
"Salah paham, apa maksud mu memang apa yang aku lakukan?". Joe bigung dengan wanita di depan nya wanita itu seakan marah pada apa yang dia lakukan walaupun dia tidak tahu apa yang sudah di buat
'Kau terlalu baik Joe, kau memperlakukan ku tidak wajar sebgai seorang teman". Jennie menggebu-gebu dia semakin terlihat marah dan kesal pada Joe
"Terlalu baik?"
"Iya ku pikir aku tidak terbawa perasaan huh dengan semua perhatian mu"
Joe masing belum mengerti dengan kemarahan wanita itu menurutnya dia memperlakukan Jennie dengan baik apa yang salah dari dia lakukan
"Aku tidak mengerti maksud mu Je, berbicara la dengan tenang dan jangan menggunakan emosi aku sama sekali tidak tahu apa maksud mu". Joe terdim lalu dia mengingat saat mereka berada di atas proyek saat Jennie menanyakan masalah priabdi nya "Apa kau marah karena aku memarahi mu tadi?"
"Cih kau belum mengerti juga, dasar tidak peka!"
"Aku Minta Maaf Jen, tapi pertanyaan mu itu sangat privas untuk ku ak tidak suka di tanya tentang hal itu yang hanya akan membuat ku megingat masa lalu ku"
Joe menatap Jennie dengan tulus dengan rasa bersalah dia berpikir jika dia sudah menyakiti hati wanita itu dengan perkataan nya tadi
"Joe kau tidak mengerti, tolong jangan memberikan ku tatapan itu"
Jennie mencoba membuka pintu mobil berada di samping pria itu hanya akan membuat keadaan semakin memburuk
"Kau mau kemana?"
"Aku mau pulang sendiri"
"Pulang sendiri? kau sudah gila kau pikir di pulau seperti ini ada kendaraan umum huh, ini juga sudah hampir malam bagaimana jika ada orang yang akan menjahati mu"
"Joe jika kau tidak ingin membuat masalah biarkan aku pulang, aku bisa pulang sendiri"
__ADS_1
"Kau memang sangat keras kepala dan tidak bisa di mengerti baiklah jika kau tetap berkeras dengan pikiran mu tapi aku tidak akan membiarkan pulang sendiri itu berbahaya"
"Joe!"
pria itu menahan Jennie dan memasang seatbealt dengan paksa, dia berpikir jauh walau dirinya juga kesal dengan Jennie yang marah tanpa sebap kepada nya
Jadi dia memilih untuk kembali pulang ke zila tempat mereka tinggal, dia takut jika Jennie akan nekad keluar dari mobi nya setidak nya jika di vila Jennie akan aman jika saja wanita itu semakin marah dengan nya
*****
Sepanjang perjalanan Jennie sama sekali tidak ingin berbicara dengan Joe walaupupria itu membuka orola setia saat tapi Jennie tetap saja diam dan terkedan kesal
"Sekarang katakan apa yang sudah ku lakukan hingga kau marah seperti itu pada ku, Katakan!". Joe memberi tatapan tajam pada Jennie begitu mereka sampai di depan vila
"AKu tidak apa, maaf sudah membuat mu kesal". Cih kenapa malah seperti ini, tidak mungkin jika aku mengataka jika aku menyukai nya kan
"Kau bohong jelas sekali kau sangat marah pada ku, dan tadi kau megatakan jika terlalu baik pada mu apa perilaku ku salah". Joe terlihat sangat tegas, pria menatap Jennie dengan marah seakan belum mendapat jawaban yang dia ingin kan "Jennie jika kau tidak mejelaskan nya bagaimaa aku bisa mengerti kau maah pada ku tanpa alasan yang tidak aku ketahui"
"Berakhir?apa kau melakukan kesalahan?". Joe menatap Jennie tidak percaya
"Aku Menyukai Mu Jo". Jeniie terdiam seakan lidah nya tidak mampu lagi melanjutkan perkataan nya
"Menyukai ku?".Joe tidak percaya ada sebuah kobaran yang menyala daam hatinya yang sudah lama tidak dia rasakan
Jennie memaksakan ucapan nya walaupun terasa sangat sulit dia meling kan wajah nya agar dia dapat meredakan kegugupan nya "Joe... Aku tidak tahu sejak kapan tapi.... tapi aku benar- benar menyukai mu aku tidak ingin menutupi nya lagi setiap saat bersama mu hati ku tidak bisa tenang aku juga merasa bahagia bersama mu"
Jennie memejamkan mata nya dia tidak siap menatap wajah pria itu jantung nya bergemuruh hebat sekarang
Sedangkan Joe dia khirnya mengerti apa maksud wanita itu, dan dia juga senang dengan perasaan Jennie pada nya pi daam sekejap dia kembali menatap masa lalu nya yang menyedihkan bersama Irene
__ADS_1
"Jennie keluarlah ku pikir aku akan beristrahat". Joe membuka seatbealt nya tanpa menjawab pertanyaan wanita itu "Jika kau ingin makan katakan saja aku akan mengantar nya nanti"
"Kau tidak ingin menjawab pertanyaan ku huh?". Jennie terkejud dengan tingkah pria itu "Ke tidak mempunyai perasaan sedikit pun pada ku Joe?"
Joe hanya terdiam dia tidak tahu akan megatakan apa dia menyukai Jennie juga tapi dia belum siap untuk ini, dia takut membuat kesalahan yang sama Jennie wanita yang baik dan dia cukup sadar diri, tapi menerima wanita itu bukan lah hal yang baik untuk Jennie sendiri
"Jennie kita hanya berteman tidak lebih aku tidak pernah berpikir jauh untuk hubungan itu"
"Tapi kenapa kau memberikan perhatian pada ku Joe, kau memperhatikan aku lebih dari seorang teman"
"Memperhatikan mu lebih?, haha hahah Kau lucu sekali ku pikir kau hanya lah seornag yang narsis saja"
Jennie merasakan sakit hati yang teramat dalam dengan ucapan Joe, perkataan itu seakan menghantam sebuah belati dalam hati terdalam nya
Bahkan saat melihat Harry menyukai Lea sahabat nya itu tidak sebanding dengan perkataan Joe pria itu bukan hanya menolak nya tapi membuat luka dalam hatinya
"Kau tidak menyukai ku?". Jennie masih memastikan Joe pria itu hanya dia dengan tatapan datar "Kalau begitu berhentilah bertingkah seperti seorang pria yang perhatian Joe"
"Aku hanya melakukan yang seoarang teman lakukan"
"Melakukan yang seperti seorang teman lakukan?, cih kau lebih terlihat seperti seorang pria yang memberi harapan palsu!". Jennie begitu marah tapi Joe dapat melihat sebulir air mata menetes di pipi wanita itu
Jennie melepaskan seatbelt nya dengan asal dia tidak ingin berlama-lama ada di sana
"Terimakasih tumpangan nya Tuan Joe". Jennie menutup pintu mobil itu dengan keras
"Jennie tunggu!"
Joe keluar dari mobil itu dia tahu pperkataan nya terlalu kejam untuk wanita lembut seperti Jennie, dia mencoba menhan Jennie ada hal yang harus dia pastikan
__ADS_1
Tapi Jennie sudah masuk ke dalam kamar nya dan tidak membuka pintu itu walaupun Joe berkali-kali mengetuk nya 'Jennie bukan pintu nya! Aku ingin memastikan sesuatu Buka!"