Anak ku tidak di Inginkan

Anak ku tidak di Inginkan
Membayar Mahal


__ADS_3

Kevin dan seluruh anggota nya sampai di Mansion pria itu begitu setelah beberapa waktu yang lama


Aktivitas di Mansion itu tampak sangat sibuk kareba Kevin serius untuk pindah dari sana, dia sudah membangun Mansion yang lebih indah dan bagus dari pada tempat nya saat ini


Pria itu pulang ke Mansion lamanya untuk beristrahat sejenak dan memastikan semua nya beres sebelum dia meninggal kan tempat yang penuh kenangan itu


"Tuan sebentar lagi nyonya Irene dan Kenzo akan segera sampai"


"Benarkah?"


"Ya mereka akan sampai beberapa saat lagi, tuan Joe dan Suga mengatar mereka berdua dan memastikan jika Nyonya dan Tuan muda sampai dengan keadaan baik"


"Suho, menurut mu apa yang akan ku berikan kepada pria itu dia sudah membantu sejauh inj ya walaupun aku sudah memprediksi nya tapi ini tidak akan selesai secepat ini"


"Tuan mungkin anda bisa menjadi investor untuk perusahaan kontruksi nya, anda jelas tahu jika beliu adalah pemilik perusahaan kontruksi terbesar di negara ini banyak bangunan dan aset negara berada di bawah naungan nya"


Kevin tampak berpikir Suho benar dari pada membuka cabang kontruksi miliknya sendiri dia lebih baik menjadi investor ke perusahaan pria itu


Pemilik perusahaan industri terbesar dan kontruksi terbesar bergabung menjadi satu tentu saja akan memberikan keuntungan besar


"Bagus, kau bisa mulai mengatur kerja sama kami nanti"


"Baik tuan saya akan mengerjakan nya secepatnya". Suho menuruti pria itu, dia belajar banyak dari Kevin hingga atasannya itu tidak perlu turun tangan lagi


Suho menghampiri Kevin yang sedang bersandar dengan nyaman di ruang tamu, Kevin terlihat sangat lega setelah beberapa waktu yang berat itu


Suho mengecek segala ruangan dan barang-barang Kenzo dan Kevin agar tidak ada yabg tertinggal terutama barang pria kecil, Dia tidak akan melupakan sekecil apapun barang yang berharga miliknya


Ti..tit..tit


Suara klakson berbunyi dari luar Mansion itu


Seotang pelayan datang untuk menghampiri Kevin dan Suho yang duduk di sana


"Tuan, Nyonya dan Tuan Muda sudah sampai tuan Joe baru saja memrkir kan mobil nya di luar"


Kevin berlari keluar begitu menfengar perkataan pelayan itu, dia benar-benar merindukan istrinya


"Sayang!".


Kevin menghambur memeluk Irene dengan erat begitu wanita itu keluar dari mobil

__ADS_1


"Kevin.... kau memeluk ku terlalu erat aku sesak".


"Maaf sayang aku begitu merindukan mu". Kevin memberikan ciuman di wajah istrinya


Tidak lupa pria itu mengusap perut Irene dengan lembut memyalurkan segala kerinduan nya


"Sayang kau baik-baik saja kan selama aku pergi kau tahu aku memikirkan mu setiap saat". Kevin mencium istrinya kembali tanpa peduli dengan orang lain di sana, itu membuat setiap orang yang melihatnya geleng-geleng kepala


Tepat saat pria itu ingin mencium bibir wanita itu, tangan lembut Irene menghalanginya


"Kevin!" Irene memberi tatapan tajam Kenzo ada di sini. Irene tidak mau jika Kenzo melihat adegan vulgar itu dia tahu Kevin akan bertindak lebih dari sekedar ciuman


"Dasar pria aneh, lakukan lah di tempat tertutup jangan membuat putra ku trauma". Joe memberi tatapan kesal


Untungnya Jennie sudah mengambil alih Kenzo sejak tadi wanita itu langsung menutupi mata pria kecil itu saat Kevin memeluk Irene


"Son ayo peluk aku, aku juga sangat merindukan mu". Kevin mengambil pria itu dari gendongan Jennie


"Papa lepaskan aku!". Kenzo melepas pelukan pria itu, walau dia merindukannya


"Ya.. Yaa... Ya". Kevin menurunkan bocah itu "Son kau semakin hari semakin mengesalkan saja"


Kevin beralih menatap Jennie wanita itu tampak mengurus


"Benarkah tuan, Terimakasih"


Mata Jennie berbinar itu artinya dia tidak akan kembali bersama ke mansion Joe yang membosankan di tambah Irene dan Kenzo tidak di sana dia tidak bisa membayangkan betapa sepi nya tempat itu hanya berisi beberapa pelayan dengan pria berwajah datar seperti Joe dan Suga


"Tidak biarkan aku yang merawatnya sampai sembuh"


Kevin hanya menaikan alis nya dia tidak ambil pusing "Baiklah kalau begitu aku serahkan dia pada mu"


Senyum Jennie langsung luntur begitu mendengar kesepakatan dua orang itu


Pak Kevin sialan kau seharusnya mempertahan dan bertanggunv jawab sepenuh nya Irene itu istri mu kan. Jennie mengunpat kesal dalam hati nya


Irene tersenyum melihat kesal Jennie tapi dia juga tidak bisa berbuat apa-apa, Irene menatap orang yang berlalu lalang di sana


"Sayang apa kau mengganti perabotan?"


"Tidak, tapi kita akan pindah rumah ini sudah kotor karena Julia" Kevin menatap semua orang yang mengatar istrinya. "Kalian masuklah dulu kalian pasti lelah bukan?".

__ADS_1


Mereka hanya mengangguki nya tapi mereka tidak masuk kareba Joe dan Suga saja belum masuk mereka sangat menghormati kedua orang itu


Joe merasa tidak asing dengan keadaan itu, sebagai mafia yang sudah ber pengalaman bertahun-tahun insting nya sudah sangat terlatih


"Suga apa kau merasakannya?"


"Aku tidak tahu pasti tuan, tapi ada baiknya kita di tetap di sini"


Kedua orang itu menatap tajam orang berlalu lalang di sana seorang pun tidak terlewat


Kevin menatap ke dua orang itu "Sayang kau masuklah dulu aku akan berbicara sebentar dengan Joe"


"Kevin... Aku tahu kau merasakan nya atau tidak tapi ku pikir kau harus membawa Irene dan Kenzo pergi dari sini"


Kevin tidak mengerti dia mempunyai kemampuan memimpin organisasi vesar tapi dia tidak punya insting setajam Joe


Tapi dia mendengarkan pria itu lebih lanjut dia dapat merasakan kepekaan dan pemikiran Joe, jantung nya berdetak lebih cepat ketika menangkap sorot mata Joe


"Apa maksud mu huh". Kevin mengikuti arah pengelihatan Joe


"Aku tidak mengatakan jika kau tidak berhasil membereskan Benyamin dan kawanan nya tapu aku merasakan sisa sampah yang berkeliaran di sini, kau seharus tidak seharusnya membawa Irene ke tempat banyak orang asing setelah misi besa mu berhasil"


Kevin mengerti sekarang dia mengikuti setiap gerakan mata Joe yang menatap semua orang di sana


Sampai mata Joe menatap dua orang yang tampak asing mereka berpakaian seperti pelayan


Kevin dan Joe bergerak cepat mereka langsung menghampiri Irene dan kenzo


"Ada apa Sayang!". Irene heran dengan tingkah suami nya


"Masuklah Irene! Sekarang!". Joe dan Kevin meneriaki wanita itu


Hingga semua pengawal di sana bergerak cepat begitu pun denagn Suga dia memgamnkan Jennie dan juga Kenzo


BRRUGHHH !'!!


Sebuah tembakan lepas dan mengenai Joe, bahkam ketika anak buah nya mengahalangi orang asing itu, ternyata dia jauh lebih cepay dan lihai


Dia menerima didikan mafiansejak kecil jadi pengawal Joe hanya masalah kecil utnuk nya


"Sialan kau!". Kevin berteriak dia mengambil alih senjata pengawal nya dia tidak memberi ampun dua otang itu

__ADS_1


Kevin tidak lagi memikirkan apa pun melihat seseorang yang tidak bersalah terjatuh dengan darah yang mengalir deras membuat Kevin memberi satu tembakan yang menghilangkan nyawa seseorang


__ADS_2