"Aku pikir aku akan mengiklaskan Harry saja, aku juga tidak akan memberitahu Lea jika aku menyukai Harry sejak lama itu akan merusak pertemanan kami"


Jennie menatap langit yang bertaburan bintang dia menatap nya dalam diam


Hingga pria di samping nya memperhatikan wanita itu dia sedikit kagum karena Jennie adalah wanita yang tulus


Seandai nya dulu Irene punya teman seperti dia mungkin saja kami masih bersama sekarang. Joe mengingat masa lalu kelam nya


"Hai.. ". Jennie memanggil pria itu tapi pandangan nya masih tetap ke langit "lihat bukan kah mereka sangat indah"


Joe menatap ke langit sama seperti wanita itu "Hmm"


"Apakah kau berpikir aka jatuh cinta lagi suatu hari nanti?"


Mereka sama-sama terdiam, mencintai seseorang dan melepaskan nya bukan lah yang mudah


Terutama Joe dia sudah mencintai Irene selama ini, dia hanya membuat satu kesalahan besar


Jika Irene kembali pada nya saat ini juga bahkan jika Irene sedang mengandung dia akan menerima anak itu


Tapi mustahil


"Aku tidak tahu, aku sudah mengahabiskan cinta ku bersama istri ku dan anak ku harapan ku sudah hilang mereka tidak akan kembali pada ku lagi"


"Lalu apa yang akan kau lakukan?, kau tidak ingin mencari cinta lain mungkin saja ada wanita lain yang akan hinggap di hati mu"


"Aku tidak tahu, bagaimana dengan mu"


"Ku pikir aku akan melupakan Harry, dan biarkan waktu berputar sendiri aku yakin cinta akan datang pada waktu nya"


Kedua orang itu tersenyum menatap satu sama lain, mereka sendiri tidak menyangka jika mereka akan menemukan teman seperjuangan


Mereka berdua sama-sama sedang putus cinta dengan cara yang sedikit menyedihkan


"Ayo kita Berteman"


Jennie mengulurkan tangan nya untuk pria itu, sejujurnya wanitabitu sedikit kasihan karena Joe adalah sebatang kara


Walau Joe bilang dia mempunyai seorang putra nyatanya pria itu akan lebih sering hidup sendiri


"Aku tidak mau". Joe kembali dengan sikap dingin nya membuat Jennie kesal


"kenapa begitu?"


"Bukan kah kau bilang tadi kita tidak akan bertemu lagi"


"Kau menyebalkan sekali kurasa waktu pun akan menyerah untuk mencari cinta pada mu"


Joe menghembus kan nafas nya dia tidak pernah akan berteman baik dengan seorang wanita


Bagi nya tidak ada kata teman untuk seorang wanita dan pria

__ADS_1


"Kau yakin tidak ingin berteman dengan ku". Jennie masih belum menyerah "Aku punya banyak teman pria dan wanita kau bisa berteman dengan mereka juga, jangan anti sosial begitu kau bisa stress sendiri"


Joe tergelak, perkataan wanita itu benar dia sangat sering stress sendiri jika tidak ada Suga ataupun Louis


Seperti saat ini Jennie adalah orang baru tapi dia sedikit nyaman dengan wanita itu


Jennie bahkan tahu sebagian besar masalah hidup nya


"Lihat kau bahkan sudah menghabiskan cemilan dan soda milik ku, itu artinya kita sudah berbagi satu dengan yang lain kan"


"Aku akan bayar"


Plakk


Jennie tamparan di punggung Joe hingga pria itu meringis kesakitan


"kau sudah gila?"


"Maaf aku refleks". Jenie memandang tangan nya , Gila itu punggung atau tembok tangan ku sakit seka**li


Joe mengelus pundak nya yang terasa panas lalu melirik tangan Jennie yang sudah gemetar


Pria itu tersenyum miring dia tahu jika Jennie sedang kesakitan


"Kau benar-benar ingin berteman dengan ku?". Joe memberi harapan pada wanita itu, tapi Jennie sudah kesal tangan nya masih gemetar


"Terserah"


"Huh kau tidak tulus ternyata padahal aku sangat membutuhkan teman, humh".


Joe mengeluh seperti seseorang yang paling sengsara di dunia padahal dirinya hanya menjahili Jennie


Wanita itu mengibaskan tangan nya . Persetan dengan gengsi tangan ku kebas, punggung nya sudah seperti tembok yang di aliri listrik saja


"Hhaahhah.. Apa itu snaagat sakit huh". Joe tidak dapat menahan tawa nya karena Jennie masih saja meringis kesakitan


"diam kau sialan!". Jennie menutup paksa mulut Joe wajah nya sudah memerah sekarang


Pria itu diam ealau dia masih tersenyum lebar, mana ponsel mu


"Kau mau apa?".


"ku pikir aku memang butuh teman, kita mungkin bisa saling menghubungi jika aku punya masalah "


Jennie tersenyum dia berhasil meluluhkan pria itu walau sedikit mengesalkan baginya


Tapi di matanya Joe adalah pria yang sangat prustasi pria itu butuh orang lain untuk memberikan dia dukungan


Joe mengatar Jennie sampai ke kamar nya lalu dia kembali ke kamar nya sendiri


Dia sangat mengantuk setelah beban di oundak nya berkurang dia tidur sangat lelap, Pria itu berterimakasih pada Wanita yang dia jumpai itu dalam tidur nya

__ADS_1


Joe percaya dia akan menemukan Harapan baru, yang di bawa oleh Waktu


__ADS_2