
Joe kembali ke tempat di mana dia menyembunyikan Joe dari kesepakatan mereka
Irene masih berbaik hati untuk membiarkan Joe merawat Kenzo, mereka akan memberikan kasih sayang sama walaupun mereka berdua tidak kembali bersatu
Pria itu berjalan menuju ruangan kosong setelah beberapa jam perjalan ke sana dia merasa sedikit lelah
Tapi rasa rindu nya pada putranya itu sudah mengalahkan segalanya, Joe mencari putra nya di sana
"Ada apa tuan apa anda mencari tuan muda?". Seorang pelayan wanita menghampiri pria itu
"Iya, di mana putra ku"
"Dia sedang berada di atas, tuan muda sedang baru saja tidur tuan"
Joe tersenyum hingga pria itu naik ke lantai atas dan benar saja dia menemukan Kenzo yang tertidur dia antara buku yang berserak di karpet kamar itu
Kenapa dia kelihatan sangat lelah seperti nya dia terlalu banyak belajar.
Joe menggendong tubuh kecil Kenzo ke tempat tidur, dia masih terlelap
Nak Seperti nya kau memang sangat kelahan, Ayah sangat merindukan mu padahal aku baru meninggalkan mu dua hari.
Joe tersenyum menatap putra itu padahal seperti baru kemarin dirinya merasa hancur sejadi-jadi nya
Ternyata perkataan wanita itu ada benar nya, ya walaupun Kenzo belum memaafkan aku
Joe ikut berbaring di samping putra dia juga merasa lelah hingga dia ikut terlelap
>>>>
"Apa kau sudah merasa lebih baik sekarang?". Irene memijit leher Kevin yang sejak tadi merasa mual walaupun prua itu tidak memuntahkan apapun
"Sayang aku sangat merindukan Kenzo, berapa lama dia akan bersama dengan Joe".
Irene mendengus kesal ternyata kehamilan simpatik tidak juga menguntungkan nya semua sikap manja yang harusnya dia miliki malah di miliki oleh Kevin
"Dia hanya akan lima hari bersama Joe, dan dia akan mengembalikan anak kita nanti". Irene menyadarkan kepalanya di pundak Kevin di sedikit lelah dengan apa yang terjadi
Pria itu mengelus kepala Irene dengan lembut dia memberikan kecupan yang banyak di sana
"Irene kita akan menikah begitu Kenzo kembali, aku tidak ingin menunggu lebih lama lagi"
Kevin mengelus perut Irene yang masih sangat rata
Irene mencubit pinggang Kevin hingga pria meringis kesakitan
"Sayang apa yang kau lakukan, itu sangat sakit"
"Ini semua salah mu, harus nya kau bisa menahannya lebih lama lagi!". Irene kesal "harus nya kau mengizinkan aku pergi saat itu ku pikir kau itu polos ternyata kau.. "
__ADS_1
"Apa ? Sudah lah sayang kau juga sangat menikmat permainan ku kita bahkan melakukan nya berkali-kali"
"Kevin!". Irene menenggelamkan wajah nya di dada pria itu dia sangat malu
Sedangkan Kevin semakin mengeratkan dekapan nya, masalah mereka sudah selesai bukan jadi Kevin bisa menikmati hari nya bersama Irene wanita yang dia cintai dan juga Kenzo putra mereka
Di tambah Irene juga sedang mengandung, Kevin sudah membayangkan betapa bahagia nya nanti dirinya
>>>>>
"Kau sudah bangun Nak?" . Joe mengerjapkan mata nya mendapati Kenzo yang sudah terbangun
"Kapan kau kembali?". Kenzo segera turun dari sana dia malas menatap pria itu
Karena membuat nya jauuj dari Irene dan Kevin sekarang pria kecil itu merindukan kedua orang tuanya
"Nak tunggu Ayah, kau mau kemana?". Joe mengikuti outranya yang berjalan keluar, Kenzo masih diam dan terlihat kesal
Hingga bocah itu duduk di meja makan hati sudah sore tapi dia belum makan malam
Padahal Pelayan di sana sudah memasak untuk nya
"Kau sudah makan?".
Kenzo tidak menjawab
"Tuan, tuan muda tidak ingin makan sejak siang tadi". Salah satu pelayan di sana menjelaskan
"Aku ingin pulang"
"Tentu saja, Ayah akan mengantar mu pulang besok tapi kau janji kau harus makan sekarang"
Joe mencoba menenangkan putra nya itu, dia khawatir begitu pelayan mengatakan jika putra bekum makan
"Kau berjanji padaku"
"Iya tapi sebelum nya kau harus mengubah satu hal" Joe memberi tatapan lembut pada Kenzo "Panggil aku Ayan dan jangan om apalagi paman, aku Ayah mu"
Kenzo mengerutkan dahi nya
"Aku belum memaafkan mu kau menyakiti mama"
"Aku mengerti dengan mu, dan aku tidak memaksa jika kau memaafkan ku sekarang tapi aku tetaplah Ayah mu"
Joe beralih mengambil bahan dari kulkas dan celemek agar bajunya tidak kotor dia akan memasak untuk putranya itu
"Kau ingin makan apa nak? Ayah akan memasak untuk dan ingat kau harus makan atau tidak kau tidak akan kembali pada mama mu"
Kenzo mengembuskan nafas nya
__ADS_1
"Aku ingin makan omelet telur"
Joe tersenyum lebar "Omelet telur, itu sangat sederhana"
"Saat seperti ini hanya itu yang ku suka, mama sering memasak itu untuk ku"
Joe dengan sigap membuatkan hidangan itu untuk putranya dia membuat nya sendiri membuat para pelayan di sana tidak enak hat
"Makanlah"
Joe meberikan makanan itu
Kenzo dengan cepat mengahabiskan omelet itu selain karena dia lapar rasanya juga sangat enak
Ini bahkan lebih enak dari buatan mama. Kenzo berguman takjub dalam hatinya
"Mama mu juga sangat suka omelet seperti ini, jadi Ayah dapat tahu selera kalian"
Joe menemani putra makan, dia bahkan belum memakan makanan nya dia hanya fokus pada putra nya itu
"Kenapa Ayah selalu menatap ku, apa yang ingn kau katakan?"
Kenzo sangat risih dengan perhatia pria itu, sejak dia di paksa berpisah dengan Irene dan tahu masa lalu kedua orang tuanya
Dia tidak lagi mengagumi Joe saat pertama kali di pulau itu
"Tidak, Ayah hanya ingin memperhatkan mu saja Ayah merindukan mu nak"
"Kenapa?"
"Tentu saja karena Ayah menyanyangi mu, apa kau belum memaafkan Ayah?"
Kenzo terdiam dia masih snagat marah tidak mudah untuk menurunkan ego bocah kecil itu dan Joe menyadarinya karena dia pun sama keras nya
Kenzo adalah cerminan dari dirinya, pria kecil itu ibaratkan diri nya yang versi mini
"Aku tidak tahu, kau menyakiti mama ku dan aku tidak akan tinggal diam"
"Ya kau adalah pria kecil yang pendendam"
"Kenapa kau ingin mengembalikan ku pada mama, bukan kah tujuan Ayah belum tercapai?
Joe tersenyum "kau akan tahu nanti Nak, dan untuk sekaranh Ayah hanya akan fokus pada mu, Ayah akan mengganti semua waktu yang ayah buang selama ini"
"Jangan bilang Ayah masih mencoba mengganggu mama dan papa Kevin". Kenzo menarap intimalidasi pria itu
"Tidak, aku tidak akan mengganggu mereka lagi"
Kenzo terbelalak hanya berselang dua hari, dis dapat melihat betapa besar keinginan pria itu untuk mendapatkan i unya kembali dan sekarnag dia menyerah?
__ADS_1
"Kau Bohong!"
"Sebagai sesama pria kau akan mengerti nanti"