Anak ku tidak di Inginkan

Anak ku tidak di Inginkan
Masa lalu Suga


__ADS_3

Joe perlahan membuka matanya yang terasa berat dan orang yang pertama dia lihat adalah Suga


Suga sendiri sedang sibuk mengurusi berkas-berkas penting perusahaan sejak Joe mendapat luka serius, Suga memegang penuh tanggung jawab kantor membuat pria itu super sibuk


Joe hanya melihat lemah asisten nya itu dia sendiri masih belum bisa berbicara denvan leluasa hingga waktu yang cukup lama, Suga tersadar begitu menapat sekilas bos nya itu


"Tuan Joe!". Suga menghampiri pria itu dengan wajah panik "Dokter, Kau tolong panggilkan Leon"


Suga berteriak pada suster yang lewat di depan pintu kamar itu


"Tuan Anda sudah sadar, Syukurlah ...". Suga menatap Joe hatinya begitu senang tak terkira


"Su..ga.. di mana Ire...ne? Di mana Ke...nzo bagai..mana kea..da..an me..reka?". Joe berbicara sangatcpelan hingga nyaris tidak terdengar


"Mereka baik-baik saja tuan, Anda tenang saja orang mencoba menyerang Nona Irene sudah di bereskan oleh Kevin dan orang-orang kita". Suga memberikan penjelasan


"Terimakasih Suga.... ".


"Untuk apa?". Suga tidak mengerti


"Untuk semuanya, kau sudah setia bersama ku selama berta...."


"Jika bukan karena tuan saya mungkin hanya seorang gembel di jalanan, jangan seperti orang asing tuan anda adalah keluarga saya yang tersisa"


Flash Back ****


Seoranvg anak kecil berusia 10 tahun di kurung paksa oleh seorang wanita di lemart


"Mama!". Suga memberontak karena mendengar keributan asing di luar


"Sayang bersembunyilah di sini mama akan kembali". Wanita itu berbicara gemetar dia tahu jika hari itu adalah terakhirnya dia pasrah dengan apapun kecuali nyawa anak tunggal nya


"Tapi Bagaimana dengan papa?". Suga berteriak ketakutan dia jelas melihat Ayahnya di seret oleh beberapa orang asing "Apa mama juga akan menyusul Papa?!"


Wanita itu mengangguk "Mama akan ikut papa, kau di sini dan jangan bersuara berjanjilah pada mama jika apapun yang terjadi kau jangan keluar dari sini!". Wanita itu memeluk putra untuk yang terakhir kali

__ADS_1


"Jangan bersuara jika kau mendengar suara orang lain, kau Mengerti!". Suga hanya mengangguk "Bagus Kau memang Ank yang pintar!"


Sebelum dia mengunci lemari besi itu meninggalkan putranya di sana dia hanya bisa berdoa agar putra itu baik-baik saja


Suga menunggu untuk beberapa saat tangan gemetar menandakan dia sedang ketakutan dia pertama kali melihat penganiayaan di depan matanya dan itu terjadi pada Ayahnya sendiri


Pria kecil itu semakin gemetar saat mendengar kegaduhan dari luar pintu lemari itu di gedor begitu keras, dia tahu itu bukan keluarga nya karena suara itu begitu berat seperti seorang pria dewasa


Suga menutup erat mulutnya agar tidak bersuara tubuh kecil nya gemetar menahan takut


Dia tidak tahu kenapa Ayah nya dapat menerima hal sekezi itu selama ini mereka hidup dengan damai dan Ayah nya juga tidak punya musuh dalam bisnisnya


Tapi apa yang di lihat nya tadi membuat dia bingung takut dan marah orang yang paling dia hormati di tindas begitu kejam


Hingga berjam-jam dia hanya berada di dalam lemari itu tampa tahu apa yang terjadi di luar, dia tidak bisa keluar karena ibu nya menguncinya


Hingga beberapa saat dirinya mulai kehilangan kesadaran dia sangat lapar dan lelah, beberapa orang terdengar membuat keributan dan mencoba membuka lemari itu


Suga begitu takut dia tidsk dapat menemukan ibu suara orang tua nya di sana . Mama Papa aku Takut


Suga mencoba melawan dengan tangan kecil nya yang lemah begitu pintu itu terbuka di berteriak seakan teriakan itu dapat mengusir orang-orang itu


"Tidak sialan! Pergi kalian semua nya!!! Kembalikan Mama dan Papa ku!!!". Suga menutup matanya walau tangan nya melaean tampa arah


"Tenang lah, ini aku!". Suara lelaki muda itu sangat familiar


Suga mencoba membuka matanya dia melihat orang itu, dan dia benar dia adalah Joe orang yang bekerja sama dengan Ayahnya


Pria itu sangat muda hingga Suga lebih sering memanggil nya kakak saat pria itu berkunjung ke rumah nya, saat itu Joe berusi 23 tahun tapi dia sudah memegang seluruh perusahaan Ayahnya, Bukan tanpa alasan Ayah nya mengalami kecelakaan hingga dia harus benar-benar dituntut dewasa untuk menjafa seluruh aset itu


"Joe.... Mama dan Papa ku mereka di pukuk berkali kali hiks...". Suga tidak dapat menahan air matanya lagi dia yang biasa berpenampilan sebagai pria kecil kuat dan berani


Kini hanya seperti anak kecil yang di tinggal kedua orang tua nya


"Tidak apa Suga... kenapa kau begitu cengeng huh seperti pecundang saja". Joe memberi umpatan tapi kedua tangan nya merangkul pria kecil itu ke dalam dekapan nya

__ADS_1


Joe membawa pria kecil itu ke kediaman nua dia merawat Suga untuk beberapa waktu, setiap saat pria kecil itu bertanya mengenai ke dua orang tuanya


Tapi Joe serasa enggan untuk mengatakannya, Suga tidak berhenti untuk menanyakan kedua orang tua nya


Dan Joe juga tidak dapat menahan rahasia itu lebih lama lagi dia tahu jika tidak ada bisa di harapkanndari kejadian butuh kemarin


"Baiklah tapi kau harus berjanji satu hal". Joe harus membuat satu perjanjian agar dia dapat mengontrol bocah itu nanti


Suga mengangguk dia hanya ingin tahu satu hal yang ingin dia ketahui dan itu menyangkut orang tua nya


"Ada orang yang berniat jahat pada orang tua mu karena orang tua mu memenang kan saham yang besar, jadia mereka mencoba meningkirkan otang tua mu unuk memenangkan saham itu karena saham itu akan di serahkan pada mereka jika saja orang tua mu tidak dapat menangani nya"


Joe memberikan penjelasan singkat dia hanya akan menjelaskan alasan nya namun tidak dengan keadaan kedua orang tua itu


"Jadi di mana kedua orang tua ku aku hanya ingin mengetahui keadaan mereka sekarang". Suga sangat frustasi


"Berjanjilah kau akan menerima keadaan Ibu mu nanti"


Suga tidak mengerti Ibu? Kenapa tidak kedua orang tua sebuah pertanyaan besar terganjal si hati nya


Tapi Joe langsung berdiri dan memerintahkan beberapa kata agar pria itu bersiap untuk pergi


"Bersiaplah kita akan ke suatu tempat"


Suga mengikuti pria itu dari belakang dia sudah sangat mengenal Joe sejak dia berusia 7 tahun dan mereka cukup dekat, karena Ayah Joe merupakan teman dekat orang tua nya


Jadi dia tidak merasa canggung lagi


"Jo..kak". Suga sedikit ragu memanggil pria itu


"Ada apa, apa ada yang kau butuh kan"


Suga hanya menunduk dia duduk di samping pria itu, sepanjang perjalan mereka hanya diam karena wajah Joe begitu kaku dan tidak seperti biasa


Joe yang selalu sangat ramah dan hangat kini terasa kaku da terjesan dingin

__ADS_1


__ADS_2